
Siang yang panas.....
Alea menelfon sang pengasuh yang sedang mengawasi si kembar di sekolah, Alea sedikit sibuk karna ia baru menerima pesanan lukisan dari sebuah Hotel A yang hampir jadi pembangunannya, sementara si kembar baru saja mulai sekolah paud...
Alea kembali berbicara.....
Alea : Olla....bagaimana si kembar, tolong awasi Lana karna anak itu sangat aktif...( Alea sedikit khawatir)
Olla : Baik ibu Alea, si kembar sedang berada di kelas..
Alea : Ow..bgitu,...jika sudah waktunya dia keluar bermain, jangan biarkan dia mengecohmu lagi dengan keluar ke jalan, tetap awasi Alan...aku sangat khawatir karna anak itu.....sangat nakal..
Olla : Aku mengerti ibu...tenang saja...
Alea : Bagus, telp aku jika anak itu jika dia membuat masalah....
Olla : Baik bu....
Pembicaraanpun terputus seiring Alea yang harus terus melukis, karna dia benar-benar di kejar waktu...tadi salah satu dari staff Hotel berkali-kali mengingatkan dirinya jika ia harus segera menyelesaikan lukisannya.
Alea kembali berkonsentrasi.....
****************************
Sementara di sekolah...
Tibalah saatnya bermain, semua anak-anak itu berhamburan keluar dan mulai memilih permainan masing-masing, ada yang suka ayunan, ada yang lebih suka duduk menyendiri..bercerita....sedangkan Alana merasa bosan, ia benci permainan disini,...gadis kecil itu mengibaskan rambut panjangnya dengan sedikit angkuh, dia cantik dan mewarisi kecantikan ibunya, namun tatapan matanya tajam dan menusuk jika seseorang berani mengganggunya...
''Alana..kita main disana saja..'' ucap Alan mengajak adiknya..''
Alana menggeleng enggan.....
''Aku tidak mau kakak, aku ingin eskrim di seberang jalan itu...''ucap Alana.
''No....Mommy akan marah Lana, jangan pergi kesana...kasian Olla akan mendepat masalah...''
Alana melirik tajam....
''Baiklah kakak tidak sayang padaku...'' Alana mulai menunjukan wajah memelasnya hingga Alan hanya mampu menghela nafas,....
''Lana....''
''Jangan mencoba bermain denganku....'' desis Alana lalu melangkah sendirian,..
Alana selalu mengancam jika apa yang di inginkannya tidak di turuti,....dan Alan hanya bisa menghela nafas sembari mengikuti sang adik kembar...
''Baik Alana...baik...bagaimana kalau kita mengajak Olla..''
''Tidak....Olla tidak akan mengikuti keinginan kita...kakak tau Mommy tidak menginjinkan kita keluar......''mata Alana membulat besar...
''Lalu....''
''Lakukan sesuatu kakak...aku ingin makan eskrim itu...''Alana kekeh dengan pendiriannya...
Alan harus mengikuti kata-kata sang adik, ia pun lalu mendekati sang pengasuh Olla dan memintanya mengantar ke toilet, pada saat sang pengasuh lengah..
__ADS_1
Alana keluar dari halaman sekolah...dan pergi membeli eskrim, gadis kecil itu bersembunyi di anatar mobil-mobil dan melesat menuju tempat eskrim..
Langkah Alana terhenti ketika melihat musuhnya di kelas bernama Mora.....gadis itu sedang bersama ayahnya membeli eskrim....
Sedang Alana memperhatikan bagaimana Mora di belikan ayahnya eskrim dan juga ayah Mora menciumnya dan memeluk sebelum meninggalkan tempat itu dengan mobil..
Senyum di wajah Alana menghilang, di ganti tatapan sedih...mengapa dia tidak punya Daddy, mengapa semua disini datang dan di antar ayah mereka namun hanya dia dan kakak yang di antara pengasuh....mata kecil itu mulai berkaca-kaca...
Mora mendekat dan tersenyum....
''Hai...Alana....kau mau membeli eskrim yah....kamu bisa beli sendiri, minta tolong ayahmu saja....anak kecil seperti kita tidak akan di percaya oleh penjual eskrim itu...''
Alana mengangkat wajahnya,
''Aku punya uang...aku akan membelinya sendiri..'' ucap Alana kemudian menubruk tubuh Mora..dan melangkah dengan sangat kesal...
Sedangkan Mora hanya menggeleng...sikap Alana sangat menjengkelkan...
Alana baru saja hendak membeli namun, pandangannya terhenti kepada salah satu pria yang turun dari mobil dan mendekati tempat eskrim itu, keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat...
Darren membeku, melihat tatapan seorang anak kecil yang begitu menusuk...ia sangat cantik dan entah mengapa Darren pikir mereka sedikit mirip. hari ini dia baru saja pulang dari lokasi proyek hotel yang hampir jadi...cuaca memang sangat panas..dan membuat gerah, hingga ketika Darren melewati sekolah ini dan melihat toko eskrim...dia sangat tertarik...
Darren masih menatap sang gadis kecil yang entah mengapa menyentuh hatinya dengan tatapannya..di luar dugaan, sang gadis kecil itu menghampirinya..
''Paman........''
''Yah.....anak manis,...''
Alana menatap ke tempat eskrim itu lalu kembali menatap mata Darren lagi, kali ini penuh harap,....
''Hah....'' Darren terdiam...
Namun ia mengangguk...dan mengulurkan tangannya...
''Kita harus berkenalan dulu.....siapa namamu anak cantik....''
''Alana...namaku Alana, aku punya kakak kembar bernama Alan..kami sekolah disini...''
''Waahh...namamu indah sekali....baiklah nama Paman Darren Hugo kau bisa memanggilku paman Darren...''ucap Darren tertarik dengan gadis kecil ini...
Alan mengangguk tersenyum, dia menyukai paman tampan ini...
''Baiklah paman Darren bisakah paman membelikan untukku..'' sambil berkata Alana memberikan uang kertas untuk Darren
Pria itu tersenyum.....
''Kali ini paman akan mentraktirmu bagaimana.....''
''Benarkah...paman baik sekali...'' Alana melompat...
Darren tersenyum lagi dan mengulurkan tangan, ia merasa langsung dekat dengan gadis kecil yang istimewa ini terlebih mereka sangat mirip....Alana lalu membalas uluran tangan Alana dan mereka melangkah bersama...menuju toko eskrim..
Alana menyeret paksa Darren untuk membeli hampir semua rasa eskrim yang ada di toko itu...
''Tidak...tidak Alana, jangan banyak-banyak nanti Alan sakit....''
__ADS_1
''Paman...ayolah...''
Darren mengangguk pasrah...
''Tapi satu saja okey..''
''Okey,....''
Sementara sang pemilik toko melihat keb ersamaan Darren dan Alana hanya tersenyum lalu mendekati mereka..
''Permisi tuan, anda dan putri anda begitu mirip,....''
Deg!!!
Kata-kata sang pemilik Eskrim membuat sesuatu di dada Darren nyeri...ia kembali menatap Alana yang masih asik menatap eskrim namun memegang jarinya dengan kuat...
Darren tersenyum...
''Terimakasih, aku akan membayar.....''ucap Darren tersenyum..
Akhirnya Darren dan Alana keluar dari toko eskrim, dengan saling menggenggam tangan, mereka benar-benar mesra seperti pasangan ayah dan anak lainnya, Alana tidak berhenti tersenyum dengan memegang kotak eskrim...
''Siapa yang akan menjemputmu Alana..'' ucap Darren ketika mereka sudah berada di depan gerbang sekolah..
''Mommy....'' jawab Alana singkat..
Darren mengangguk...sedikit ragu menanyakannya namun...ia merasa harus bertanya...
''Dimana Daddymu...''
Alana menghentikan aktifitas makan eskrimnya...
''Kata Mommy, daddyku dan kakak sudah di surga...oya paman...mengapa Daddy di surga lama sekali...mengapa tidak turun untuk mellihatku apa dia tidak merindukanku..''
Darren membeku.....ketika melihat mata gadis kecil ini berkaca-kaca...
''Sayang......paman rasa...''
''Aku juga ingin Daddy,....aku ingin setiap hari dia membelikanku eskrim...seperti Mora, dia punya Daddy dan setiap heri mereka selalu kesana untuk membeli eskrim tapi aku....aku tidak punya......'' tangis Alana tiba-tiba pecah...
Yang entah mengapa tangisan itu seakan meremukan hati Darren...
pria itu segera meraih Alana dan memeluknya dengan erat......
Alanapun menangis di bahu Darren......
Oh...Tuhan, mengapa dia merasakan bahagia ketika tubuh kecil ini berada dalam pelukannya...harum khas anak-anak membuat Darren menjadi candu hingga mata Darren menjadi basah...sekali lagi ia tidak mengerti mengapa ia memeluk Alana..
''Jangan sedih paman akan datang besok bagaimana....''
Alana mengangguk lagi...ia tersenyum....
''Janji.......''
''Ya,.....janji Alana.....'' Darren tersenyum.....
__ADS_1