Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menjadi Ayah


__ADS_3

Kanaya membuka pintu dan membeku melihat sosok sang Mommy Alea yang berdiri dengan tatapan menyelidik..


''Kanaya sayang...selamat pagi...''


Wajah Kanaya seputih kapas...ia begitu gugup dan takut,...


bagaimana kalau Mommy tau Alan sedang bersembunyi di kamar mandinya...??


''Momm.......''


Alea bersedekap...


''Apakah kau melihat Alan....''


Deg!!!!


''Alan......'' ulang Kanaya dengan tatapan polos..


''Yah...Mommy mencarinya..kita akan pergi ke butik untuk melakukan fiting gaun bukankah seharusnya dia ada di kamarnya...''


Kanaya tertawa seketika dan hal itu cukup membuat Alea terkejut...


''Apa maksud tawamu itu sayang...''


''Aku baru ingat Mom kalau Alan mengirim pesan padaku akan berolahraga sebentar di halaman...''


''Benarkah...Kanaya,...''


''Yah....aku yakin dia sedang berada di taman...''


Alea mengangguk, menatap Kanaya yang hanya memakai handuk..


''Cepat mandi kita akan segera berangkat sayang..'' ucap Alea tersenyum...


''Baik Momm...''


Kanaya mengetuk pintu dengan lega...lalu dengan cepat berlari ke arah toilet dan membukanya...


''Alan...keluar sekarang...'' jeritnya dengan pandangan ketakutan..


Alan mendekati Kanaya dan menaikan sudut bibirnya....


menghentakan handuk Kanaya hingga jatuh ke lantai dan menikmati keindahan di baliknya yang bahkan baru saja ia nikmati semalam..


''Alan.....''


''Sekali lagi.....aku ingin kita mandi bersama sayangku..''


Kanaya tak sempat menghindar krtika bibir Alan melum** bibirnya....


Deg!!!!!


******************


Fiting gaun pengantin sedang di lakukan oleh Kanaya sementara Alan melakukan hal yang sama...dia mencoba beberapa jass di butik yang di pilih sang Mommy..


''Kau tampan sekali Alan...Mommy tak menyangka kalau kau...akan tumbuh menjadi pria yang gagah..''


''Seperti Daddyku...'' sambung Alan tersenyum bangga..


Wajah Alea mengerut....


''Kau.....aku yang mengandungmu dan Alana susah payah, kau mirip Mommy sayang....''


''No...aku mirip Daddy Darren....''


Alan semakin membuat Alea kesal setengah mati, ketika ia mendekat Alan langsung memeluk wanita yang menjadi cinta pertamanya itu dengan erat...


''Aku mencintaimu Mommy...tentu saja....aku mirip dirimu..''


Alea tersenyum...


''Bagus....itu baru putraku..'' bisik Alea..


Suara ponsel milik Alan berdering dan membuat pria itu meraih ponselnya...


Nomor tidak di kenal.....???


Alan lalu meminta waktu pada sang Mommy untuk menerima telp...

__ADS_1


melangkah ke sudut ruangan ia lalu mengangkat ponselnya..


Alan : Halo.....


? : Alan.....kau masih ingat aku....( menangis....)


Alan : Melania....?


? : Tolong aku...please..sekarang juga...


Alan : Baiklah.....aku akan segera menemuimu...tunggu aku Nia...


Usai memutus telp, Alan segera mendekati sang Mommy untuk meminta ijin..


''Mom....aku harus pergi, ada Klien yang meminta bertemu...Kanaya dan Mommy..''


''Pergilah....Kanaya akan bersama Mommy...''


Alan pun bergegas menuju mobil dan meninggalkan butik...


**************


Nia tersenyum ketika menyadari Alan Hugo mendekatinya..gadis itu segera merobek pakaiannya mangambil debu dari tempatnya berpijak dan mulai mengotori pakaiannya..gadis itu tersenyum dingin ketika melakukannya..


Srakkkk!!!!!!


Dia kini terlihat seperti gadis yang baru selesai di siksa...tak berapa lama kemudian mobil milik Alan berhenti di tengah jalan...pria itu trun dan menatap Nia yang sedang menangis..


''Nia....'' hatinya bergetar,...


Nia mengangkat wajahnya...


''Alan......''


Gadis itu menghambur ke pelukan Alan dan tak ingin melepaskan diri..tangisannya pecah saat itu juga...


''Alan......'' jerit Nia sedikit gemetar..


''Nia.....''


''Tolong aku......Alan....'' bisiknya sesegukan..


*************


''Beraninya kau bilang aku playboy tua....??'' jerit Rafael mengepalkan tangannya..


Baru saja ia akan menyakiti Vanesaa tersedenga suara tepuk tangan di belakang mereka berdua...dan hal itu sanggup membuat Keduanya terkejut dan melepaskan pelukan..


Terlihat keluarga besar keduanya menatap mereka dengan pandangan penuh arti,...


''Tidak...apa yang kalian pikirkan...'' ucap Rafael menggeleng...


Ketika Arkana dan Alex juga Will tersenyum maka itu adalah isyarat...


''Kalian berdua akan segera di nikahkan....''


''Apa.......'' jerit Vanessa dan Rafael bersamaan...


Sementara...Delvaro dan Alana terkekeh melihat wajah tersiksa Rafael. pria itu tak berhenti memeluk sang istri dari tadi..


''Kena batunya dia...aku yakin Vanessa akan merubahnya....''


''Aku berharap dia bahagia sayang..'' bisik Alana lembut...


''Bagus....aku ingin kita cepat pulang kerumah dan menghabiskan waktu bersama...''


Alana menoleh dan tersenyum....kita tidur terpisah sayang...''


Wajah Delvaro berubah protes..


''Apa maksudmu sayang...''


''Aku tak tahan tidur bersmamu...''


''Alana......''


''Uek......''


Alana mual seketika dan itu cukup mengejutkan bagi keluarga besar mereka....

__ADS_1


Arkana menoleh penuh arti pada Delvaro dan di saat yang sama..Delvaro membawa Alana keluar dari acara dan membawanya menuju mobil..


''Kita ke dokter sekarang...''


''Aku hanya masuk angin....''


''Bukan masuk angin biasa sayang....''


''Kau mulai lagi..jangan berpikir.....''


Delvaro mengedipkan matanya...lalu masuk ke dalam mobil sementara Alana hanya bisa pasrah menghadapi tatapan tajam suaminya..mobil meluncur menuju sebuah klinik yang menjadi tempat sang sahabat Delvaro..


Mereka pun keluar dari sana dengan saling memeluk, lalu menemui dokter..


''Tuan Delvaro Rule...selamat datang,..''


Clif adalah nama sang dokter..


''Apa kabar.....'' sapa Delvaro...keduanya berpelukan dengan erat dan membuat Alana hanya tersenyum..


Clif memalingkan pandangannya kepada Alana dan tersenyum....


''Nyonya Delvaro Rule...anda sangat cantik...''


Alana tersenyum..


''Senang bertemu denganmu dokter Clif...''


Clif memandang Delvaro dengan cermat...


''Kita akan mulai dengan pemeriksaan...''


Alana yang memang tak mengerti lalu berdehem..


''Jangan bilang kau membawaku untuk mengetes kehamilan Delvaro....''


''Anakku.....filingku tak pernah salah sayangku..''


''Clift.....berikan aku kabar baik..'' ttah Delvaro sedikit menekan hingga Clift mengangguk patuh..sementara Alana mengerang......


''Eiit...berjanji dulu kalau aku tidak hamil....kau bersedia patuh padaku...'' ucap Alana masih mencoba mengajukan perjanjian...


Delvaro mengangguk patuh....


''Jika kau memang sedang hamil maka.....kau harus patuh padaku....'' bisik Delvaro mendekatkan wajahnya...


Clif menatap keduanya dengan senyuman....


''Bisakah kalian berdua tidak membuatku panas....astaga hormatilah aku yang baru putus ini...''ucap Clif menggleng pasrah...


Alana dan Delvaro terkekeh....


''Periksa aku dokter Clift dan aku harap aku yang menang....''


Delvaro menggeleng....sembari mengangkat tubuh Alana untuk di baringkan di ranjang pemerikasaan, pria itu melum** bibir istrinya dengan lembut....


''Aku yakin anakku sedang berada di dalam perutmu jadi bersiaplah...''


Delvaro tersenyum penuh kemenangan walau sesungguhnya ia juga sangat gugup menanti, ketika Clift mulai mengoleskan gel di perut Alana yang rata..pria itu hanya mampu menghela nafas....


Mata Delvaro terarah pada layar kecil di depannya...Clif sang dokter mulai memeriksa...


''Delvaro dan Alana....tolong perhatikan layar...''ucap Clift dengan senyuman..


Mereka berdua mulai menatap layar dengan hati berdebar tampak disana ada sebuah titik kecil, dan membuat mata Delvaro melebar dengan begitu takjup......


''Delvaro kau akan menjadi seorang Ayah....'' ucap dokter Clif dengan senyuman bahagia yang tulus..


Alana menatap sang dokter dengan tatapan tak percaya....sedangkan Delvaro tertawa renyah......


''Yess......''


''Dokter Clif.......''


''Kau sedang hamil nyonya Alana....''ucap dokter Clif dengan penuh keyakinan...


''Aku hamil.........'' ulang Alana begitu terkejut....


Delvaro melompat dan segera memeluk tubuh Alana dengan erat.....

__ADS_1


__ADS_2