Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tertangkap Basah


__ADS_3

Alana segera bangkit dari tempat duduk dan melangkah sedikit menjauh..bagaimanapun Alana tak ingin jika Delvaro tau..gadis itu segera keluar dari ruangan menuju balkon..tak lupa Alana mengunci pintu keluar. dan menatap kembali ponselnya..


Gadis itu sesekali melirik ke arah Delvaro yang tampak serius menatap labtop lalu gadis itu mengangkat telp dan mulai berbicara pelan.


Alana : Liam...bagaimana kabarmu...?


Liam : Aku merindukanmu Alana,...aku bahkan tak bisa berhenti memikirkan keselamatanmu.


Alana : Aku baik-baik saja Liam..Delvaro tak akan menyakitiku atau Daddy tak akan mengampuninya....


Liam : Kau harus tetap berhati-hati Alana...kau tidak tau siapa yang kau hadapi..dia adalah mafia licik Alana..aku sangat takut kalau kau.......


Alana : ( Menghela nafas ) Sebenarnya apa yang kau ingin katakan Liam...katakan saja..aku penasaran...


Alana melangkah kesana-kemari tatapannya berubah menjadi serius..terlalu serius hingga ia tak menyadari kalau Delvaro menatap curiga kepadanya..


Pria itu mengepalkan tangannya, nalurinya mengatakan kalau Alana sedang menerima atau melakukan panggilan pada Liam..


Delvaro lalu menutup labtopnya..malam ini akan menjadi panjang..pria itu bangkit dan menggulung kemejanya,....ia pun mulai mendekati Alana dengan pelan, langkahnya terarah menuju pintu kaca yang menjadi pembatas antara ruangan dan balkon..Delvaro sedikit terkejut karna Alana menguncinya..


Jadi Alana tak ingin pembicaraan mereka di dengar...so sweet...Delvaro lalu bergerak mundur dan menuju laci meja dan mengambil kunci cadangan dan kembali mendekati pintu kaca lalu membukanya..


Ceklek...


Pintu terbuka dan Delvaro lalu melangkah keluar dan mendekati Alana yang sama sekali tak sadar kalau Delvaro sudah berada di belakangnya..


Alana masih serius mendengar ucapan Liam kepadanya..


Liam : Alana...kau harus percaya bahwa semua yang terjadi pada kita semua waktu itu adalah di bawah perintah Delvaro..pria itu menyusun rencana bahkan Rafael berada di bawah ancamannya...kau tau kan kalau Nasya juga adalah kaki tangannya..entah apa yang ia inginkan tapi satu yang pasti aku yakin dia sedang mengincarmu Alana...dia sedang mengincarmu...''


Deg!!!!!


Alana membeku sesaat..ia memijit dahinya dan terdiam..


Alana : Liam...apa kau yakin apa yang kau katakan itu benar,..jadi Delvaro ada di balik ini semua..?


Liam : Apakah aku pernah membohongimu selama ini...aku hanya ingin melindungimu...


Alana : Aku tau Liam, kau selalu melindungiku, aku tak pernah ragu sedikitpun...(Mulai khawatir) jika dia pria yang jahat lalu apa yang harus aku lakukan Liam...apakah aku berada di dalam bahaya...?


Liam : Aku akan melindungimu Alana..tenang saja..besok aku akan menemuimu dan mendampingimu Alana...


Alana : Baiklah aku bisa tenang sekarang....baiklah aku harus pergi atau Delvaro akan curiga Liam..


Liam : Yah..tunggu aku Alana, aku mencintaimu..

__ADS_1


Deg!!!!


Alana : Terimakasih Liam..


Alana lalu mematikan telp dan membalikan tubuhnya..


Deg!!!!


Alana sungguh terkejut melihat Delvaro yang berdiri menjulang di hadapannya dengan tatapan dingin...tubuh Alana melemah hingga tak sanggup memegang ponselnya sendiri...ponsel itu terjatuh di lantai balkon dengan mengenaskan..tubuh Alana melemah..


Sedangkan Delvaro mendekat..


''Mengapa kau terkejut seperti melihat hantu saja...apakah kau pikir aku hantu..''


Alana membeku...


''Delvaro aku....''


''Aku baru memperingatkanmu, aku baru meninggalkanmu sebentar saja Alana namun kau langsung menghubungi Liam di setiap kesempatan..kau tak bisa di percaya...Alana..''


Alana berusaha kuat lalu berdehem..


''Maaf Delvaro tapi aku harap kau tidak lupa bahwa Liam adalah bagian dari keluargaku.. kau tak bisa melarang hubungan kami kau tidak bisa...''


Delvaro mendekat dan menjebak Alana di pagar balkon, pria itu lalu menunduk dan mengambil ponsel milik Alana, dan Alana tidak terima..


''Berikan ponselku Delvaro..''


''Tidak akan pernah...''


Kesabaran Alana menipis..


''Kembaliikan padaku penipu...aku........''


Delvaro tertawa..


''Penipu..''ulang Delvaro dengan mata melebar tajam..


''Yah..kau ternyata pria jahat kau kejam, kau berani menipu seorang Alana Hugo...aku tak akan pernah memaafkanmu..''


Rupanya kata-kata Alana sanggup menyulut api di dalam diri Delvaro tanpa di duga Alana Delvaro melemparkan ponsel milik Alana hingga hancur berkeping-keping..


Wajah Alana merah padam..


''Apa yang kau lakukan ponselku...tidak...''

__ADS_1


Alana ingin mengambil ponsel miliknya namun dengan cepat Delvaro mencengkramnya dengan erat...dan membuat mereka bertatapan tajam..


''Sialan..kau belum tau dengan siapa kau bermain-main Alana...sudah cukup aku membiarkan kau...bertindak sesukamu tapi tidak lagi...aku tidak akan pernah membiarkan kau mempermainkan aku lagi...''


''Mempermainkan apa...kau yang mempermainkanku..kau menipuku kau menipu keluargaku Delvaro dan aku rasa aku akan menghubungi Daddy untuk membatalkan proyek kita,...besok Liam akan menjemputku....''


Alana mendorong tubuh Delvaro menjauh dan melangkah masuk ke dalam ruangan sedangkan Delvaro menaikan sudut bibirnya..pria itu tak mampu membendung emosinya...sudah saatnya Alana menjadi milikknya dan gadis ini di taklukan dan Delvaro tak akan pernah menundanya lagi..


***


Alana melangkah ke arah lemari dan menarik koper besarnya bahkan semua bajunya masih ada di dalam sana,...gadis itu segera menarik koper namun belum sampai di di depan pintu Alana membeku melihat Delvaro berdiri dengan murka..


''Delvaro...''


Pria itu segera masuk dan mengunci pintu kamar dan membuat Alana melemah..gadis itu mulai di hinggapi rasa takut..


''Siapa yang mengijinkanmu pergi...''


Sambil berkata Delvaro mulai membuka satu persatu kancing kemejanya hingga menampakan tubuh kekarnya di hadapan Alana..


Gadis itu mulai ketakutan, yah...mau bagaimana lagi mau tak mau pikirannya mulai kemana-mana..Delvaro menatapnya berbeda..


''Apa yang kau lakukan....''


''Kau ingat tentang apa yang aku katakan tentang hukuman...kau telah menghubungi Liam jadi mau tak mau kau harus menerima hukuman, aku benci penghianatan..''desah Delvaro dengan sinar mata membara..


''Kau sudah gila Delvaro..jangan pernah berpikir...''


''Aku tak pernah takut apapun Alana, lagipula kita sudah pernah melakukannya hanya saja kau tidak sadar sayang....''


''Diam....kau adalah penipu dan aku tak tahan denganmu Delvaro kau tidak akan pernah mendapatkan apapun yang kau inginkan...''


Suara Alana tercekat ketika dengan tiba-tiba Delvaro menerjangnya dan bibirnya mencari-cari bibir Alana dan melum**nya dengan membabi buta...


Alana sama sekali tak bisa menghindar ketika Delvaro menekan tubuhnya dan ia pun membentur ranjang di belakangnya dan Delvaro memejaranya..pria itu menatapnya dari atas..


''Kau adalah milikku Alana Hugo..takdirmu adalah denganku dan bukan orang lain apa kau mengerti..malam ini kau harus menjadi milikku...''


Mata Alana memanas...jantungnya berdegup kencang...


''Apa...'' Alana sungguh terkejut dengan pernyataan Delvaro..


Pria itu mendekatkan wajahnya...


Deg!!!

__ADS_1


__ADS_2