Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tak Akan Melepaskan


__ADS_3

Kenan mendekat dengan tatapan yang mengerikan, di tangannya pisau yang tajam itu siap merobek tubuh sang dokter...


Dokter Greysa menggeleng dengan wajah pucat, sungguh ia ketakutan setengah mati, memang ketika dia memutuskan memberi tau nyonya Alea ia sudah bisa menebak hidupnya akan terancam karna ia tau benar kalau tuan Kenan tak akan pernah melepaskan dirinya..tidak akan pernah.


''Tuan Kenan......aku mohon ampun..''


Tatapan Kenan sama sekali jauh dari iba, tidak.... yang menghianatinya harus membayar mahal dan itu adalah prinsip hidupnya...dan dokter sialan ini harus mati..


''Kau pikir aku begitu bodoh dengan melepaskanmu dokter, bahkan lokasi keluargamu sudah aku simpan di dalam ingatanku....'' Kenan tersenyum kejam...


Tubuh Dokter Grey melemah, seiring tubuhnya jatuh tersungkur tanpa daya, airmatanya menetes dengan kesakitan yang dalam....


''Tuan Kenan..aku mohon.....jangan pernah melukai mereka, aku mohon kepadamu tuan.....bunuh saja aku...aku yang bersalah...'' tangis Dokter Grey dengan isakan yang begitu sedih..


Kenan menaikan sudut bibirnya....mendekati Dokter Grey dan mengkram lengannya membawanya mendekat dan menatapnya tajam.....


''Aku bukanlah pria yang mudah memaafkan kesalahan dokter Grey..ketika kau memutuskan menghianatiku kau harus tau dengan siapa kau berurusan...aku ingin mengatan satu hal kepadamu, hari ini juga aku akan mengirim kau...ibumu dan juga anak-anakmu ke Neraka...bagaimana..''


''Tidak...aku mohon tuan Kenan, aku hanya iba pada nyonya Alea, dia punya suami tak seharusnya kau..........''


''Diam...kau bukan siapa-siapa yang berhak mengatur dengan siapa aku menjatuhkan pilihan...mata Kenan menyipit tajam...Alea akan menjadi milikku....sayangnya kau tak akan punya waktu untuk menyaksikan semuanya...aku akan membunuhmu terlebih dahulu lalu keluargamu yang lain...''


''Tidakkk.....''


Kenan mengayunkan tangannya ke udara bersiap menghujamkan pisau itu di tubuh dokter Greysa...


Namun....


Tiba-tiba saja terdengar teriakan kencang dari arah belakang, Alea berdiri dengan tatapan hancur....


''Hentikan Kenan........'' jerit Alea dengan suara yang bergetar.....


Hening........


Kenan begitu terkejut mendengar Alea menyebut nama aslinya..pisau yang di pegangnya jatuh tanpa bisa ia cegah..Dokter Grey menangis histeris antara bahagia dan ketakutan ia bersyukur karna nyonya Alea datang dan menyelamatkan dirinya meski ia masih ketakutan karna tuan Kenan masih mencengkarm tangannya dengan kuat....


Alea melangkah dengan menatap mata Kenan dengan tajam, rasanya ia melangkah tanpa jiwa...hatinya hancur berkeping ketika sadar pria ini memang berbohong, harapan terakhirnya hancur ketika ia memanggil nama Kenan, dan pria ini menoleh seolah membenarkan bahwa namanya memang Kenan Renov...


Kenan begitu terkejut, tak pernah berpikir akan bertemu Alea seperti ini ketika Alea sudah tau segala kebohongannya...


Hening di antara mereka.....


''Lepaskan dia, lepaskan dokter Grey aku mohon..'' ucap Alea dengan suara yang tercekat di tenggorokannya..

__ADS_1


Dan bagai mantra, pegangan di lengan dokter Grey terlepas,....Kenan kini mengalihkan tatapannya pada sosok Alea yang begitu rapuh...


Dokter Grey meneteskan airmata ia menatap Alea dengan isakan yang begitu memilukan..lalu menundukan kepala penuh rasa syukur...


''Nyonya Alea....terimakasih...''


''Pergilah...temui anak dan ibumu dokter, berbahagialah...kau bebas sekarang...''ucap Alea lalu mengangguk ketika dokter Grey dengan cepat masuk ke mobilnya dan meninggalkan lokasi mengerikan itu dengan jantung yang berdebar..ia bebas dan dia sangat bahagia....dokter Grey menatap Alea yang berdiri berhadapan dengan sang Mafia...


''Semoga kau bahagia nyonya Alea..'' desah sang dokter lalu melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu dengan hati yang lega luar biasa...


Kini...


Tinggalah Alea berdiri berhadap-hadapan dengan Kenan Renov..pria ini begitu tinggi hingga Alea harus menaikan pandangannya..


Airmatanya menetes....


''Jadi Aidenora sebenarnya adalah Kenan Renov...'' tatap Alea tajam...


Kenan menurunkan pandangan ia menatap Alea dengan tatapan beku...lalu mendekatinya namun sebelum sampai...


Packk!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Kenan, namun pria itu tak bergeming....


Wajah ini yang pertama kalinya membuat senyum penuh harapan itu tumbuh di hatinya, wajah ini pula yang membuat Alea hancur karna kebohongan yang begitu kejam..


''Mengapa kau melakukannya...mengapa...'' isak Alea dengan kesakitan di dadanya,..


Kenan hanya diam menatap wajah Alea yang pucat pasi, ia membayangkan jika Alea pasti sangat syok ketika mendapat kabar itu...hatinya menjadi nyeri.


''Alea....meski aku bukan kakakmu tapi aku akan menjadi semua yang kau inginkan Alea...aku...''


''Diam....kau mempermainkan perasaanku, kau tau betapa menyakitkannya aku ketika aku kehilangan semuanya, kak Aiden adalah harapanku dan kau malah menjadikanku itu sebagai mainanmu...kau jahat...'' tangis Alea pecah saat itu juga..


Tubuhnya bahkan jatuh tersungkur di aspal, hatinya hancur sudah hancur bersama harapan kosong yang di berikan Kenan...


Kenan mendekat dan ikut jatuh di hadapan Alea...


''Kau bisa memukulku, menghukumku apa saja Alea,...aku minta maaf..''ucap Kenan tulus..


Ini pertama kalinya ia meminta maaf kepada orang lain, Alea sangat berarti untuk dirinya...


Alea menaikan pandangannya, ia lalu memukul, dan menampar wajah Kenan sekuat tenaganya namun...pria itu tak bergeming...ia diam saja menerima kemarahan Alea yang meluap untuknya...

__ADS_1


''Aku membencimu...aku membencimu Kenan Renov....aku benci kau...'' jerit Alea dengan suara lantang...


''Alea..cukup, aku hanya ingin mengatakan seberapa besarpun kebencianmu tak akan membuatku melepaskanmu Alea.....'' suara ketegasan itu meluncur dari bibir seorang Kenan Renov...


''Yah...kau pria yang menjijikan..kuharap kita tak akan pernah bertemu lagi...'' ucap Alea sembari berdiri menghapus airmatanya...


Alea membalikan tubuhnya hendak pergi namun, ia terkejut ketika dengan mudahnya Kenan menggapainya dan membawa tubuhnya terangkat ke udara..membawa wajah yang begitu di gilainya itu mendekat....Kenan tersenyum dingin..


Mereka saling menatap tajam.....


''Lepaskan aku Kenan Renov...''jerit Alea yang menjadi histeris ketika Kenan mengangkat tubuhnya seolah ia sangat ringan...


''Aku senang kau tau siapa aku sebenarnya, aku sangat bahagia karna dengan begini aku menjadi lega...aku tak perlu berpura-pura menjadi seorang Aiden....''


''Apa maksudmu...lepaskan aku..'' Alea meronta karna kakinya tidak menyentuh tanah...


Kenan mendekatkan wajahnya dan menjebak Alea di dalam tatapannya...


''Kau akan tetap menjadi milikku Alea...kau tak bisa pergi begitu saja dariku...''ucap Kenan tajam..


''Kau sakit Kenan....lepaskan aku, kau bukan siapa-siapaku, apa kau lupa aku punya suami....'' jerit Alea berusaha meronta....


''Dia akan melepaskanmu....''desis Kenan dengan keyakinan...


Alea merasakan kebencian yang dalam, sekuat tenaga ia berusaha melepaskan diri namun sekejap saja, tubuhnya malah berpindah di dalam pelukan Kenan yang posesif...


''Lepaskan aku...Kenan....'' jerit Alea merasa putus asa..


Kenan lalu tersenyum dan melepaskan Alea.....


Alea berdiri dengan sisa ketegaran yang ada padanya....


''Meski kau menaruh pistol di kepalaku, jawabanku tetap sama...aku sangat membencimu Kenan...''


Wanita muda itu membalikan tubuhnya ketika pandangannya berkunang-kunang...tubuh dan jiwanya yang sudah terlalu lelah membuat Alea sudah tak kuat menopang kesadarannya...


Akibatnya baru beberapa langkah...tubuh Alea jatuh membentur aspal..sementara ada darah yang mengalir dari balik dressnya...Alea jatuh pingsan..


Kenan begitu terkejut dengan wajah cemas...mendekati Alea dan meraih tubuhnya...


''Alea...Alea...''


Matanya tajam ketika menatap darah yang keluar dari tubuh Alea...tubuh Kenan bergetar...

__ADS_1


__ADS_2