Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Jatuh Miskin


__ADS_3

Elif mengerang ketika ia terusir dari rumahnya sendiri sementara ia tidak memiliki apapun selain tabungannya yang beruntung tidak terlacak oleh Liam, gadis itu duduk di dalam apartement kecilnya dan sementara berbaring nyalang menatap ke langit-langit kamarnya...


Liam West telah menyita seluruh asetnya dan bukan hanya itu menguasainya..beberapa dari bisnis gelapnya sudah di bekukan dengan sangat kejam sehingga gadis itu tak bisa menikmati kekayaannya seperti dulu...


Airmatanya menetes...bagaimana ia melanjutkan hidup...? bagaimana sekarang...? mau tak mau Elif harus melamar pekerjaan...? oh tidak...dia sudah jatuh miskin dan tidak bisa berbelanja seperti dulu....??


Tidak mungkin....


Elif segera bangkit dari sofa lalu meraih ponselnya dan segera menelfon beberapa sahabatnya untuk meminta pekerjaan, namun nihil...tak ada yang berani mempekerjakan dirinya bahkan Elif sudah merendahkan diri agar dia bisa di terima bekerja apa saja...asalkan dia bisa hidup dan bertahan..karna Elif hanyalah seorang gadis yatim piatu sekarang..tak ada satupun keluarga yang akan membantunya tidak....


Namun Elif tak putus asa, gadis itu segera meraih pistolnya dan menyimpannya di dalam saku jaketnya..dia terbiasa menyimpannya di dalam saku..


Gadis itu lalu keluar menyusuri trotoar dengan melangkah di sisi jalan, kepalanya berputar terasa buntu terakhir baginya saat ini adalah..menghubungi kekasihnya Jo...yah..Elif telah memiliki kekasih bernama Jo mereka akan menikah sebentar lagi, kekasihnya sangat kaya raya dan sangat mencintainya...


Elif kemudian menghubungi Jo untuk kemudian meminta bertemu, yah...senyuman tergambar di wajah Elif..ia akan meminta Jo menolongnya...


*********


Restoran A


Elif duduk di dalam restoran dengan tidak sabar, sementara ponselnya tergenggam sembari melirik jam di ponselnya, sudah lebih dari 30 menit dan tak ada tanda-tanda kedatangan Jo...disaat yang sama..gadis itu mendengar beberapa langkah kaki dari beberapa orang dari jarak yang dekat.


Dan tampak disana Liam West masuk ke dalam asrama dan beberapa anak buahnya yang tampak mengiringinya..wajah Elif menjadi pucat lalu memilih bersembunyi di balik buku menu di atas meja..


Jika Liam melihat dirinya di tempat ini maka Liam pasti akan menghinanya habis-habisan dan mungkin pria itu akan mengusirnya...


Elif memejamkan matanya berdoa di dalam hatinya agar Liam tidak melihatnya..


Dan doanya di kabulkan karna Liam melangkah melewatinya dan duduk jauh di belakangnya,...dan di saat yang sama....


''Elif...''


Deg!!!!!


Elif menurunkan buku menu dengan gugup ketika mendengar suara Jo di depannya, Elif mengigit bibirnya...


''Sayang....'' desah Elif dengan tersenyum..


Jo terlihat dingin, setidaknya itu yang di baca Elif dari geraknya, ia datang bersikap tidak biasa, biasanya ia akan langsung memeluk Elif ketika mereka bertemu namun kali ini...dia bersikap dingin..hingga Elif hanya bisa bertanya di dalam hatinya apa yang terjadi...??


''Duduklah Jo...mengapa lama sekali...''

__ADS_1


Jo akhirnya duduk dengan sangat terpaksa pria itu menatap Elif dengan malas...


''Aku sedang sibuk Elif dan kau menyita waktuku untuk pertemuan ini...''


Elif mengangkat muka...


''Jo....maaf aku harus mengatakan ini..mengapa aku merasa kau berubah...aku bahkan...''


''Kau tidak tau apa yang kau lakukan Elif..'' pria itu tampak gerah...


''Apa maksudmu...''


Jo memajukan tubuhnya...


''Bukankah aku sudah memperingatkan dirimu untuk tidak melanjutkan balas dendam bodohmu...''


Elif melonggarkan tenggorokannya..ia menatap Jo...


''Aku sudah mengalahkannya hotelnya....''


''Cckck....hotel apa Elif..kau pikir seorang Liam West hanya bergantung pada hotel kecil yang kau hancurkan...kau tau kalau dia sangat kaya,....bahkan jika kau menghancurkan beberapa hotelnya tak akan membuat seorang liam hancur...''


Deg!!!


''Aku tak ingin mendengar ini darimu Jo...bukankah sebagai kekasih kau harus mendengarkan aku..kita...''


''Maaf Elif, aku tak bisa lagi menoleril semua sikapmu..dan mengenai hubungan kita..aku minta maaf karna mungkin tak ada pernikahan di antara kita...''


Mata Elif menjadi panas...


''Apa maksudmu...'' gadis itu mencoba bersabar....


''Kita putus...''


''Mengapa.....bukankah terlalu kejam jika kau memutuskanku karna balas dendamku yang tidak ada hubungannya denganmu...''


Elif tidak mengiba...tidak ia hanya ingin Jo jujur mengapa meninggalkannya karna alasan yang tak masuk akal...??


''Aku sudah bilang padamu bukan...perusahaanku sedang berkembang jika Liam West tau kalau kita menikah maka dia akan mengalihkan targetnya kepadaku dan membuatku bangkrut....''


Airmata Elif menetes.....

__ADS_1


''Jadi kau takut bangkrut Jo...''


''Yah....aku tak mau jatuh miskin Elif..bukankah aku sudah memperingatkan dirimu..lupakan balas dendam bodohmu dan hidup dengan tenang..tapi kau tidak mendengarkan aku...kau malah menentangnya dan mengabaikan aku..jadi aku menyerah Elif..kau sudah jatuh miskin sekarang dan seluruh keluargaku sudah tau..mereka menolak pernikahan kita,.....''


Elif membeku...benar-benar membeku hingga kehilangan suara, mengapa Jo bisa berubah seperti ini..mengapa...??


''Brengsek....seharusnya aku tidak menyerahkan hatiku kepadamu....''


Jo meneguk minuman dingin di atas meja minuman yang sudah di pesan oleh Elif untuknya...


''Bagaimana jika sebagai tanda perpisahan kau juga menyerahkan kesucianmu kepadaku...''ucap Jo dengan santai..


Dan kata-katanya membuat kesabaran Elif habis...gadis itu lupa dimana dia berada karna emosi yang menguasai kepalanya...


dengan cepat Elif berdiri dan mengguyurkan minuman dingin dan manis itu ke atas kepala Jo lalu mengeluarkan sebuah pistol dan mengarahkan pistol itu tepat di kepala Jo...


apa yang dilakukannya membuat seisi pengunjung restoran menjadi heboh...mereka berhamburan lari keluar dengan wajah pucat pasi sementara itu Liam juga terkejut menyadari ia mengenal sosok gadis yang sedang mengarahkan pistol kepada pria di depannya...


Elif.....??? desis Liam bangkit dari tempat duduk..


Sementara itu Elif menatap Jo dengan sangat marah...


''Bajingan sialan...beraninya kau bermain-main denganku...beraninya...kau mengatakan hal itu kepadaku...beraninya kau meminta hal itu....yah...asal tau saja minuman yang kau minum itu sudah berisi obat dan kau akan merasa kesakitan dalam waktu lama....''


Wajah Jo memucat,....ingin memuntahkan minuman itu namun tak bisa...


''Elif.....kau....''


''Matilah....kau harus mati saat ini juga....''


Elif mengarahkan pistol hendak menembak ke arah Jo dan di saat yang sama..seseorang menahan lengannya dari belakang..


namun terlambat....pistol itu telepas dan mengenai lengan Jo..pria itu mengerang kesakitan...sementara Liam mencekal dan membuat pistol itu jatuh ke lantai...


''Arrrgghhh lepaskan aku.....''


''Diam....Elif....'' teriak Liam dengan tajam...


Sementara Jo terjatuh dan meneteskan airmatanya....ia kesakitan sampai hampir pingsan...


Liam menarik Elif keluar dari restoran dengan cepat sementara anak buah Liam menangani Jo yang kesakitan....

__ADS_1


Elif meronta dan berusaha melepaskan diri namun Liam terus merengkuhnya....


__ADS_2