Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Paksa


__ADS_3

Bibir keduanya masih menyatu dengan lum**** penuh gairah di antara perasaan yang tak mampu di bendung Kiano..pria itu terus menekan Nasya di bawah kendalinya..bibir mereka saling mencecap..ciuman itu begitu indah membelai keduanya menghempaskan ke atas awan kenikmatan yang baru...dan menjatuhkannya tanpa ampun ketika Nasya mendorong tubuh Kiano menjauh..ciuman itu terlepas dengan dramatis, menyisakan nafas yang masih memburu karna gairah yang bahkan baru saja naik...


Nasya meneteskan airmatanya....ia menatap Kiano dengan tajam..


''Apakah ini sebenarnya yang kau mau tuan Kiano...''


Kiano membeku,..ia tidak mencoba membantah atau membenarkan, pria itu hanya berdiri dalam diam...


''Kau sudah punya kekasih...mengapa kau masih menciumku hah...apakah aku murahan di matamu..'' sambung Nasya dengan suara yang lantang penuh rasa sakit..


Sementara Kiano mendekat dan menjebak Nasya dengan kedua tangan kekarnya di sisih Nasya..matanya menajam...


''Kau menikmati ciuman kita bukan...kau bilang kau menyukai Bryan yang benar saja...kau menyukainya apakah kau sedang bercanda..''


''Aku single...Bryan juga, tak masalah bagi kami untuk bisa saling menyukai kau sama sekali tidak bisa melarangku tuan...''


''Nasya........''


''Aku tak mengerti mengapa kau melakukan ini tuan...tapi bisakah kau pergi sekarang....kau akan segera menyesal karna pernah mencium seorang pelayan sepertikku...''ucap Nasya dengan mata berkaca-kaca...


Nasya membalikan tubuhnya dan hendak membuka pintu kamarnya namun ia begitu terkejut ketika Kiano kembali menarik tubuhnya dengan paksa untuk tenggelam dalam rengkuhannya...


Kiano merasa sudah gila, membayangkan Nasya akan jatuh ke dalam pelukan Bryan membuat darahnya mendidih, pria itu sungguh tak rela kehilangan Nasya...tidak bisa hati seorang Kiano tak bisa merelakan begitu saja..Nasya harus menjadi miliknya..hanya miliknya...


Kiano segera menarik Nasya menuju kamarnya dan membuka pintu hingga gadis itu menjerit panik...Kiano mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu..


''Tuan Kiano....''


''Mengapa kau masih ingin bersama Bryan kau bahkan tidak tau siapa dirinya Nasya dia pria yang......''


''Bukankah itu bukan urusanmu..pria seperti apa Bryan aku akan mengenalnya..kau tidak perlu ikut campur...''


Kiano menggeleng...


''Sayangnya aku tak bisa Nasya...aku tak bisa...''


Kiano bahkan tak mendengarkan ucapan Nasya yang putus asa,...segera ia melepaskan kemejanya lalu menatap Nasya dengan pandangan nekat..


''Tuan Kiano sadarlah apa yang akan kau lakukan aku mohon.....''


Kiano mendekat merengkuh tubuh Nasya dengan erat lalu menghempaskan atasan Nasya yang menutup tubuhnya..pria itu mengeraskan wajahnya...


''Apa yang kau lakukan..tuan Kiano...''


''Aku ingin menyadarkanmu kalau akulah yang harus kau pikirkan bahwa ketika kau datang kerumah ini itu artinya kau adalah milikku..''


Nasya menggeleng putus asa...apa yang ada di kepala pria ini...ya ampun apa yang akan terjadi padanya....??


Nasya menjerit ketika atasannya terlepas dari tubuhnya dengan dramatis..sementara itu pemandangan indah itu membuat Kiano terpana..tubuh Nasya begitu indah di balik kaosnya...


Pa yu da ra yang indah dan mulus..gadis ini belum terjamah dan itu hal yang mengejutkan bagi Kiano..ada rasa bahagia di dalam dadanya yang menyadari dia pria pertama...

__ADS_1


''Kau sangat indah Nasya...''


''Tidak...lepaskan aku...mengapa kau melakukan ini..kau punya kekasih..'' airmata Nasya menetes dengan histeris..


''Kau adalah milikku Nasya..hanya milikku dan jangan bermimpi bisa bersama orang lain....meski aku punya seribu kekasih tapi kau akan tetap menjadi milikku.''ucap Kiano dengan tatapan beku..


Betapa takutnya Nasya saat ini bagaimanapun ini pertama kalinya seorang pria memaksanya...ingatan Nasya terbang ke masa lalu ketika dia menjebak Liam dan pura-pura telah tidur bersama pria itu..apakah ini adalah balasan untuknya...? kali ini dia yang malah di paksa oleh pria asing yang bahkan adalah majikannya sendiri...? isakan Nasya mulai terdengar pilu...


Sementara itu Kiano jauh dari kata berhenti...


Nasya tak mampu melawan ketika Kiano dengan cepat membawanya ke atas ranjang dan menghempaskannya disana tidak sampai disitu pria itu tidak membuang waktu dengan segera menaiki tubuh Nasya dan menindihnya dengan posesif..menempatkan tubuhnya di atas gadis yang tak berdaya itu dan tersenyum penuh kemenangan..


yah..dia akan memiliki Nasya dan tak ada seorangpun yang bisa merebut Nasya dari sisihnya...


Kiano menundukan kepalanya melum** bibir Nasya dan menyesapnya tanpa ampun sementara jemarinya naik dan meremas gundukan indah milik Nasya yang belum terjamah dan mulai memainkannya disana..


Tubuh Nasya meronta putus asa, tangisannya seolah angin lalu bahkan Kiano tidak mendengarnya sedikitpun dan asik dengan kenikmatannya sendiri..


Rumah yang sepi karna kedua orangtua Kiano sedang kerumah putri pertamanya untuk mempersiapkan pernikahan...para pelayan juga seakan buta dan tuli ketika Kiano mengejarnya di lift...


Nasya begitu ketakutan namun tak mampu melawan..


Kiano sama sekali tidak terpengaruh dengan tangisannya..tubuhnya telah polos..kejantanannya sudah mendesak milik Nasya di bawah sana..terasa keras dan menakutkan gadis itu...


Setelah puas menikmati bibir Nasya dan meninggalkan jejak disana kini bibir Kiano bergerak turun dan menyentuh permukaan dada Nasya yang ranum..ia tersenyum bangga karna ia yang pertama namun ketika bibir itu hampir sampai..


Nasya mencoba menahan kepala Kiano dengan kuat...


Kiano tersenyum kemudian menurunkan jemari Nasya yang menghalanginya dan mengecupnya dengan lembut hingga gadis itu hanya mampu merintih...


''Apa yang kau takutkan Nasya...aku akan menikahimu kalau kau ragu...''


''Menikah...'' Nasya tertawa namun airmatanya menetes...


''Kau tak percaya....''


''Apa yang di janjikan dari bibir orangkaya adalah pendusta...bagaimana mungkin kau akan meninggalkan kekasihmu demi menikahi seorang pelayan...bahkan dalam mimpiku aku tidak berani berharap...'' isak Nasya menggertakan gigi..


''Kalau begitu tetaplah disisihku dan lihatlah aoa yang bisa kulakukan....namun yang pasti aku tak bisa berhenti menjadikanmu milikku...tidak..kau adalah milik Kiano Renov sekarang...tak ada yang bisa menghentikan aku....''


Kiano menepis tangan Nasya dan mengarahkan mulutnya pada ujung put*ng pa yu da ra Nasya dan mengul**** dengan lembut...lidahnya mulai menari-nari dengan begitu ahli menciptakan gelombang kenikmatan yang baru pertama di alami Nasya..


''Aaaarrrgghh....'' tubuh Nasya meliuk ketika bibir Kiano semakin panas menghis** put*ng pa yu da ra nya dengan penuh hasrat membara...sementara Nasya sedang lengah...Kiano menempatkan kejantanannya di antara milik Nasya dan mulai mendesak masuk...


Nasya kehilangan kekuatannya bahkan hanya sekedar meronta..tenaganya habis ketika Kiano begitu ahli menekannya..pria itu terus mencumbui Nasya tanpa ampun dan sesaat kemudian sembari menekan tubuh Nasya, Kiano pun mendesakan tubuhnya memasuki Nasya yang terasa sempit dan juga hangat...membuat gadis itu menjerit ketika tubuh bawahnya terasa nyeri yang begitu kuat...


Nasya menangis ketika milik Kiano yang besar keras itu memasukinya dan seakan membelah tubuhnya yang sempit...


Sementara Kiano mengerang nikmat ketika tubuh Nasya menerimanya dengan hangat menciptkan rasa nikmat luar biasa yang baru pernah ia rasakan...


Pria itu membeku ketika ia kehilangan kata..satu kata yang tergambar di benakknya adalah...tubuh Nasya sangat nikmat....membungkus miliknya dengan hangat...

__ADS_1


Kiano menunudkan kepala, melum** bibir Nasya dan tersenyum..


''Kau adalah milikku Nasya sayang....''bisik Kiano dengan senyuman puas..


Sementara Nasya hanya bisa menangis.....ia sudah hancur....


*************


Alan hanya mampu tertunduk lesu..sejak Kanaya memergokinya dengan mantan sahabatnya...Kanaya menjadi dingin...ia bahkan tak bisa menyentuh Kanaya sedikitpun...sudah dua minggu sejak peristiwa itu dan Kanaya seperti patung es...


Orangtua Kanaya sudah datang untuk mempersiapkan pernikahan mereka minggu depan..semua keluarga besar berkumpul di bawah mereka tampak ramai dan...bahagia..


''Jangan menjaga jarak Kanaya aku mohon,....aku tak ingin keluarga kita curiga..''bisik Alan membujuk ketika mereka berada di lift..


Kanaya melirik sinis..


''Jangan mengambil kesempatan atau hukumanmu bertambah....namamu sudah cacat di mataku...'' desis Kanaya tajam..


Ting!!!!!


Pintu lift terbuka dan mereka pun keluar bersama dari sana..


''Ibu....ayah...'' sapa Alan lebih dahulu padahal Kanaya sudah membuka mulutnya..


Wanita itu melirik sinis..lihatlah Alan..dia berubah menjadi penjilat...Kanaya hanya bisa pasrah..


''Menantu tampanku apa kabar....'' Kenan memeluk Alan lalu di ikuti Genka..lalu Kanaya juga melakukan hal yang sama..mereka saling memeluk...


Alea dan juga Darren ikut tersenyum...


''Dimana kak Kiano...mengapa dia belum datang..''tanya Kanaya penasaran..


Genka tersenyum,....


''Sebenarnya kami sengaja meninggalkannya agar dia dekat dengan seseorang...''


''Seseorang...'' ulang Kanaya mengerutkan kening..


''Seorang gadis..dia sangat manis dan ibu pikir dia cocok dengan kakakkmu..''


Darren dan Alea ikut tersenyum bahagia..


''Akan ada pernikahan lagi...siapa gadis itu namanya,...''ucap Alea antusias...


Genka hanya tersenyum....


''Namanya.......''


❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_1


__ADS_2