
Alea membeku ketika menyadari tangannya di cekal Aiden dengan posesif, Alea kemudian berbalik dan menatap pegangan yang begitu kuat dan menatap Aiden...tatapan pria ini begitu menakutkan hingga tubuh Alea terasa ngilu..
Keduanya saling bertatapan...
''Kakak.....lepaskan aku...''
''Tidak sebelum aku tau apa yang terjadi, mengapa aku merasa kau berubah..mengapa kau tiba-tiba tak ingin aku sentuh..''
Aiden tampak menyimpan kegeraman yang terlihat di sinar mata abunya yang terang.
Alea mengerutkan keningnya sembari berpikir, bagaimana cara melepaskan diri sari kakaknya tanpa membuat pria ini merasa di abaikan, jelas jika dia terus menghindar kak Aiden akan sangat marah, Alea memalingkan wajahnya ke sekeliling dan berharap menemukan jalan keluar, dan ia pun tak sengaja melihat seorang teman wanitanya yang keluar dari kampus, temannya ini sangat cantik dengan tubuh yang sintal dia seperti wanita penggoda, namanya Lili, dia terkenal di kampus ini karna kecantiakannya, dia populer di antara mahasiswi, dia menonjol karna wajah dan tubuhnya yang cantik. senyum terbit di wajah Alea ia pun melmabaikan tangan ke arah sang teman wanita dan memanggilnya, dan Lili pun membalas lambaian tangannya dan mendekat sementara matanya menajam pada sosok Aiden yang bertubuh tegap dan kekar..
Aiden mengerutkan keningnya.....sementara ia masih menatap tajam ke arah Alea dan meminta jawaban...
''Alea....'' sapa Lili dengan suara khasnya yang manja sembari matanya melirik pada sosok [ria di depan Alea...
''Ah...Lili, kebetulan sekali kenalkan...dia kakakku, namanya kak Aiden...'' ucap Alea seraya melepaskan pegangan Aiden kepadanya,...
Mata Lili berbinar seakan menemukan mangsa yang sempurna.ia pun tersnyum sembari mengulurkan tangannya...
''Lili...'' ucapnya ramah..
Aiden memalingkan wajahnya kepada Alea dan menyipitkan matanya...
''Alea....''
''Kakak...kenalan dulu dengan temanku...'' ucap Alea sedikit memaksa...
Dan akhirnya Aiden membalas uluran tangan Lili, ia menatap wanita itu dengan tajam, lalu buru-buru melepaskan pegangannya..ia kembali menatap Alea yang tampak senang...
Mengapa sikap Alea berubah padanya, mengapa Alea terkesan sedang menjodohkan dirinya dengan temannya, apa yang sebenarnya terjadi...
''Kakak..bisakah aku meminta tolong...''
''Yah tentu saja sayang....''
__ADS_1
''Tadinya aku akan pulang bersama Lili tapi aku masih ada kelas...jadi bisakah kakak mengantar Lili pulang....''
''Alea aku.....''
''Please.....'' pinta Alea dengan merajuk...
Aiden pun akhirnya mengalah dan menyanggupi permintaan Alea, bisa terlihat di wajah Lili jika ia begitu bahagia....
''Alea kakak masih ingin bicara denganmu...''
''Aku akan menelfon...'' ucap Alea mengedipkan matanya...
Aiden menghela nafas.....lalu mengangguk dan pergi bersama Lili, Alea bisa melihat Lili begitu bahagia di antar oleh Aiden kakaknya, meski Alea ragu...apa benar kakaknya..?
Alea lalu melangkah dengan berat, ia sudah tak tahan lagi..ingin sekali menjauh dari Aiden...hati kecilnya semakin kuat menyatakan bahwa mereka bukanlah saudara, apakah ia harus mengatakannya kepada Darren....
Alea lalu melangkah menuju kampus..sepertinya ia harus berdiam diri di dalam perpus karna ia yakin kak Aiden pasti akan memata-matainya..sampai beberapa jam kedepan Alea akan bersembunyi di perpus..
*****************************
''Kau telah melakukan tes DNA kedua dan hasilnya tetap sama.....''ulang Alea dengan nada kecewa ketika mendengar bahwa Darren diam-diam melakukannya karna ragu..
''Ada apa...dulu kau yakin sementara aku ragu lalu saat ini aku yakin kau malah ragu..katakan kepadaku..mengapa kau meragukannya..mengapa..?''
Alea menggeleng......
''Aku merasa kalau kak Aiden bukanlah kak Aiden sekarang...aku baru sadar kalau warna mata mereka berbeda..''
''Alea kau saat itu baru berusia 5 tahun..bagaimana mungkin kau mengingat sedetail itu,...baiklah lalu apa ada tanda lahir yang lain di yang di punyai kakakmu...''
Alea menyipitkan matanya...
''Yah...aku ingat..dulu kak Aiden mempunyai luka di punggung akibat pukulan ayah,....aku masih ingat letaknya...tapi Darren...mengapa aku jadi cemas begini...'' Alea mencoba menenangkan istrinya dengan senyuman hangat.
Darren segera meraih tubuh Alea ke pelukannya dan mendekapnya dengan erat...
__ADS_1
''Kita akan punya cara untuk mengetahuinya,..''ucap Darren semakin mempererat pelukannya..
''Yah..kita akan menemukan cara...''ucap Alea semakin mempererat pelukannya.
******************************
Tiara menatap ke arah gerbang yang tertutup rapat, ia sedang berada di taman kecil yang dibuat Darius khusus untuk dirinya..yah disini dia mendapatkan segalanya, rumah yang nyaman, ketenangan.
Tiara tidak harus bangun pagi-pagi untuk melakukan pemotretan atau dia tidak harus memikirkan berat badan yang harus terus di jaga, Tiara juga tidak harus memikirkan menu diet atau obatan yang harus ia minum untuk menjaga bentuk tubuh, Darius mencukupi kebutuhannya selama setahun..meski Tiara tau ketika anak ini lahir ia harus segera pergi meninggalkannya dan hidup baru yang pasti Tiara tak akan menjadi seorang model terkenal lagi ia akan menepi dan menjalani kehidupan yang entah bagaimana, ia akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan..
Tiara menurunkan pandangan dan membelai permukaan perutnya yang terlihat semakin membesar, usia kandungannya sudah 4 bulan dan bayinya sangat sehat , tak ada yang lebih membahagiakan untuknya selain kenyataan kalau anaknya tumbuh dengan baik..
''Nyonya...saatnya anda minum obat..''
''Baiklah...terimakasih..'' balas Tiara patuh.
Tiara lalu meminum obatnya dan kembali fokus kepada bunga-bunga di taman yang sangat cantik itu..pelayan lalu meninggalkannya sendirian..
Pandangan Tiara lalu kembali menatap ke arah gerbang, penuh dengan harapan..wanita muda itu lantas tersenyum dan menggeleng...
''Apa yang kau tunggu Tiara, dia sudah kembali kepada keluarganya..mana mungkin dia akan datang....''
Tiara tersenyum dengan rasa sakit di dada, airmatanya menetes ketika sadar ia mulai merindukan Darius,...perasaan ini terlalu kuat untuk Darius seorang....ya ampun....mengapa kau malah memikirkannya Tiara,....wanita itu menundukan kepala dengan rasa kecewa dan patah hati...ia sudah jatuh cinta pada pria itu..pada seorang Darius Hugo..
Tengah Malam...
Tiara sudah tertidur pulas ketika pintu kamar terbuka, dan sosok Darius masuk dan langsung menatap sosok Tiara yang sedang berbaring, selimutnya melorot dan kancingnya sudah terbuka.
Darius menghela nafas, bagaimana mungkin ia merindukan Tiara, bahkan hanya beberapa jam mereka tidak bertemu, Darren benar....dia sudah jatuh cinta keopada Tiara...dan tak bisa kehilangan wanita yang sedang mengandung anaknya ini..
Darius mendekat....segera naik ke ranjang, sementara jemari besarnya bergerak naik dan menyentuh pa yu da ra Tiara yang hangat...Tiara masih terlelap dan tidak membuka mata...Darius lantas semakin nekat dengan membuka kancing atasan Tiara dan segera melahap bukit kembarnya dengan lum*** bibirnya yang panas,...
Saat itulah mata Tiara terbuka dan menatap sosok Darius yang sedang menghis*p pa yu da ra nya dengan gemas...
''Darius...kau..kembali...'' mata Tiara berbinar dengan bahagia...
__ADS_1
Skip......
Yang mau liat Visual Tiara langsung ke Group chat seperti biasa..