
Genka gemetar mendengar angka penawaranyang di katakan oleh Kenan saat ini sampai iapun hanya menggeleng...
''Astaga kau masih saja berpikir untuk menawarku..bajingan...''
Genka terkejut ketika Kenan meraih tubuh Serena ke dalam pelukannya dan menatapnya tajam...
''Beraninya kau sengaja memfitnahku...siapa kau apa kau.....''
''Lepaskan aku....kau benar-benar hanya bisa melawan perempuan..dasar kau....''
Kenan mendekatkan wajahnya melum** bibir Genka yang berani memfitnahnya...menciumnya dengan sedikit kasar...
Genka meronta sekuat tenaga karna kuatnya pria ini menciumnya...bibir Kenan terus saja mengul** bibir Genka sampai gadis itu mengerang, menghis*pnya seakan menghukum lalu melepaskannya...
Nafas keduanya memburu, di sela gairah yang sempat menyala...Genka sungguh tak menyangka betapa bejatnya pria bernama Kenan ini...
''Brengsek...''
Genka mendorong tubuh Kenan menjauh dan segera berlari keluar dari restoran, bahkan ia menjadi tontonan beberapa pengunjung yang melihat bibirnya yang sedikit bengkak karna ciuman singkat itu...
Genka terus berlari dan berlari hingga berhenti di tengah jalan, dan tepat di saat yang sama seseorang menariknya masuk ke mobil dengan cepat...
*********
Kenan tersenyum ketika meraih ponselnya memindahkan gambar wajah gadis yang di ciumnya tadi...Kenan selalu memasang kamera di balik lipatan jaasnya untuk memudahkann ia merekam lawan bicaranya dan tidak ia sangka malah bertemu dengan sosok Genka...
Kenan lalu menelfon seseorang setelah sebelumnya mengirim gambar gadis itu...
''Aku ingin kau.....mencari jejaknya untukku, asal usulnya..aku ingin tau semua tentangnya..bisakah kau melakukan dengan cepat...''pinta Kenan tak sabar..
Setelah selesai menelfon, Kenan kembali duduk dengan santai dan melanjutkan makannnya yang sempat tertunda akibat ciuman panas mereka yang singkat...pria itu tersenyum seraya menggeleng..
''Aku akan menemukanmu Genka........''
*****************
Genka begitu terkejut ketika wajahnya di tampar dengan kuat..
Pacckk!!!!
Tubuhnya jatuh membentur lantai dan darah segar keluar dari bibirnya...rambutnya kembali di jambak...
''Bukankah kau tinggal menusuknya saja..mengapa kau malah bengong hah...''
Luke berdiri dengan kegeraman kepada adik tirinya, betapa murkanya dia melihat Genka gagal membunuh Kenan sesuai kesepakatan mereka, padahal di tangan gadis ini sudah ada pisau di tinggal ia menghujamnya pada tubuh Kenan lalu pria itu akan selesai namun Genka malah membuat semakin kesal saja,..dengan membiarkan Kenan menciumnya..
''Kakak...maaf...''
''Maaf...yah...kau benar-benar tak berguna seperti ibumu itu Genka...''
__ADS_1
Gadis itu tertunduk dan mulai menangis, hatinya akan sakit sekali jika Luke terus mengungkit kesalahan sang ibu..
Yah..ibu Genka menikah dengan ayah Luke, namun pada akhirnya sang ibu membawa lari harta milik ayah Luke..dan membuatnya menjadi sandra dan di siksa menjadi pembantu dirumah keluarga Luke...
sejak saat itu Luke selalu memaksanya untuk melakukan hal gila yang di perintahnya, termasuk mendekati seorang Kenan Renov,..
Genka di keluarkan dari sekolah asrama oleh Luke demi misi membunuh Kenan...dan ia di larang gagal...
''Kakak...aku mohon maafkan aku, tapi aku tak bisa membunuhnya aku takut...''
Kata-kata Genka semakin membuat Luke hilang kesabaran...pria itu mendekati Genka dan mencengkram leher gadis itu dengan kuat,...
''Lihatlah jika kau tidak melaksanakan perintahku maka aku akan menghentikan pengobatan ibumu di rumah sakit aku akan membunuhnya dengan segera..''
Genka menggeleng dan memohon ampun, ia memeluk kaki Luke dengan gemetar,
''Aku mohon jangan kakak, bagaimana kalau aku mendekatinya, membuatnya jatuh cinta lalu menghancurkannya..bukankah itu lebih sakit dari kematian...'' ucap Genka membujuk..
Senyum di wajah Luke terbit...ia menundukan tubuhnya sejajar dengan Genka...meraih dagu gadis cantik itu...
''Baiklah...aku setuju dan memberimu kesempatan terakhir Genka....aku akan mengawasimu jika sampai kau terjebak maka aku....akan menjual tubuhmu di tempat pelacuran...''
Genka mengangguk dengan cepat..
''Aku akan melakukannya kakak...aku mohon beri aku kesempatan...''ucap Genka dengan wajah yang tertunduk sampai ke tanah..
''Hahahaha.....aku akan menghancurkanmu Kenan, kau selalu menempel pada Alea dan itu membuatku tak tahan....Alea..akan menjadi milikku...'' desis Luke dengan geraman yang tertahan...
Sedangkan Genka sungguh ketakutan..ia sampai gemetar..dan menunduk ketakutan....
***************
Luke membuka pintu dan tersenyum melihat sosok Alea sedang sendirian di rumah...setelah menghilang hampir seminggu wanita yang begitu ia rindukan akhirnya kembali...
''Alea....''
Alea membeku mendengar suara itu dan memejamkan matanya sebentar,...ia sampai gemetar karna takut...namun mencoba bertahan...
Alea menoleh dan tersenyum.......
''Hai Luke........''bisik Alea dengan senyuman manisnya...
Luke melangkah mendekat,...tanpa banyak bicara Luke meraih tubuh Alea dan memeluknya...namun wanita itu buru-buru mendorong tubuh Luke...
''Mengapa kau memelukku...'' ucap Alea tak nyaman...
Seolaha baru sadar apa yang di lakukannya Luke kemudian melepaskan pelukannya...dan mengusap wajahnya...
''Aku hanya terlalu terkejut...dan rindu...
__ADS_1
''Rindu....'' ulang Alea mengerutkan kening dengan heran...
''Bagaimana Darren..mengapa dia belum...''
''Meninggal maksudmu..'' ucap Alea sedikit kesal....
Luke tersenyum...
''Aku tidak bermaksud...''
''Dia belum membaik jadi Luke...bisakah aku meminta bantuanmu kali ini..''tatap Alea penuh harap....
Luke tersenyum dengan cerah...tentu saja apapun untuk Alea akan di lakukan oleh Luke.,..ia mendekat...
''Katakan...''
Alea membalikan tubuhnya, sialan Darren dan Kenan, mereka menjadikannya umpan...karna mereka harus mencari satu bukti penguat sebelum menyerahkan Luke ke kantor polisi dan membuatnya mendekam di penjara selamanya... dan bukti itu di sebunyikan di dalam kamarnya yang selalu terkunci, bahkan para pelayan tak bisa masuk kesana tanpa ijinnya..
Alea mendekat pada Luke....
''Aku lelah dengan suamiku yang tidak juga sembuh dari sakitnya jadi Luke...aku sedikit ingin menikmati udara luar seperti pantai...apakah kau...''
''Aku akan mengantarmu Alea...ada pantai yang indah....bagaimana kalau kita kesana...''
Luke menganggukan kepalanya....
''Baiklah.....bagaimana kalau kita pergi....''
Luke mengangguk dengan cepat....
''Aku harus ke kamar karna belum di kunci....''
''Haiisss...untuk apa mengunci kamarmu bahkan para pelayan tidak akan memasukinya..lagipula kau tak menyembunyikan apapun disana bukan..''
Luke tersenyum...
''Tentu saja aku tidak menyembunyikan apapun disana...''
''Bagus...bagaimana kalau kita pergi sekarang....''ajak Alea dengan senyuman menggoda...
Luke tak tahan dan akhirnya pergi mengikuti langkah Alea menuju mobil...
Disaat yang sama Darren dan Kenan keluar dari persembunyian mereka...
''Apa kau yakin membiarkan Alea bersamanya....''
Kenan menoleh...
''Hanya Alea yang bisa membawanya keluar..lagipula anak buah kita akan mengikuti Alea, bagaimana kalau kita cepat Darren sebelum mereka kembali...'' ucap Kenan menaiki lift di ikuti Darren....
__ADS_1