Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Dendam Elif


__ADS_3

Elif duduk di balik meja kerjanya,sementara pintu ruangannya di ketuk dengan sedikit terburu-buru..


gadis itu menekan tombol di atas meja kerjanya dan pintupun terbuka,..


''Naya.....''


Seorang gadis muda yang menjadi asisten juga bodyguardnya melangkah masuk dan menundukan kepalanya..


''Nona Elif...ada berita buruk...''


''Apalagi Naya..jangan bilang kalau kau gagal...''


Naya mengangkat tangannya...ia terlihat membenarkan pernyataan sang nona mudanya..


''Sial....hanya seorang Liam West kalian tak bisa melenyapkan dirinya bagaimana mungkin..''


''Nona..bukan hanya itu anak buah kita yang di tugaskan untuk membunuh tuan Liam juga tertangkap...''


Elif mengerang dengan sangat marah...lalu iapun berdiri dan mendekati Naya...


''Perintahkan anak buah kita untuk melenyapkannya sebelum semua terlambat aku tak ingin gagal Naya...''


''Baik nona Elif, akan kulakukan....''


Naya hendak pergi namun.,..Elif kembali memanggilnya...hingga gadis itu menoleh..


''Bukankah Liam akan meluncurkan Hotelnya yang baru...''


''Benar....''


''Bagaimana kalau kita memasang sesuatu disana hingga Hotel itu hancur,...''ucap Elif penuh senyuman lembut..ia benar-benar terlihat seperti psikopat yang manis...


Naya menghela nafas, menghancurkan pembangunan Hotel yang hanya tunggu peresmiannya saja akan mampu membuat seorang Liam West murka tidak salah lagi namun, Liam tak akan melepaskan mereka..


''Nona Elif..tapi bukankah terlalu beresiko..tuan Liam akan marah...'' suara Naya tertelan di tenggorokannya ketika Elif mendekatinya dengan senyuman mengerikan..


Gadis itu segera mencengkram lengan Naya dan menatapnya tajam...


''Lakukan itu sekarang Naya....aku ingin melihatnya hancur....itu bahkan belum seberapa atas rasa malu dan penghiatan yang di lakukan ayahnya pada ayahku Devan...aku tak akan melepaskannya...hancurkan segalanya dan buat segalanya seperti kecelakaan...'' desis Elif penuh peringatan...


Wajah Naya begitu pucat karna ketakutan...


''Nona Elif...''


'Jika kau gagal kali ini maka aku tak akan membiarkanmu menikmati hari esok Naya...'' ancaman melalui mata Elif terlihat mengerikan...hingga Naya menganggukan kepalanya dengan cepat..


Yah....ia harus segera melakukan apa yang di perintahkan oleh sang nona....yah..sejak orangtua nona Elif meninggal dua tahun lalu nona Elif tumbuh dalam dendamnya yang membara pada keluarga West...tuan Devan menceritakan semua dendamnya dengan maksud hanya berbagi pengalaman hidup namun bagi Elift ia tidak terima jika ayahnya pernah di hianati sahabatnya terlebih lagi ada bekas luka tembak yang menjadi kenangan pahit....Elift akan membalas dendam..


*************


Liam membuka pintu rumahnya dan menemukan Naysa sedang menonton televisi..ia sangat lelah hari ini...terlebih dalam mengungkap pencarian terhadap Elifia Devan...yah gadis itu bahkan menyuruh orang untuk menghabisinya..bagaimana bisa dia begitu berani...padahal mereka belum mengenal sama sekali namun Elif punya nyali untuk membunuhnya...?? cih....Liam berjanji akan mendapatkaan informasi apapun dan segera menangkap gadis lancang itu..

__ADS_1


''Nasya.....''


Gadis itu menoleh...


''Liam....''


''Apakah kau sudah makan..mengapa belum tidur..'' tanya Liam duduk di samping Nasya..


Gadis itu tersenyum lalu menatap Liam dengan lembut,....


''Aku ingin bicara kepadamu Liam...''


''Hah......yah...bicaralah....kau adalah calon istriku kita akan segera menikah...''


''Ehm...tentang pernikahan...aku ingin mengatakan kepadamu kalau aku tak bisa menikah...''


Hening.....


Liam mengerutkan kening...


''Mengapa....maksudku adalah, kau juga tau pernikahan ini adalah bukan sungguh-sungguh...''


''Aku tau Liam....aku sangat tau karna itu aku ingin bicara...''


Liam menghela nafas..bagaimanapun dia mulai terbiasa dengan kehadiran Nasya di sisihnya..bagaimanapun ini akan berat karna sepertinya Nasya tak ingin lagi meneruskan rencana pernikahan mereka..


''Katakanlah..aku akan mendengarkan...''


''Kau pun tau keadaan keluargaku Liam, aku bersykur kau membawaku pergi jauh dari mereka dan aku tak berhenti mengingatkan diriku kalau kau adalah penyelamatku....''


Liam menganggukan kepalanya...


''Katakan saja dengan jujur apa maumu Nasya...aku pasti akan menurutinya...''


''Aku tak bisa menikah denganmu Liam....''


Deg!!!!


''Apa maksudnya...Nasya...''


Nasya mengehla nafas...


''Aku ingin keliling dunia dan berpetualang, aku tak bisa terikat dalam pernikahan Liam...aku bisa....''


''Kau akan pergi itu maksudmu...kau juga tidak menginginkan perikahan ini...'' sambung Liam..


''Yah.....aku tak sabar lagi untuk berpetualang, aku masih muda dan aku bahkan bisa melakukan apapun di masa mudaku dan pernikahan terlalu berat....''


Liam memijit pelipisnya ia pun menganggukan kepala meski kehadiran Nasya selama ini sudah sangat mempengaruhinya namun, Liam tak akan menunjukan perasaannya..ia sedikit kehilangan namun itulah yang terbaik..wanita bukan lagi menjadi prioritasnya sejak ia kehilangan Alana yang lebih memilih Delvaro.,...jadi baginya tidak masalah, lagipula tak pernah terjadi apapun di anatara mereka..


''Baiklah.....kalau itu adalah kemauanmu Nasya maka pergilah aku akan mendukung semua langkahmu dan mengenai pernikahan kita akan kubatalkan dan aku akan menjelaskan semuanya pada keluarga besar kita...''

__ADS_1


Hening.....


Nasya sedikit terkejut dengan reaksi dingin Liam, yah...mengapa semua jadi begini....??


Liam tersenyum lalu bangkit berdiri...


''Katakan pada pelayan untuk membantumu berkemas Naysa..aku sedikit sibuk dan aku lelah..''


Liam melangkah menuju lift dan menghilang disana....sementara Nasya membeku, yah....mengapa jadi begini ia hanya mengetes Liam....tadinya dia pikir Liam akan memohon padanya untuk tidak pergi karna Nasya yakin Liam sudah jatuh cinta padanya tapi....wajah Naysa menjadi pucat..


Bagaimana sekarang....?? oh...sial sekali mengapa dia melakukan ide konyol ini...?? Naysa mengerang kesal..


*************


Hari yang buruk....hari ini ada seorang pria yang hampir membunuhnya lalu Nasya membatalkan pernikahan walau sebenarnya Liam sudah sangat menyukai Nasya...meski belum terlalu dalam...


Pria itu melangkah menuju balkon dan berdiri disana sambil menatap sekitar halaman rumahnya yang damai..yah..dia sudah tinggal sendiri membeli rumah besar ini di kota yang sama dengan orangtuanya Luke dan Lisa,....karna akan menikah namun ironisnya kini semuanya hancur tak berbekas...


Ponselnya berdering dan membuat Liam segera mengangkatnya...dan berita yang di terimanya mampu menjungkirbalikan dunianya...


''Apa maksudmu...Hotelku hancur...dan itu perbuatan Elif Devan.'' teriak Liam dengan sangat murka...


Cukup...kali ini wanita itu sudah keterlaluan, ia telah berani membuat sisi gelap Liam bangkit dengan cepat...


Pria itu segera meraih jassnya dan melangkah turun dengan terburu-buru....


dan ketika dia keluar dari lift,...Nasya mencegatnya di pintu...


''Liam.....aku ingin bicara...''


''Apalagi Nasya...aku sedang buru-buru...''


''Aku sebenarnya hanya bercanda tentang kepergianku...aku hanya mengerjaimu aku....''


Ucapan Nasya terhenti ketika dengan marah Liam mencengkram kedua lengannya dan menatapnya dengan tajam...


''Kau pikir aku adalah pria labil sepertimu...? kau pikir aku bisa kau permainkan....''


Airmata Nasya menetes...


''Liam,......''


''Dengar baik-baik Naysa....pergi dari rumahku secepatnya, ketika aku pulang nanti aku tak mau melihat wajahmu disini atau kau akan menerima kemarahanku...''


''Tapi Liam......aku hanya bercanda...''


''Tapi aku tidak Nasya....hubungan kita berakhir....jangan pernah datang kembali karna aku tak akan pernah memberimu kesempatan kedua..''


Liam menghempaskan pegangan Nasya dengan dingin lalu segera melangkah keluar dari rumah besar meninggalkan Nasya yang hanya terdisam dengan airmata penyesalan....


Aku mencintaimu Liam......desah Naysa menyesal..

__ADS_1



__ADS_2