
Luke mendekati Lisa dan tersenyum, mereka akan sama-sama menghadiri sebuah pesta dansa yang di adakan oleh kerabat Devan, Luke sedikit menyesal ini pesta yang indah namun sayangnya...Lisa bukanlah pasangannya...
Ketika Luke mendekat...Lisa mulai mengatur jarak,...ia menundukan kepalanya dengan hormat...
''Tuan Luke.....jangan terlalu dekat denganku, jika tuan Devan melihat bukankah dia akan salah paham....'' Lisa menatap tajam ke arah Luke..
''Lisa....apakah kau marah padaku...'' ucap Luke sedikit tidak rela ketika Lisa mulai menjauhinya...
Lisa menoleh dengan mata berkaca-kaca...
''Aku akan selalu mengingatkan diriku...hatiku, bahwa..apa yang kau lakukan padaku, itu bukanlah sebuah perasaan...namun, hanya nafs* sesaat...kau hanya penasaran padaku seperti sebuah barang baru yang segelnya belum terbuka.....dan kau segera bosan...''
Luke mengerang....
''Lisa aku minta maaf, aku tau apapun yang aku katakan tak akan bisa merubah keadaan...aku tau kau...kecewa kepadaku tapi Lisa...aku bukanlah pria yang pantas untukmu...masa laluku terlalu gelap...''
Lisa tertawa walau airmatanya menetes...ia memandang Luke dengan kesakitan yang dalam....
''Kau berlindung di balik dosamu....yah...aku mengerti dan bisakah kau menjaga jarak..ini terasa menyesakan aku ketika ucapanmu selalu berbeda dengan tindakanmu..mulai sekarang, menjaulah....''
Luke mengangguk...lalu bergerak mundur dan memalingkan wajahnya...
__ADS_1
''Kau tidak mengerti siapa diriku yang sebenarnya....jika kau tau siapa aku yang sebenarnya maka kau akan berpikir 1000 kali untuk menyukaiku Lisa...begini lebih baik...aku merelakanmu bersama Devan dan aku tidak akan mendekatimu lagi...''
Luke lalu meninggalkan Lisa sendirian di pintu kamar dengan airmata yang menetes...gadis itu lalu mengepalkan tangannya dengan kuat...lalu kembali ke dalam kamar miliknya untuk memperbaiki riasannya agar Devan tidak curiga padanya,...
Lama Lisa merenung di depan cerminnya....mengapa ia harus menyukai Luke yang jahat itu.,..mengapa hatinya menjadi buta...
Kau benar-benar bodoh Lisa.......berhentilah memikirkan dirinya...
***********************
Lisa turun dari tangga bersama dengan Devan, sementara di bawah tangga sudah ada Safia yang menggandeng tangan Luke,....kali ini berbeda...Luke dan Lisa tidak saling menatap dan mereka berusaha menghindari tatapan sebisa mungkin...
''Yah....terimakasih Safia kau juga sangat cantik....''
Keduanya saling melemparkan senyuman...sementara Luke tak sedikitpun menatap ke arah Lisa...ia tak ingin menyakiti Lisa lagi....
''Bagaimana kalau kita pergi saja,....'' ucap Devan tersenyum,...
''Yah...aku tak sabar..'' ucap Lisa mengalungkan tangannya di lengan Devan dan melangkah lebih dahulu, mau tak mau pemandangan itu membuat Luke gerah..
Pria bertubuh kekar itu lalu melonggarkan tenggorokannya yang tercekat....sementara Safia hanya menggelengkan kepalanya merasa lucu melihat Luke yang cemburu..
__ADS_1
''Tenanglah Luke...aku akan membantumu nanti..'' bisik Safia yang hanya di balas senyuman pasrah Luke...
**********
Sebuah pesta megah dengan lantai dansa yang luas, Devan memperkenalkan mereka pada kerabatnya yang punya acara..mereka memang suka mengadakan pesta dansa hanya untuk bersenang-senang,....
Lisa lalu di perkenalkan dengan keluarga Devan, dan mereka menyambutnya dengan baik...meski ada beberapa yang memandangnya dengan cemburu....namun itu bukan masalah...
Mereka berempat lalu duduk bersama sementara lagu dansa romantis di putar....Safia menatap Devan...
''Bagaimana kalau kita bertukar pasangan...? bisakah aku berdansa dengan seorang tuan Devan dan Luke berdansa dengan Lisa...''ucap Safia dengan berani...
Devan sedikit terkejut namun mengangguk..
''Baiklah...''
Safia lalu berdiri mengedipkan matanya kepada Luke..sementara Lisa memalingkan wajahnya, ia tak ingin berdansa dengan Luke, sampai pria itu berdiri dan meraih Lisa berdiri dan setengah memeluknya...
''Berdansalah denganku Lisa...''
Deg!!!!!
__ADS_1