
Darren masih membeku ketika tubuh Alan bergetar di pelukannya..rasa hangat perlahan masuk dan menguasainya,..betapa hal inilah yang paling dirindukan oleh Darren,...betapa hal inilah yang paling menggetarkan hatinya, sungguh Darren merindukan ketika Alan berada di pelukannya apalagi memanggilnya Daddy....
Mereka masih terus saling memeluk untuk beberapa saat sedang mobil yang hampir menabrak Darren malah menabrak pohon....
Darren menyadari sesuatu ketika putranya mulai merintih....
''Alan.....''
''Kakiku Daddy..kakiku...'' jerit Alan dengan airmata yang tertahan...
Saat itulah Darren sadar jika kaki Alan tergores dan mengeluarkan darah...
''Alan......'' desah Darren begitu cemas...
Darren bangkit berdiri dan mengambil ponselnya, dan menelfon..sembari ia menggendong tubuh sang putra dan membawa menuju mobil..
Saat itulah Alan melihat bagaimana Darren terlihat cemas...tubuhnya di letakan di kursi mobil dengan hati-hati sambil pria itu masuk dan mulai menghidupkan mesin mobil..
Sekejap saja....
Mobil milik Darren menembus rumah sakit dengann cepat, dan ia sendiri yang membawa tubuh Alan turun dari mobil dan membawanya ke ruang IGD, sedikitpun Darren tidak meninggalkan Alan, dan Alan menyimpan semua perhatian itu di dalam hatinya...walau ia masih diam saja..
''Dokter tolong anakku, kakinya terluka.....menyelamatkan hidupku dari kecelakaan...''
Dokter mengangguk..
''Tuan baiklah...silahkan turun di luar kami akan mengobati kakinya dia tidak akan apa-apa tuan...''
Darren membeku sekilas menatap sang dokter...
''Baik...lakukan yang terbaik dan aku akan menemaninya...''
Darren menggulung lengan bajunya dan mulai duduk di samping ranjang tempat tempat sang anak berbaring, sementara beberapa dokter dan perawat hanya menatap dengan sedikit segan, ya..tentu saja menatap aura Darren yang menekan sungguh membuat mereka berada di bawah tekanan..namun pria itu menegaskan tak akan mengganggu mereka dan hanya akan menemani sang putra..
Alan menatap mata Darren saat pria itu menggenggam jemarinya, sesaat mereka saling memandang...
''Kau bisa mencengkram lengan Daddy atau lakukan sesukamu pergunakan aku sesuka hatimu Alan...bertahanlah karna memang akan terasa sedikit nyeri tapi Daddy yakin kau akan bisa..kau kuat sepertiku...''
Alan menatap Darren tanpa bicara dan hanya mengangguk di wajah dinginnya...ia kemudian memejamkan matanya...ketika rasa sakit itu begitu menyiksa ketika dokter mulai memberishkan darah pada lukanya....Alan mennggertakan giginya..airmatanya menetes, namun ia tidak mengeluarkan suara sedikitpun..
Darren membeku melihat Alan yang begitu menahan semua rasa sakit dalam diamnya...apakah selama ini yang dia lakukan ketika sedang sedih, bahkan Alan tidak menjerit sedikitpun...
Dada Darren begitu nyeri..ia tau ia melakukan hal di luar dugaan ketika dengan reflex meraih Alan di pelukannya...mendekapnya dengan erat berharap....putranya bisa mengalihkan kesakitan dengan mencakarnya atau apapun bahkan Darren merasa sakit di hatinya ketika Alan mencoba menahan semua perasaannya di dalam hatinya..sungguh ia terluka melihat betapa Alan mencoba kuat selama ini....
Alan memang mencoba kuat namun ketika obat itu mulai di balut di permukaan lukanya pria kecil itu menjerit dengan keras....
__ADS_1
''Mommy.......'' jerit Alan mulai menangis..
Darren mendekap putranya dan berusaha menenangkan Alan dalam dekapannya...
''Tak apa-apa anakku, Daddy disini...kau akan baik-baik saja...'' tatap Darren dengan ketegasan yang terpancar dari matanya....
''Daddy..........'' jerit Alan membalas pelukan Darren untuk pertama kalinnya..
Alan mengangguk ketika ia mulai menatap mata Darren dan mendapat kekuatan yang yang baru pernah ia rasakan walau hanya dengan saling menatap...
Keduanya saling menatap dengan senyuman penuh arti....
Ketika permukaan luka Alan di balut ia pun merasa lega karna ia sudah tidak merasakan sakit lagi...
Dokter yang menyaksikan kedekatan mereka hanya bisa tersenyum, sungguh indah kedekatan ayah dan anak ini hingga rasa haru itu menguar dan membuat ia pun merasa cinta itu sangat indah..
************************
Darren menatap Alan yang sudah tertidur..dan ia segera menelfon Alea untuk mengabarkan bahwa hubungannya dengan Alan sudah mulai mencair...namun dasar Alea..bukannya ia bertanya perkembangan hubungan Darren dan Alan bagaimana Alea malah mengkhawatirkan Alan dan ingin segera pulang menemui putranya namun sekali lagi...Darren menolak..
Bukannya dia tidak rindu pada Alea dia sungguh rindu sekali namun...perkembangan hubungannya dengan Alan benar-benar membuatnya bahagia hingga ia butuh sedikit waktu lagi agar Alan setidaknya bisa menerima kehadirannya...dan Darren bisa lebih tenang dari sebelumnya..pria itu lalu menutup telp dan melangkah ke sisi ranjang putranya dan tidur di sampingnya sambil memeluk...
Darren benar-benar memimpikan hari ini dengan penuh kerinduan...ketika Alan tanpa sadar memeluk Darren di dalam tidurnya....
Darrenpun ikut tersenyum dan tertidur....
Pagi yang indah....
Ola mulai membuka toko bunga dan menyusun bunga-bunga segar yang indah itu, ada banyak jenis bunga disini dan ia mulai mendapat pelanggan tetap..
Sementara gadis itu menyusun bunga, tampak sosok Lukas menghampirinya dan menatap Ola dengan datar...
''Selamat pagi Ola...''
''Hmm.....Lukas....''
''Aku ingin kau memilihkan bunga untukku....'' ucap Lukas sembari matanya mengitari bunga-bunga itu dengan bingung...
Ola menelusuri wajah Lukas dan berusaha menebak bunga untuk siapa..? apakah tuan Darren memintanya......
''Mengapa kau malah bingung begitu....''
Ola begitu terkejut dan memperbaiki wajahnya yang terlihat cemburu..
''Apakah untuk seorang wanita....''
__ADS_1
''Yah....''
''Siapa........'' Ola tanpa sadar lancang bertanya...
Lukas berdehem sebentar......
''Seseorang yang spesial untukku.....'' ucap Lukas membuat Ola terdiam sebentar...
Hatinya berubah menjadi kesal dan menatap bunga dengan sembaranng..
''Warna ungu saja....'' tunjuk Ola....
Lukas membeku, bukankah bunga itu biasa di tujukan untuk yang sedang mengalami kedukaan..? Lukas hanya menghela nafas di dalam diamnnya...
''Apa kau yakin....Ola...''
Ola memutar bola matanya sembarangan...ia merasa bingung, ia membenci Lukas namun ia merasa kesal jika pria ini membelikan bunga pada wanita lain..
Ola meninggalkan Lukas yang berdiri menatapnya,....
''Pilih saja sesuka hatimu, kau yang paling tau....''
Lukas mengangguk...
''Aku akan mengambil mawar putih karna dia menyukainya....dia pasti akan senang...''
Ola menoleh lagi dan hanya diam saja..ia mendekati mawar dan mengambil beberapa mawar putih dan mulai merangkainya menjadi ikatan yang indah lalu menaruhnya dalam plastik transparan dan mendekati Lukas...
''Semoga kau berhasil.....Lukas...''
''Tentu saja....dia pasti akan senang..terimakasih Ola..''
''Yah....''
Lukas lalu pergi begitu saja dan membuat gadis itu kembali memejamkan matanya dan memegang dadanya...
''Yah ampun.....mengapa ia merasakan sakit..seharusnya dia membenci Lukas...membencinya...''
Ola baru saja ingin masuk namun seseorang kembali turun dari dalam mobil..dan ia mengerutkan dahi ketika sosok Erland mendekatinya dengan senyum yang tampan..Erland tampak berbeda tanpa kacamatanya...
Deg!!!!!
Ola tertegun......
''Kak Erland.....''
__ADS_1
Erland tersenyum........
Hai...mau liat visual Erland setelah di permak yah biar gak kalah sama Lukas...liat visualnya di group chat...😘