Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menolong


__ADS_3

Alea berdiri di balik pintu ketika mendengar dan melihat bagaimana kedua orangtuanya saling bertengkar, ia masih berusia 5 tahun namun ia sudah bisa menyimpan semua peristiwa di dalam memorinya,..


''Aku sudah tidak tahan lagi denganmu Alma, aku ingin kita bercerai..''


Alma wanita yang terlihat cantik itu bersedekap..menatang suaminya dalam kemarahan yang tak bisa di kendalikannya...


''Apa kau mau pergi bersama wanita itu, mantan kekasihmu...?? kau tau jika dia sudah punya dua anak seperti kita..tak bisakah kau sadar...kau akan menghancurkan dua keluarga...''


Pria itu mendekati istrinya dan tertawa......


''Alma bisakah kau juga menyadari jika kita tidak cocok lagi...?


''Apa...''


''Paula yah...kau juga tau aku sangat mencintainya, kami saling mencintai namun pria itu Darius Hugo merebutnya dariku, dan kau tau...dia memperlakukan Paula seperti binatang, bahkan tidak memiliki rasa iba sedikitpun...aku tidak bisa menerimanya...''


Alma meneteskan airmata sungguh dia tak bisa mengerti mengapa suaminya Robert berubah setelah bertemu Paula, memang dulunya mereka adalah sepasang kekasih yang begitu serasi namun....mereka telah menikah sekarang dan ia tak bisa membayangkan betapa hancurnya hati Aira dan Aiden mendengar berita perceraian mereka,...


Bagi Alma ia mampu menelan duri dan baik-baik saja tapi tidak dengan melihat airmata anak-anaknya, sungguh Alma tidak sanggup...


''Kau mau menceraikan aku dan menjadikan aku seorang janda lalu kau mau kembali kepada mantan kekasihmu begitu,.....dimana hatimu Robert tega sekali dirimu...''


Robert mendekati Alma dan mencengkram tangan istrinya dengan keras..


''Bagaimana kalau aku mengantar kalian semua ke rumah orang tuamu...aku akan menyerahkan semua hartaku Alma namun, tetang Paula aku...tak bisa menyerah sedikitpun..aku sangat mencintainya hingga menjadi gila jika tidak bersamanya...''


Deg!!!!!!!


Hancur hati Alma mendengar kata-kata suaminya, yah...dari awal pernikahan Alma sudah terbiasa mendengar nama Paula, dia mengabaikan itu demi anak-anaknya...dan berpikir, mereka sudah punya hidup masing-masing sekarang, namun siapa sangka jika pertemuan kembali Robert dan Paula di sebuah acara amal memunculkan kembali hubungan mereka...dan kali ini bahkan Paula rela meninggalkan suami dan anak-anaknya...ini adalah kesalahannya...


Alma mengakui ini resikonya ketika ia memutuskan oercaya diri memulai hubungan dengan pria yang bahkan jauh dari kata selesai dengan masa lalunya, hatinya sakit sekali saat ini, ketika kenyataan yang ia takutkan terjadi....


Robert memilih wanita itu di banding anak-anaknya.......Alma sudah tak punya kekuatan lagi untuk bertahan. dan memilih menyerah,. ia kemudian menganggukan kepala....


''Baiklah jika itu maumu Robert, mari bercerai...antarkan aku dan anak-anak ke rumah ayahku..''ucap Alma pelan..

__ADS_1


Robert tersenyum dengan lega ketika keinginannya tercapai...Robert sama sekali tak menyangka jika kedua anaknya sedang menatapnya penuh sakit hati di balik pintu..


Mereka pun pergi, dengan rencana Robert mengembalikan Alma kepada kedua orangtuanya, dan anak-anak mereka, guna hidup barunya bersama Paula..


Namun,...


Di tengah jalan, sebuah mobil mengarah lurus ke mobil mereka dan menabrak dengan tidak sengaja sehingga menghancurkan meobil itu sekaligus menewaskan tiga penumpang dan menyisakan seorang gadis kecil yang sekarat..


Robert telah pergi bersama sang istri, sekaligus mengubur impiannya kembali kepada sang mantan, tubuh Aiden anak tertua jatuh ke jurang dan tidak di temukan sementara Aira kecil terbaring sekarat, namun masih sadar...


Alea memandangi tubuh sang ibu yang tidak bergerak, sementara ada darah yang memenuhi kepalanya.....


''Ibu.....ibu......ibu...'' jerit Alea kecil sebelum ia jatuh tak sadarkan diri menunggu bantuan datang.......


*****************************************************


''Ibu.......''


Suara Alea terdengar lemah di dalam igauannya, Darren berdiri disana dengan tatapan beku, ia sama seklai tak menyangka jika Alea berbuat nekat dengan bunuh diri,...selama ini Darrenlah yang melakukan pembunuhan dan membuat para korbannya merasa kesakitan, mereka memohon ampun kepadanya namun berbeda dengan Alea,...


Gadis ini lebih memilih mengakhiri hidupnya di depan Darren, pria itu masih berdiri di tempatnya tidak bergerak sedikitpun, membayangkan ketika ia melihat betapa beraninya Alea melakukan itu..beraninya Alea ingin mengambil hidupnya sementara...itu semua belum seberapa, bahkan gadis ini belum menerima semua kemarahan utuh darinya...


Saat itulah Darren menyadari jika bulu mata Alea bergerak-gerak dengan panik, tubuhnya bergetar seakan terjadi sesuatu di alam bawah sadarnya...


Melihat itu membuat Darren tak bisa menahan perasaannya yah...pria itu lalu mendekat dan menahan bahu Alea agar ia tidak meronta...


''Alea...''


''Tidak....aku mohon...ini sakit.....''


Darren sungguh terkejut ketika airmata bening Alea yang menetes mempengaruhinya dan membuat sesuatu di hatinya terpengaruh..


Mengapa...?


Darren memutuskan membangunkan Alea dengan sedikit menggoncangkan tubuhnya hingga gadis itu terbangun paksa dan menjerit.....

__ADS_1


''Arrrgghh.....''


Airmata Alea menetes nafasnya naik turun, menandakan betapa terguncangnya dia...


Sontak Darren meraihnya di dalam pelukan, merasakan getaran tubuh Alea yang menyakitkan untuknya, gadis itu masih menangis histeris di dalam pelukannya..hingga Darren menjadi takut untuk menyakitinya lagi atau melakukan kekerasan,...karna hatinya bahkan tidak sanggup melihat betapa gadis ini sangat rapuh di dalam pelukannya..


Hening ketika Alea sudah bisa menguasai tubuh dan emosinya..hingga tangisan itu berubah menjadi isakan yang semakin pelan....


Darren melepaskan Alea dengan pandangan tak terbaca, sementara Aira memalingkan wajahnya ke tempat lain...ingatan percintaan mereka sungguh membuatnya ketakutan.....


''Alea....''


Hening...........Aira masih memandang ke arah lain, ia masih terlihat takut kepada Darren..


''Alea....'' kali ini suara Darren terdengar lebih berat, dan membuat Alea menoleh..seraya menghapus airmatanya...


''Apa kau sungguh-sungguh ingin mati..''


''Hah...''


''Yah...kau mencoba bunuh diri setelah kita menikah...aku bertanya kepadamu...apakah kau sungguh-sungguh ingin mati...''


Deg!!!!!


Alea tersenyum di wajahnya yang penuh airmata...


''Jadi mengapa kau menolongku....? meski aku sama sekali tidak bersalah dalam hal ini meski...aku hanyalah seorang gadis yang menyedihkan, meski...aku putri dari pria yang menghancurkan keluargamu...tidak kah kau pikir aku juga korban disini...aku juga.......''


''Korban...? amarah Darren muncul tiba-tiba dan menguasainya dengan cepat..ia mendekati Alea dan tersenyum kejam...Ayahmu dan perusahaannya sedang bangkrut waktu itu... lalu ia mendekati ibuku dan membiarkan ibuku menariknya dari kemisikinan...bukannya berterimakasih bajingan itu malah merebut ibuku dari ayahku..kau pikir aku akan dia saja melihat itu semua...??


Tidak Alea...kau harus membayar semua perbuatan ayahmu, karna kau juga menikmati uang ibuku yang berarti juga uangku bukan...'' tatapan Darren mengeras...


Alea menghela nafas.....


''Satu-satunya alasan aku menolongmu adalah...kau bahkan belum menjalani separuh dari hukuman yang aku tentukan dan untuk menjalani hukuman kau harus hidup dan bernafas bukan.......?? pria itu tersenyum kejam..

__ADS_1


Alea kembali meneteskan airmatanya, dan ketika Darren mlihat itu...Darren lalu bergerak menjauh dan meninggalkan Alea sendirian di kamar....karna sungguh ia tak mampu berlama-lama melihat airmata Alea


''Ya Tuhan........'' desah Alea dengan sedih...


__ADS_2