Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Cemburu


__ADS_3

Alea dan Erland membeku di tempat ketika melihat pemandangan yang mampu menyakiti hati Alea...dan mampu membuat Erland kecewa..


Hening........


Dada Alea terasa sesak melihat seorang gadis muda, cantik dan juga modis sedang mencium bibir Darren dan pria itu sedang berbicara entah apa, namun pemandangan itu seketika membuat Alea menjadi pusing..


Hingga ia sedikit terkejut ketika menyadari, Erland menarik tubuhnya berbalik..


Deg!!!!!


Tubuh Alea seketika berpindah tempat dan menubruk dada bidang Erland, pria itu mendekapnya dengan erat hingga Alea hanya memejamkan matanya, ia memang butuh pelukan sekarang, dan pelukan Erland sungguh berarti untuknya..mata Alea terpejam


''Jangan melihat sesuatu yang akan menyakitimu Alea...'' bisik Erland dengan suaranya yang lembut...


Pria itu sungguh marah ketika menyadari kakaknya membiarkan wanita liar itu menciumnya, Tiara....siapa yang menyangka jika wanita itu adalah yang licik dan telah tidur dengan banyk pria,..bahkan Erland sama sekali tak tertarik sedikitpun kepadanya walau ia sangat cantik...ia yakin kak Darren juga tidak menyukainya namun...semua orang bisa berubah, dulu memang kak Darren selalu menolaknya di setiap kesempatan namun,..bagaimana dengan yang terjadi malam ini..tidakkah waktu menjelaskan semua..? kelemahan Kak Darren adalah wanita,..selama ini Erland tidak perduli namun jika menyangkut Alea dia tak akan tinggal diam...


''Aku tidak melihat apapun..''suara Alea menjadi serak...


Dan Erland tidak suka itu, dia tidak menyukai airmata di wajah Alea...dengan cepat Erland kembali membawa tubuh Alea menuju mobil dan meninggalkan rumah...


***********************************************


Darren mendorong tubuh Tiara menjauh seraya menghapys bekas ciuman Tiara dan mengirimnya tatapan peringatan..


''Jika sekali lagi kau menciumku maka aku tak akan segan memotong bibirmu..'' tatap Darren dengan gerah lalu melonggarkan dasinya yang terasa mencekik..


Untung saja ALea belum pulang kalau tidak istrinya akan salah paham dan mengira jika ia sudah menghianatinya padahal tidak ada...tidak ada satupun wanita yang mampu menggantikan Alea di matanya, tidak ada yang bisa menggantikan posisinya..


Tiara mengerutkan keningnya...


''Mengapa kau berubah Darren,..mengapa kau menolakku..'' ucap Tiara tidak terima lalu duduk di samping Darren dan menatap pria itu..


Darren lalu menoleh dan menunjukan cincin di jari manisnya yang menandakan jika ia bukanlah pria single, wajah Tiara begitu syok..ia sangat terkejut hingga tak mampu mengatakan apapun...


''Kau.....apakah benar kalau kau.......''

__ADS_1


''Aku telah menikah...apa yang kau dengar itu benar adanya Tiara...aku adalah pria yang sudah menikah dan aku tak ingin menghianati istriku..''


Betapa hancur hati Tiara mendengar kebenaran yang menyakitkan ini, sebenarnya ayahnya sudah memberitahunya begitu juga managernya namun Tiara tentu tidak percaya sedikitpun dan lebih memilih untuk mencaritau langsung dan kebenaran itu nyata adanya..hari ini juga dari mulut seorang Darren Hugo yang terkenal menantang pernikahan, yang bergaya hidup bebas, tanpa mau terikat tiba-tiba saja menikah..?


Tiara merasa di jatuhkan dari tempat yang sangat tinggi, sangat menyakitkan untuknya menerima semua ini tidak...bagaimana bisa Darren menikahi wanita lain selain dirinya...?


Memang mereka tidak punya hubungan apapun.......namun, ia sudah mencintai Darren sejak kecil ya ampun, dan ia kalah dari wanita yang di cintai Darren..? jemari Tiara bergetar dengan kuat, matanya memerah menahan amarah..ia kembali menatap Darren..


''Siapa dia,...apa kelebihannya dan....apakah dia lebih cantik dariku Darren...''


Darren yang sama sekali tak suka dengan cara Tiara bertanya kemudian bangkit berdiri dan menurunkan pandangan pada wanita itu...


''Aku menerimamu disini semata-mata karna aku masih mengingat jika kau adalah salah satu wanita yang menolongku waktu aku terpuruk Tiara....tapi aku tidak suka jika kau mencampuri urusan pribadiku..aku sangat sibuk dan pergilah dan jangan memancing amarahku bagaimana....''


'Darren..tunggu aku belum selesai...''


''Pergi Tiara....'' sinar mata tajam itu menembus ke dalam mata Tiara hingga ia membeku di tempatnya..


Darren lalu melangkah meninggalkan Tiara di ruang tamu, wanita itu berdecak kesal, tidak bisa...bagaimana mungkin ia menyerah...?


Tiara lalu melangkah meninggalkan rumah besar milik keluarga besar Hugo...


*************************************************


Makan malam ini terasa sedikit aneh, setidaknya itu yang dirasakan Darren, Alea seakan tenggelam dalam pikirannya dan memlih fokus pada makanannya sedangkan Erland juga bersikap dingin, sementara sang ayah sedang tak enak badan dan meminta dua mangkuk bubur untuk makan di kamar, pelayan sudah membawanya..jadi hanya mereka bertiga yang makan malam..


Darren mengenang.......


Tadi Alea pulang dari kampus hampir malam, saat itu Darren sedang berbaring di ranjang, Alea bersikap sangat aneh dengan bersikap sedikit dingin..


Darren tak suka menerima sikap Alea yang begitu menyakitkan untuk dirinya...apa yang sedang mengganggu Alea..apakah tugas-tugasnya di kampus terlalu berat hingga ia bersikap murung sepanjang hari ini..?


Kalau ya..maka ia akan bicara pada Erland agar jangan membuat Alea stres dengan banyaknya tugas...


''Aku sudah selesai...sayang, aku duluan..''

__ADS_1


Alea tersenyum lembut seperti biasa walau terasa sangat dingin, sementara Erland hanya menatap Alea dengan sedih...


Darren membeku melihat kepergian Alea dengan kerutan di dahinya..


pria itu segera beranjak dari ruang makan dan melangkah menuju kamar, sementara Erland mengepalkan tangannya..


''Bisa-bisanya dia tidak merasa bersalah...astaga..'' Erland tertawa dengan kesal..


****************************


Alea duduk di depan cermin dengan wajah yang sendu, matanya sedikit lebih bengkak karna terlalu banyak menangis hari ini...


Ceklek!!!!


Alea menoleh ke arah pintu dan menemukan Darren berdiri disana juga menatapnya tajam...


''Alea....''


''Apa kau sudah lelah sayang...? ayo istrirahatlah...atau kau butuh sesuatu..akan ku ambilkan..'' suara Alea terdengar serak seperti menahan sesuatu...


Dan Darren tak suka jika Alea mulai menyimpan rahasia.., sambil menutup pintu kamar di belakangnya, Darren mendekati istrinya..


''Bisakah kau mengatakan apa yang terjadi...''


Alea tersenyum..mencoba menelan rasa sakitnya...


''Tidak apa-apa...bukan hal yang besar......''ucap Alea berbalik


Namun....


Alea membeku ketika Darren mencekal tangannya membawa tubuhnya menatap Darren, keduanya saling bertatapan....


''Alea...aku tidak suka jika kau..menyembunyikan sesuatu dariku..katakan kalau tidak.......''


''Aku melihatmu berciuman hari ini dengan seorang wanita di ruang tamu, kalian tampak mesra dan itu sangat menyakitiku Darren....tapi..sekali lagi itu bukan masalah yang besar bukan...'' desah Alea tak mampu menahan tetesan airmatanya yang jatuh berguguran di wajahnya hingga Darren membeku...

__ADS_1


''Apa.....kau melihatnya...'' ulang Darren mengeraskan rahangnya...


__ADS_2