Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Ingin Bersama


__ADS_3

Sandra sudah di bawah pergi dan hanya tinggal keheningan antara Genka dan Kenan di atas atap, seperti tersadar masih berada di pelukan Kenan, Genka pun berusaha melepaskan diri namun..bukannya melepas..Kenan malah semakin mempererat pelukannya,...


Hening...


''Tuan Kenan.......''


''Kau mau kemana...aku bahkan menyelamatkanmu Genka..bukankah kau harus berterimakasih.....'' senyum Kenan menekan..


''Terimakasih tuan Kenan, tapi...kita tidak pantas berpelukan seperti ini....bagaimana kalau Alana kesini....''


''Bukankah dia menjadi pendukung pertamamu..''


''Tuan Kenan....'' jerit Genka memohon....


''Genka......'' balas Kenan dengan gemas...dan semakin posesif memeluk tubuh Genka..


Kini tak ada lagi penghalang di antara mereka...dan Kenan tak akan melepas Genka lagi...tentang dendamnya bahkan Kenan sudah melupakannya sejak Genka di nyatakan hamil..


Genka masih berusaha meronta..


''Tuan Kenan...kau akan mengejutkan semua orang..''


''Biar saja...Genka..mulai sekarang aku tidak akan melepaskanmu sedetikpun aku......tidak akan pernah melepasmu...''


''Tidak....apa maksudmu..''

__ADS_1


''Kita akan menikah.......''


Deg!!!!


Bagai mimpi.....Genka mendengar semua yang di ucapkan Kenan kepadanya..


''Tidak jangan bercanda aku........''


Kenan terlalu gemas hingga melum** bibir Genka yang kemerahan dan menyesapnya penuh kerinduan..


''Siapa bilang aku bercanda..aku serius...kau adalah musuhku bagaimana jika aku menawanmu selamanya di dalam pernikahan......''


''Dan kau akan menyiksaku...'' tatap Genka dengan wajah polos..


''Yaa...aku akan menyiksamu seumur hidupmu Genka, namun sekarang......kau harus mengalami penyiksaan kecil denganku....aku sudah lama merindukanmu Genka sayang.....''


Kenan menggendong tubuh Genka menuju lift dan ke arah kamarnya dengan mata berbinar...


Ting!!!


Tubuh Genka di bawa ke dalam kamar miliknya dan menguncinya...


Hening ketika Genka merasa gugup menatap keinginan di mata Kenan kepadanya...


''Tuan....''

__ADS_1


Kenan meraih tubuh mungil Genka mendekat kepadanya...


''Belajarlah untuk memanggil namaku dengan sebutan Kenan...kita akan menikah sebentar lagi...''


Genka hanya diam saja ketika Kenan mulai menciumi bibirnya dengan sedikit membungkuk, yah,....menikah..untuk apa tuan Kenan menikahinya jika mereka tidak saling mencintai namun malah benci...jika menikah dengan tuan Kenan itu artinya semua yang di tuduhkan nyonya Sandra adalah benar bahwa Genka adalah orang ketiga dalam hubungan mereka..bukankah itu artinya dia jahat...??


Tubuh Genka pasrah ketika pria ini mendorongnya ke tas lalu Kenan mulai menaiki tubuhnya, bibirnya mulai mencari-cari kenikmatan di balik gaun Genka yang seolah menunggunya untuk di sentuh...


''Aaachhh!!!!.....''


Genka membeku ketika put*ng pa yu da ra nya sedang di lum** habis oleh Kenan, sementara kej*ntanannya mulai mengeras dan mendesak di bawah sana...


Mata keduanya bertemu dengan sinar membara...


''Genka ya ampun...kau sangat nikmat..'' desah Kenan kembali mencumbu tubuh Genka... memberi sensasi nikmat yang menggila./.


Pa yu da ra Genka mulai berubah bentuk lebih besar karna memang sedang hamil, hingga Kenan merasa gemas dan ingin terus menghis*p gundukan nikmat yang membuatnya candu...


Mata Kenan turun dengan jemari yang menyentuh perut Genka yang mulai terlihat sedikit menonjol..itu artinya Kenan nanti harus hati-hati memasuki Genka...


Genka masih belum sadar gerakan tangan lain di atas perutnya karna Genka merasa pusing oleh pusaran kenikmat** yang di tanggungnya..


Hingga kej*ntanan Kenan memasukinya dengan sedikit pelan namun menggetarlkan, dia sungguh tak ingin menyakiti anaknya namun..ia sungguh tak bisa menahan diri......


''Aarghhhtt...Kenan...'' desah Genka ketika pria itu melum** bibirnya...

__ADS_1


__ADS_2