
''Apa maksudmu...'' ucap Liam tak terima di bilang pengecut..
Sementara Nasya menatapnya penuh perhitungan...
''Yah...meski kita tidak saling mengenal namun....perlu kau ingat kita telah tidur bersama.....kau mendapatkan tubuhku dan mengapa dengan gampangnya kau...bersikap seolah di antara kita tidak terjadi apa-apa...''
Liam...membeku...hatinya merasa nyeri melihat kesedihan Nasya....
bukan karna kata-kata gadis ini namun....ada rasa sedih... bagaimanapun ia mencintai ibunya yang juga perempuan.....
Liam mengerang ketika hatinya mengingatkan dirinya tentang Alana...jika dia memilih bertanggung jawab lalu bagaimana dengan perasaannya pada Alana...?
Haruskah dia melupakan perasaan cintanya kepada Alana dan bersama Nasya...??
Liam sungguh menjadi bingung namun dia tau kalau dia harus memilih....
''Nasya.....''
''Kau mau bilang kalau kau akan memintaku untuk melupakan apa yang terjadi begitu....'' teriak Nasya keras ..
''Baik....baiklah...kalau memang kita telah melakukannya aku akan mengalah...aku akan bertanggung jawab...''ucap Liam tajam ..
Hening.......
__ADS_1
''Apa......'' desah Nasya dengan terkejut...
❤️❤️❤️❤️
Delvaro sedang berada di dalam ruangan dengan senyum kemenangan....sementara ia meletakan ponsel...sejauh ini semua rencananya berhasil...Nasya bilang kalau Liam bersedia bertanggungjawab kepadanya ...
Delvaro tersenyum dingin...sembari menatap foto milik Alana di dalam ponsel miliknya...
Alana akan menjadi milikknya...sebenarnya dia sudah tau perasaan Liam dan bagaimana pria itu begitu mencintai Alana dan begitu gigih untuk menempel pad Alana....jadi Delvaro harus menyingkirkan satu persatu penghalangnya bukan ...?
Pintu ruangannya di ketuk dan Delvaro lalu menekan tombol untuk membuka nya...
Delvaro sedikit terkejut melihat Rafael melangkah masuk dengan tatapan membunuh kepadanya ...
''Rafael......''
Pack...!!!!!
Wajah Delvaro terlempar ke belakang dan membuat sudut bibirnya sedikit terluka..... Delvaro mengusap kasar pemukaan sudut bibirnya dan membalikn tubuhnya menantang Rafael....
"Apa maksudmu Rafael....." Delvaro mengepalkan tangannya..
Rafael mendekat dan mencengkram ujung jass sang kakak dengan tatapan marah....
__ADS_1
"Kau boleh mengambil semuanya dariku Delvaro.....ambil semuanya dan hukum aku....tapi tidak Alana.....aku mencintainya...kau sangat mencintainya...kakak..." mata Rafael berkaca-kaca...sambil menahan emosinya....
Sedangkan Delvaro sama sekali tidak tersentuh dengan airmata Rafael sedikitpun...pria dewasa itu berbalik dan menghempaskan pegangan Rafael kepadanya lalu kembali mencekik leher Rafael dengan kuat dan membenturkannya ke dinding ruangan.....
"Diam kau Rafael....kau pikir aku akan melepaskan Alana....tidak...dia tak akan kulepaskan dan aku anggap dendam di antara kita sudah selesai tentang Letisia....Alana harus menjadi milikku agar aku berhenti menghancurkan dirimu..."
"Kau bahkan bisa mendapatkan gadis lain...dan tidak Alana...aku tidak bisa...."
"Jangan lupa kalau Letisiaku di rebut olehmu Rafael....."
"Aku tidak merebutnya..."
"Dan kau pikir aku percaya....kau mengodanya...padahal kau tau aku mencintainya Rafael...aku ingin kau merasakan bagaimana rasanya jika seseorang yang kau cintai direbut dengan kejam oleh saudaranya sendiri...."
Airmata Rafael mengalir ...
"Kakak....."
"Jangan panggil aku kakak sebelum kau menyerah....aku membutuhkan Alana....apakah alasan itu cukup membuatmu merasa tenang....."
Delvaro menghempaskan tubuh Rafael hingga tubuhnya jatuh membentur sofa dan Delvaro memperbaiki dasinya yang sedikit terkoyak....ia menurunkan pandangan pada sosok adiknya....
"Menyingkirlah dari jalanku atau kau....akan tau akibatnya Rafael....aku tidak pernah main-main..." desis Delvaro penuh peringatan....
__ADS_1
Sementara.... Rafael mengepalkan tangannya......
.