Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kau Tak Bisa Pergi


__ADS_3

Alan masih menghimpit tubuh Kanaya di dinding kamarnya, kedekatan yang tiba-tiba ini mampu menghadirkan perasaan asing di dalam diri Alan yang masih tidak di mengertinya..


Sejak semalam ia tak bisa tertidur nyenyak..kata-kata Kanaya yang ingin pergi darinya mampu membuat hatinya terbakar,...hari ini kebetulan sepi karna Mommy sedang pergi dan Daddy belum pulang...hingga Alan bisa leluasa mengancam Kanaya..


Gadis 18 tahun itu mengerang ketika Alan menatapnya tajam..


''Ada apa...''


''Beraninya kau ingin pergi dari rumah ini...lalu apa yang akan terjadi...apakah kau akan membiarkan orangtua kita menyalahkan aku karna semua perbuatanmu..'' suara Alan meninggi sangat marah..


Mata Kanaya berkaca-kaca..


''Aku akan membari penjelasan pada mereka... kau tenang saja aku tak akan melibatkanmu dalam hal ini..''


Alan tertawa dingin...


''Perjodohan ini sudah di lakukan sejak kau di lahirkan jadi jangan pernah bermimpi melepaskan diri....''


Kanaya menegakan tubuhnya berdiri menantang mata Alan yang terlihat tajam..kepadanya..


''Lalu kau mau apa Alan...kau sama sekali tak menyukaiku..begitu pun sebaliknya Alan...aku sama sekali tidak menyukaimu bukankah ini lebih baik kalau kita berdua menyerah dengan perjodohan ini...bukankah lebih baik kita saling menjauh.....''


''Apa maksudmu kau akan menggunakan kesempatan ini untuk mendekati pamanku David...''


Deg!!!!


Mengapa Alan bisa tau jika selama ini Kanaya menyukai kak David...bagaimana mungkin Alan bisa curiga,..tidak Kanaya tak akan membiarkan siapapun membaca perasannya yah,...perasaan ini adalah miliknya sendiri...


''Itu bukan urusanmu Alan,...''


Alan mengeraskan wajahnya...


''Bukan urusanku..benarkah....ayo ikut aku sekarang.....''


Alan yang terlalu marah menarik jemari Kanaya keluar dari kamar dan menuruni lantai 1 dengan lift dan membawanya menuju mobilnya,..beberapa pelayan hanya menatap dalam diam pada wajah Alan yang mengeras..


Alan mendorong tubuh Kanaya masuk ke dalam mobil dan membanting pintu dengan keras lalu pria itu masuk dan tak lama kemudian mobil meninggalkan kediaman Darren Hugo..


Kanaya menatap Alan yang tampak marah namun ia tak mengerti mengapa Alan harus marah..?


''Alan...kau mau membawaku kemana...Alan.....''


''Aku ingin menyadarkanmu bahwa kau tak bisa seenaknya membatalkan perjodohan kita...''


Mata Kanaya melebar...


''Lalu kita akan tetap menikah meski kita tidak saling mencintai...''


''Yah....pernikahan akan tetap di lakukan meski...tak ada cinta..kau hampir lulus bukan...kita akan menikah setelah itu...''


''Aku tidak mau....aku tidak mau menikah denganmu Alan...aku bahkan tak berani membayangkan kalau kita hidup bersama selamanya...tidak....'''

__ADS_1


Alan menoleh dengan sinis..


''Bagaimana kalau pamanku yang mengajakmu menikah...aku jamin kau tak akan menolak...''


Kanaya sungguh kesal sekali pada Alan yang begitu egois...dia bersikap kasar namun ironis ketika Kanaya ingin pergi dia malah marah dan bereaksi kasar...sungguh Kanaya tak mampu lebih lama lagi hidup dengan Alan...


''Yah...kau benar...aku sudah lelah menyimpan perasaanku...aku menyukai kak David sudah lama...dan satu-satunya pria yang aku ingin nikahi adalah kak David dan bukan kau....'' jerit Kanaya dengan nafas memburu karna emosi..


Dan....kata-kata Kanaya sanggup membakar Alan sampai habis....pria itu menginjak pedal gass dan membuat mobil semakin kencang menuju sebuah apartemen miliknya....


Apartemen itu hanya sebagai tempat singgahnya dan hanya ia gunakan ketika sedang suntuk dengan berbagai pekerjaan yang mengharuskannya berkonsentrasi penuh dalam berpikir atau mengumpulkan ide..


Dan saat ini Alan ini membuat gadis ini mengerti jika...yang telah menjadi miliknya tak akan di biarkan pergi darinya...Alan tak akan membiarkan dirinya di permalukan....apa kata keluarganya dan semua sahabatnya jika Kanaya menjadi milik pamannya David...??


Alan tak akan membiarkannya.....Kanaya adalah miliknya dan tak ada yang bisa merebutnya...meski saat ini ia tidak mencintai Kanaya namun...Kanaya tak akan di ijinkan Alan untuk pergi dan mempermalukannya...


Alan adalah putra Darren Hugo, dan dia tak pernah kalah.....Alan membelokan stir mobil memasuki kawasan apartemen mewah milikknya hingga membuat Kanaya gusar...Alan lalu keluar dari mobil dan tak lupa menarik Kanaya bersamanya...


''Alan......''desah Kanaya mengerang sedikit gemetar menatap gedung tinggi di depannya..


''Aku tak punya banyak waktu...ikut aku...''


Kanaya tak mampu menolak ketika Alan menarik paksa dirinya menuju lift dan masuk ke dalamnya..


Keheningan yang mengerikan membuat Kanaya merasa sesak nafas..berjuta pikiran buruk mulai menguasai pikirannya...


Kanaya berusa menguatkan dirinya dan berpikir positif...Alan mungkin mengajaknya kesini agar pembicaraan mereka tidak terdengar oleh siapapun....


Alan menarik tangan Kanaya keluar lalu menekan pasword di gagang pintu, lalu tak berapa lama kemudian..pintu terbuka dan Alan membawa Kanaya masuk...gadis itu membeku di tengah ruangan ia menatap Alan yang sedang membuka jassnya berikut dasinya...lalu menggulung kemejanya...


Kanaya melonggarkan tenggorokannya...


''Alan........''


Alan menaikan sudut bibirnya lalu mendekati Kanaya yang pucat pasi...


''Tak ada yang bisa lepas dariku jika aku sendiri tidak melepaskannya...termasuk kau Kanaya...''


Airmata Kanaya menetes...


''Apa maksudmu,.....'' bibir Kanaya bergetar...


Sementara Alan menarik kaosnya untuk tenggelam kedalam pelukan Alan...


''Kau adalah milikku Kanaya, karna itu kau tidak bisa pergi.......''


Deg!!!!


**********


Delvaro masih berdiri di tempatnya..masih terpesona dengan sosok Alana yang begitu menghipnotisnya hingga Alana berhenti di hadapan pria itu dan menaikan sudut bibirnya..

__ADS_1


''Delvaro....apakah kau menunngguku terlalu lama...''


Bagai tersihir...Delvaro menggeleng..


''Hanya beberapa menit Alana...itu bukan masalah...''


''Bagus...karna kita akan menuju Mall dan butik,....ayo Delvaro...''


Alana melangkah lebih dahulu dan meninggalkan Delvaro yang seakan baru tersadar..pria itu membalikan tubuhnya dan matanya menajam menatap lekuk tubuh Alana dari belakang yang begitu mulus...dan menaikan sudut bibirnya..


Alana yang sempurna....


Delvaro melangkah mengikuti Alana dengan senyuman..


********


Kejadian yang sama kembali terulang dan kali ini membuat Delvaro tak bisa lagi menoleransi sikap Alana yang entah sengaja atau tidak mengerjainya...


ketika gadis itu sedang memilih gaun, Delvaro menangkap tangannya dan membawanya untuk mengecup punggung tangannya..


''Cukup Alana...''


Alana menaikan sudut bibirnya...


''Tidak...aku belum membeli apapun....'' ucap Alana protes,...


''Tidak...sudah hampir 4 jam total waktu itu artinya dalam satu setengah jam kau tidak membeli apapun Alana...bukankah itu keterlaluan...''


''Aku belum menemukan yang pas...''


Delvaro menyipitkan matanya...


''Kau sengaja mengerjaiku yah......''


''Tidak.....aku tidak.......''


Delvaro mengeraskan wajahnya...


''Kau sangat berani Alana sayang....''


Alana belum sempat menjawab karna tubuhnya terangkat ke udara...Delvaro menggendongnya ala bridal Style dan membawa Alana keluar dari sana..


Betapa malunya Alana dia sampai menutup wajahnya dengan tangan..


''Kau harus mendapatkan hukuman.....'' bisik Delvaro menaikan sudut bibirnya...


''Delvaro...sialan...turunkan aku......''jerit Alana marah....


Namun Delvaro seakan tuli dengan panggilan Alana kepadanya..


Deg!!!!

__ADS_1


__ADS_2