Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Jalan Romantis


__ADS_3

Seperti alarm di kepalanya Genka menjadi gugup sendiri dan buru-buru menarik tubuhnya dari rengkuhan Kenan yang posesif, betapa malu dan segannya Genka kali ini hingga wajahnya merah padam..


''Aku minta maaf....tuan Kenan..''


''Hati-hati Genka...'' geram Kenan..


''So sweett...'' bisik Alana menggoda sang paman, lalu melangkah lebih dahulu sambil menarik Genka bersamanya...


Kenan hanya menatap keduanya dengan senyuman...sambil menggelengkan kepalanya, Alana benar-benar gadis kecil yang unik, sisi seorang Alea yang manis tampak jelas di wajah kecil itu..


'Akhirnya mereka menuju ke mobil, Kenan lalu naik di bagian depan karna dia sendiri yang akan menyetir mobil, sementara Genka dan Alana hendak duduk di belakang namun...


Kenan berdehem...


''Apakah kalian berdua mau membuatku menjadi supir...''


Genka menatap ke arah Alana..


''Apakah maksud tuan Kenan, aku harus memanggil supir untuk kita.....aku akan...''


Genka hendak berbalik namun Kenan memanggilnya, Genka menoleh dengan wajahnya yang polos...


''Ya...tuan...''


Kenan berdecak....


''Duduklah di depan bersamaku...jika kau dan Alana duduk di belakang maka akulah supir kalian..''


Alana mengangguk setuju...


''Jika bibi duduk dekat ayahku maka kalian akan seperti orangtuaku, kita adalah keluarga bahagia....''


''Alana........'' Kenan memberi tatapan peringatan...


''Ayah...aku akan masuk sekarang.....''


Alan buru-buru masuk ke bagian penumpang belakang bersama mainan bonekanya..sementara Genka dengan ragu masuk ke dalam mobil di samping Kenan...sungguh ia merasa tidak enak sekali...namun tidak punya pilihan sama sekali..


''Ayo kita pergi..ayah aku mau ke butik...'' ucap Alan memberi perintah...


Kenan hanya tersenyum,....


'Siap tuan putriku sayang....''


Mobil meluncur meninggalkan Mansion mewah milik Kenan....sepanjang perjalanan Alana selalu menyanyi dan tidak sendiri, ia meminta Genka ikut bernyanyi untuk menghibur sang ayah yang sedang menyetir... Kenan hanya tersenyum bahagia sesekali menatap Alana dari kaca dan melirik ke sampingnya kepada Genka yang sedang tersenyum dan bernyanyi..


Perjalanan hari itu kian indah, Alana meminta agar sang ayah singgah di sebuah butik mahal langganan sang Mommy lalu membeli beberapa gaun untuk Genka, juga meminta sang ayah dan Genka lalu dirinya memakai kaos biru bertuliskan Mom, Daddy dan Alana...


Dengan terpaksa karna tak bisa menolak keinginan Alana, keduanya memakai baju yang berwarna sama..mereka terlihat seperti keluarga..lalu Genka di bawa ke salon untuk perawatan rambut dan juga wajah...


Ketika Genka keluar dari salon, Kenan tak mampu mengatakan apapun selain ia terpesona..sungguh terpesona...


hingga tak mampu mengatakan apapun selain

__ADS_1


Wow.....


Genka tersenyum malu ketika Kenan bahkan tidak memalingkan wajahnya sedikitpun dari sosok Genka yang mengalihkan dunianya..


''Tuan maafkan aku, apakah wajahku aneh..'' tanya Genka dengan penasaran...


Kenan melirik ke arah Alana yang hanya tersenyum sambil menutup mulutnya dengan tangan..


''Yah....Alana...apakah wajah bibi jelek..apakah aneh...tidak bagus ya, bibi kan sudah bilang lebih baik tidak usah...''


Genka hendak melangkah untuk menghapus riasannya namun...langkahnya terhenti ketika Kenan menariknya hingga tenggelam dalam pelukannya....


Deg!!!!


Keduanya bertatapan...


''Kau sangat cantik...Genka..''


''Tapi....''


''Kau harus percaya diri Genka karna kau sangat cantik...'' bisik Kenan dengan suara yang lembut...


Genka membeku, hatinya berdebar...hoh..ya ampun, ia tidak boleh punya perasaan lebih...tidak bisa....


Kau harus bangun dari mimpi Genka....semua ini, baik Kenan, Alana mereka bukan milikmu....


Seperti tersadar ketika ia mulai bersikap menerima Genka mengangguk pelan...dan Kenan melepaskan pelukannya..


''Bibi sangat cantik kok....oya ayah..bagaimana kalau kita bertiga berfoto...''


''Kalau aku terserah tuan dan Alana saja...''


''Aku mau Ayah..please...''


Akhirnya masuklah mereka di studio foto dan mulai berfoto, di studio itu sudah tersedia berbagai macam kostum baju untuk foto..mereka lalu berfoto seperti sebuah keluarga bahagia...ketika foto mereka bertiga selesai Alana lalu meminta sesuatu yang mampu membuat Kenan dan Genka terkejut....


''Ayah dan bibi ayo...foto bersama..aku ingin menyimpan foto kalian jika sudah pulang nanti...''


Genka menggeleng..


''Tuan...jangan dengarkan nona Alana, saya.......''


''Ayo Genka...sudah ku bilang bukan kalau ucapan Alana adalah perintah, aku tidak bisa membantah kata-kata Alana..jadi ayo..''


Kenan mengulurkan tangannya..ke arah Genka dan gadis itu menyambut uluran tangann Kenan dan hanya menatap Alana yang tersenyum menang..


''Tuan dan nyonya bisakah lebih dekat....tangan tuan memeluk perut nyonya lalu nyonya menyentuh wajah tuan....'' ucap sang pengarah gaya membuat Genka memucat..


Pria ini sudah gila ketika mengatakannya..bagaimana mungkin dia melakukan itu...tuan Kenan adalah majikannya, bukankah itu adalah sikap kurang ajar....??


''Mungkin kita bisa.....''


Genka ingin menjauh namun Kenan menariknya lagi dan tubuh Genka membentur di tubuh kekar Kenan...

__ADS_1


''Lakukan saja..jangan protes..anggap saja kita berdua seorang model...


Genka menolek dan menatap wajah Kenan dan tertawa...


Di mata fotografer, itu adalah angle yang bagus...lalu ia mulai mengabadikan foto natural mereka...


Jepret!!!!!


Kenan dan Genka menemani Alana main di pasir pantai, gadis kecil ini ingin melihat pantai.. sambil melihat hasil foto mereka tadi...


''Bibi dan paman sangat bagus di foto ini....aaah...aku akan menyimpannya sampai kalian menikah...''


''Alana....'' suara Kenan dan Genka kompak memanggilnya namanya...


''Aku hanya bercanda....'' ucap Alana cuek..


''Bagiklah..masing-masing dari kita bertiga akan menyimpan satu-satu....sebagai kenang-kenangan...''


''Baiklah tuan....'' balas Genka di ikuti Alana...


*****


Jalan-jalan hari itu sangat puas, mereka menghabiskan waktu untuk membahagiakan Alana....dan berhasil, Alana sampai tertidur pulas ketika mobil memasuki halaman...


Genka menidurkan Alana, lalu melepas sepatunya sementara Kenan berdiri untuk mengawasinya...cara Genka memperhatikan Alana sungguh tulus.....dan kenyataan itu membuat hati Kenan menjadi hangat entah mengapa....


Usai menyelimuti Alana, Genka menoleh dan menatap Kenan,...


''Apakah tuan tidak enak badan...''


''Aku sedikit lelah......''


''Baiklah...aku akan memijit tuan Kenan....'' ucap Genka..


Kenan melebarkan matanya...


''Kau bisa melakukannya,...''


''Yah...aku sering memijit ibuku...ayo...'' ajak Genka tersenyum....


********


Seluruh tubuh Kenan di pijat hingga pria itu tertidur lelap...setelah itu..Genka menyelimutinya..ia masih disana dan menatap Kenan dengan senyuman penuh arti....


Masih di ingatnya ucapan kakak tirinya Luke kepadanya yang memintanya menghancurkan hati Kenan...


Namun...tidak...dia tidak bisa membiarkan tuan Kenan tersakiti olehnya....bagi Genka...tuan Kenan sangat baik...dan akan terus ia hormati selama hidupnya, tuan Kena juga telah membelanya dari nyonya kepala pelayan yang jahat....


Genka tersenyum lagi dengan matanya yang berkaca-kaca....


Disaat yang sama Kenan mulai mengigau dalam tidurnya..


Genka......desah pria itu tanpa sadar.....

__ADS_1


Deg!!!!


Genka terkejut...


__ADS_2