
Lisa membeku ketika melihat Devan berada di dalam kamarnya di tengah malam...
''Devan....''
''Sssttt.......''bisik Devan dengan sangat pelan....
''Apa yang terjadi.....''
Lisa beranjak duduk dn Devan menatapnya dengan tajam....
''Aku ingin memberitahumu sesuatu Lisa tapi kau harus berkerja sama denganku....apa kau mengerti.....'' suara Devan terdengar pelan..
Dan Lisa pun menganggukan kepala, mengapa dia merasa sedang berada di dalam situasi penculikan...??
Devan lalu membisikan sesuatu di telinga Lisa hingga gadis itu hanya melebarkan matanya dengan tak percaya...lalu setelah Devan membisikan sesuatu kepadanya Lisa membeku...airmatanya menetes...ia menatap Devan dengan suara yang serak..
''Apakah itu mungkin...''
Devan mengangguk...
''Aku tau kegilaan Luke..jadi bersiaplah untuk pergi...aku telah mengatur semuanya, dan kau harus melakukan hal itu Lisa...atau kau tak akan selamat..''
''Aku mengerti tuan Devan....terimakasih...''ucap Lisa menundukan kepalanya...
Saat itulah Devan meraihnya di dalam pelukan dan memeluknya erat...
''Semua akan baik-baik saja....Lisa...aku mencintaimu...''
''Yah....aku tau..'' balas Lisa mengangguk patuh...
''Bersikaplah seperti biasa....''
__ADS_1
Lisa menganggukan kepalanya mengingat setiap perkataan Devan dengan sangat baik lalu membiarkan pria itu pergi.....
Lisa menundukan kepalanya airmatanya jatuh menetes di wajahnya....Lisa begitu terpukul mendengar ucapan Devan kepadanya...
***********************
Pagi Harinnya.....
Lisa baru saja mandi dan berulangkali ia menghela nafas mencoba menahan semua perasaan sedihnya...kata-kata tuan Devan terus saja menari di kepalanya...hingga Lisa tak mampu lagi untuk menahan dirinya..
Melangkah ke arah cermin, langkahnya terhenti ketika mendengar pintu yang terbuka....Luke berdiri disana dengan tatapan yang dingin tak terbaca....
''Lisa...''
Lisa menghela nafas,...mencoba menguatkan hatinya kali ini...
ketika Luke mendekatinya dengan tatapan membara...pria ini bahkan membiarkan dirinya bertel*njang dada dan menampakan dada bidangnya di hadapan Lisa...
Luke tak mampu menahan rasa cemburunya ketika melihat Devan keluar dari kamar Lisa..sebenarnya semalam Luke ingin mendatangi Lisa namun terhenti karna melihat Lisa bahkan mengantar Devan sampai ke pintu...
Dan ia tak dapat memejamkan matanya sedikitpun...semua bayangan Lisa dan kemungkinan yang terjadi di kepalanya selalu menari-nari di kepalanya...
Luke mengepalkan tangannya sementara Lisa berdiri dan menatapnya tanpa ragu..ia bahkan sudah siap dengan kemungkinan terburuknya.....
''Aku hanya merasa gerah dan ingin mandi...''
Luke tersenyum lalu mendekat...
''Kau harum sekali.....apakah semalam semuanya begitu indah,...berapa kali kau melakukannya, sekali, dua kali atau tiga kali...''
Deg!!!!
__ADS_1
Lisa menatap kedua mata Luke yang begitu kejam...dan mengangguk...
''Bukankah Devan kekasihku....jika aku tidur dengannya maka itu tidak akan menjadi masalah...''
''Benarkah.bagimu tidak masalah...bagus...kalau begitu aku juga menginginkanmu sekarang....apa itu tidak akan menjadi masalah........''
Hening...
Ketika mata Lisa menjadi panas....
''Luke....apa kau benar-benar menginginkan tubuhku...''
''Yah...meski aku tau kau hanya seorang pelayan rendahan tapi bukankah tidak masalah jika aku juga merasakan tubuh rendahanmu yang mampu memikat Devan atau mungkin...karna kemiskinanmu kau telah menjadikan itu sebagai pekerjaan....'' hina Luke kasar...
Lisa tersenyum, walau matanya menjadi basah....
''Terserah padamu Luke....''
''Jadi itu adalah kebenaran dirimu....Lisa....''
''Aku mencintaimu.....Luke West...''
Deg!!!!
Hening ketika Luke juga tak mengerti mengapa Lisa mengatakan hal ini kepadanya, ucapan Cinta....?
''Lisa kau sangat pintar dan aku..akui aku sempat percaya....''
''Aku tak akan mengulangi ucapanku Luke jadi...lakukanlah semua yang kau inginkan...''
Luke membeku ketika Lisa menjatuhkan jubah mandinya di lantai kamar.....
__ADS_1
Luke melonggarkan tenggorkannya.....