Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Terpana


__ADS_3

Ciuman panas itu berlangsung sedikit lama dari biasanya ketika bibir Delvaro terus menyesap bibir Alana yang penuh dan menggodanya...semua perasaan asing yang selama ini tidak ia mengerti mulai menguar dan menguasainya..


Bukankah...ia hanya ingin merebut Alana demi memberi rasa sakit pada Rafael...? bukankah itu yang Delvaro inginkan..namun mengapa perasaan aneh ini mulai muncul dan mengelilingi Delvaro...


Sementara Alana mencoba sekuat tenaga melepaskan diri dari ciuman Delvaro yang terlalu dominan dan membuatnya tak bisa berbuat apapun...terlalu panas ketika tubuh mereka merapat dengan posisi yang intim..


Delvaro menggila dengan terus mengul** bibir Alana seolah kehausan dan memberi sengatan gairah yang tak bisa ia tolak...


Lama...keduanya masih bersatu dalam lum**n gairah hingga Delvaro menyadari jika mereka masih berada di restoran, pria itu perlahan melepaskan penyatuan bibir mereka dan menahan debaran di dada yang begitu berdegup kencang entah mengapa.....Delvaro menatap mata Alana yang sedikit berkabut...lalu menurunkan pandangan pada bibir gadis itu yang memerah....


Alana membuatnya gemas...


Tak menunggu lama mata Alana yang tadi masih di liputi gairah langsung menyala dengan tajam hingga Delvaro takjup..


''Kau bajingan..kau adalah......''


''Calon suamimu...Alana sayang.....''


Delvaro kembali meraih punggung Alana merapat kepadanya,..matanya berbinar...


''Jadi Alana...kita akan masuk dan mengatakan pada orangtua kau akan menerima proyek ini bersama.....''


''Tidak....'' balas Alana keras kepala...


Ucapan Alana membuat Delvaro terbakar, ia pun mengeraskan wajahnya..


''Baiklah Alana sayang.....mari kita liat apa pendapat ayahmu tentang foto ini..aku sangat penasaran...''


Delvaro melepaskan pelukannya dan keluar dari ruangan itu dengan cepat meninggalkan Alana yang masih terpaku...


Jika Daddy melihat foto kemesraannya ala prewed maka ia akan tamat...Daddy akan marah dan mereka akan di nikahkan segera demi menjaga nama baik keluarga..tidak bagaimana mungkin dia menerima begitu saja menikah dengan pria yang ia benci setengah mati..Rafael dan Delvaro berada di urutan teratas pria yang ia benci...


Alana mengangkat wajahnya dan membeku ketika menyadari Delvaro sudah meninggalkannya...


Wajah Alana menjadi pucat, jantungnya berdegup kencang ketika sadar kalau Delvaro sedang memberitahu keluarganya tentang foto itu..


''Astaga,...pria itu...awas kau Delvaro...'' jerit Alana kesal....


Dengan cepat Alana berlari keluar dari ruangan dan membuka pintu..


Hening...


Semua mata tertuju kepadanya...hingga Alana membeku di tempatnya...mengapa wajah mereka berbeda..?


Mengapa Daddy menatapya dengan aneh...


''Alana jadi bagaimana keputusanmu Daddy akan......''


Alana menggeleng dengan gugup....


''Aku akan menjelaskan semua tentang foto itu...''

__ADS_1


Hening lagi....


Alana menatap wajah Delvaro yang penuh senyum...


''Foto...''ulang tuan Arkana penasaran..


Alana membeku dan menyadari Delvaro belum bicara apapun, pria itu mengedipkan matanya..hingga membuat Alana semakin geram..


''Alana...ada apa denganmu katakan dengan jelas...''


Alana berdehem..


''Daddy aku akan menerima tawaran Daddy, aku akan menerima proyek ini...kami akan bekerja sama dengan baik dan memberi foto sebagai bukti kalau kerjasama kami berhasil..''


Senyum kemenangan terpancar di wajah para pria tampan itu termasuk Delvaro yang mengangkat jempolnya pada Alana yang menghela nafas kesal...


Darren tersenyum..


''Baiklah...minggu depan kami akan menerima hasil rancangan kalian berdua...kita akan mengadakan rapat setelah itu tuan James Arkana dan juga tuan Alex Rule akan kembali ke negaranya...


Delvaro seketika berdiri di samping Alana dan membungkukan badan tanda penghormatan...


''Kami berdua akan bekerja sama dengan baik..bukankah begitu nona Alana Hugo..''


Deg!!!!


Alana menoleh dan mengeraskan tatapannya..


Arkana dan Alex menatap ke arah Darren dan Darius dengan tatapan yang penuh arti...mereka saling melemparkan senyuman puas..


********


''Biarkan aku mengantarmu...''


''Aku bawa mobil....'' balas Alana kesal karna Delvaro terus mengikuti langkahnya


Namun begitu sampai di parkiran Alana malah mendapati semua ban mobilnya kempes...gadis itu bersedekap,...


''Delvaro....''


''Aku tidak melakukan apapun, kita berdia di dalam tadi..''


Alana tertawa kesal...


''Meski kau di dalam namun kau punya anak buah dan jangan mencoba menipuku...''


''Sstt....setiap melihatmu marah aku ingin sekali menciummu Alana...''


Kemarahan Alana menguap dengan cepat dan menghidari tatapan Delvaro..gadis itu mengerang..mengapa ia tak bisa menumpang mobil Daddy...


Begitu keluar dari restoran ini mereka langsung pergi dengan alasan sibuk dan ingin menemui Klien di kantor...

__ADS_1


''Aku harus naik taxi...'' ucap Alana namun seketika..


Delvaro menarik tubuhnya hingga keduanya bertatapan...


''Jika kau berani naik taxi maka aku akan menembak supirnya...''


''Apa........''


''Bukan hanya itu saja...mobil itu akan terbakar tanpa sisa...''


''Delvaro.......''


''Aku tidak main-main Alana.......''


Alana menghempaskan pegangan Delvaro...dan mengangguk..


''Baiklah.....tapi jangan menyesal, aku harus ke salon lalu shoping..jangan pernah mengeluh kau akan bosan menunggu..'' desis Alana menaikan sudut bibirnya penuh rencana..


''Aku tak akan menyesal Alana...'' ucap Delvaro percaya diri...


Dan Alana tersenyum dengan sangat manis, baiklah tuan Delvaro kau akan menyesal..dan menyesal...


Jangan panggil aku Alana Hugo ketika aku tak bisa mengerjaimu...??


++++++++++++


Dan untuk pertama kalinya dalam hidup Delvaro dia menyesal...mengi-yakan ajakan Alana...


Sudah dua jam hampir berlalu dan Delvaro masih duduk di ruang tunggu sebuah Salon ternama..Alana masuk kesana selama dua jam untuk perawatan seluruh tubuh, perawatan apa yang membutuhkan waktu selama itu..? Delvaro sungguh tak mengerti...bukankah mandi sudah cukup...?


Wanita memang sangat aneh, suka membuang waktu demi sesuatu yang sia-sia..


Delvaro membeku, sebentar duduk lalu berdiri melangkah sebentar lalu duduk lagi, memainkan ponselnya namun Alana belum keluar juga dari sana......ini pertama kalinya ia mengantar seorang gadis melakukan kegiatan perawatan tubuh...seumur hidup Delvaro tak pernah menginjakan kakinya di Salon, Butik atau Mall...untuk keperluan wanita..


Dan Delvaro sudah di ambang batas kesabarannya,...namun pria itu membeku ketika dari jarak sekitar beberapa meter ia bisa mencium aroma bunga yang begitu harum dan membuatnya melayang, harum ini membuatnya candu dan penasaran dari mana keharuman itu berasal, dan disaat yang sama Alana muncul dari sudut ruangan dengan wajahnya yang segar....


Deg!!!!


Selama dua jam dan Alana keluar dengan membawa pesona yang begitu besar...wajahnya lebih bersih dan bercahaya...dari tubuhnya mengeluarkan aroma yang membuat Delvaro terpana dan terpukau...


Sshhittt......ini gila...mengapa Alana begitu manis dan cantik...?


Delvaro tersenyum dengan tatapan membara...


Delvaro mendekati Alana....


**************


Kanaya keluar dari kamarnya dan terkejut ketika...Alan menariknya dengan cepat dan membawanya ke dalam kamarnya dan menutup pintu..


Tubuh Kanaya di benturkan sedikit keras di dinding kamar Alan...mereka saling bertatapan tajam...

__ADS_1


''Kanaya,....'' desis Alan mendekatkan wajahnya......


__ADS_2