
Luke melangkah keluar ruangan Lift, ini adalah saat yang tepat bukan, Darren sedang pergi sementara Sarah..wanita cacat itu sedang terbaring di dalam kamarnya, ia bahkan tak bisa apapun untuk bangun tanpa bantuan orang lain. Alea sejak hri pertama dia sudah menyukainya, jadi tak ada alasan bagi Luke untuk mempertimbangkan Alea..astaga semua yang ada pada Alea adalah sempurna...jadi Luke tak menemukan cela sedikitpun pada wanita ini. ia yakin Darren pasti menyentuh Alea setiap hari tentu saja..betapa beruntungnya Darren memiliki Alea..istri yang cantik, penurut anak-anak yang sempurnna..
Hal yang sama sekali tidak di miliki Luke sehingga hatinys menjadi panas dan ingin merebut milik Darren..ia ingin sekali menyentuh Alea, sekali saja..
Sementara Alea mengepalkan tangannya ia sudah menduga Luke akan mencari kesempatan untuk mnemuinya dan Alea sudah siap dengan kemungkinan di kepalanya..
''Alea......''
''Mengapa kau tidak menggunakan Lift...'' tanya Alea tersenyum..
Astaga senyum itu manis sekali,bagaimana kalau...bibirnya melum** bibir itu pasti sangat nikmat..
''Aku juga ingin menggunakan tangga Alea...'' balas Luke ingin mendekat...
Namun langkahnya terhenti ketika melihat dua orang pelayan entah dari ruangan mana, tiba-tiba muncul begitu saja...
''Nyonya Alea...kami sudah selesai..''
''Bagus..ayo ikut aku, kita akan naik lift karna tuan Luke akan turun ke lantai 1 menggunakan tangga, terimakasih Luke kau sangat pengertian...'' ucap Alea lalu melangkah melewati Luke yang memejamkan matanya dengan kesal..
Luke menoleh sebelum pintu lift tertutup, pandangan Alea menajam kepadanya..
Deg!!!!!
Luke mengepalkan tangannya baiklah, kali ini Alea sangat pintar menghindarinya namun lain kali Luke pasti akan mendapatkannya dan saat itu terjadi tak ada yang menolongnya....
Pria itu menurunkan pandangan ke arah tangga, sial....turun menggunakan tangga akan sangat melelahkan...akan sangat melelahkan....desis Luke sangat kesal.
Namun...
Pria itu tak punya pilihan selain turun dari tangga dan sial sekali Alea benar-benar mengerjainya....
***************
Sore Hari Alea sedang memetik bunga di taman depan rumah mereka, ketika Darren pulang dari kantor dan memeluk istrinya dari belakang membuat Alea terkejut dan ingin meronta namun, ia sedikit terkejut ketika sadar itu adalah suaminya sendiri...
Alea menghela nafas lega.......
''Sayang mengapa kau sangat terkejut begitu, aku seperti penjahat saja,...'' bisik Darren lembut..
Alea meletakan bunga-bunga yang telah di petiknya lalu melepas sarung tangan, ia berbalik dan menemukan wajah lelah suaminya..
Alea tersenyum........
Lalu menghambur kepelukan Darren dan mendekap tubuh itu dengan erat, hingga Darren hanya mampu menikmati pelukan Alea yang selalu membuatnya tenang...
''Bagaimana harimu sayang...apakah kau sangat sibuk..'' bisik Alea lembut.,.
__ADS_1
Darren mengecup puncak kepala Alea dan semkin mempererat pelukannya..
''Aku dan Luke sedang mempersiapkan proyek baru sayang, proyek yang sangat besar dan jika ini berhasil maka akan sangat bagus...bagi perusahaan...''
''Darren..mengenai Luke....''
''Ada apa dengannya sayang,...oya apakah kau bisa menemani Sarah minum obatnya, dia sangat trauma dengan perawatnya dahulu yang salah memberinya obat jadi...Alea...kau bisa mengawasinya bukan..''
''Akan kulakukan Darren..'' ucap Alea patuh,
Berbicara mengenai Luke seakan membuat Alea sedikit kesal, pria itu jauh dari kata menyerah untuk mendekatinya...dan Alea seperti kehilangan akal untuk menghadapinya. namun Darren tampaknya sedang lelah karna pekejaannya jadi Alea tak ingin membuat suaminya khawatir, dan memutuskan akan menghadapi Luke sendirian...
''Anak-anak kapan kembali aku sangat rindu pada putriku...'' bisik Darren pelan
Alea tersenyum,...
''Erland bilang besok mereka akan kembali, Alana sangat menyukai Vila di sana, sementara Alan juga menyukai petualangan disana terutama ia menyukai Ruby...''
Darren tertawa seketika...
''Jadi dia akan bersaing dengan pamannya...'' lirik Darren merasa lucu..
''Yah.......Ruby akan kesulitan memilih...''
Darren tertawa dengan keras, bisa di bayangkan Darren kalau Erland akan menjadi sangat pusing dengan tinggkah keduanya..
Darren mengangguk...
''Akhirnya mereka menikah...''ucap Darren tersenyum...
''Jodoh terbaik buat Lukas, agar hidupnya teratur...''
Darren menunduk dan menikmati wajah Alea yang sangat manis dan tersenyum..
''Sepertimu sayang, kau membuat hidupku teratur..aku mencintaimu Alea Hugo...''bisik Darren hendak mencium Alea...
''Sayang, ada banyak pelayan dan...jangan lupa ada Luke dan Sarah di rumah ini...mereka akan berpikir apa tentang kita...'' wajah Alea bersemu merah...
Darren terkekeh, bukannya melepaskan Alea ia semakin merapatkan tubuh Alea kepadannya, keduanya menatap..
''Aku tak perduli sayang, kau adalah milikku..milik seorang Darren jadi aku bebas menciummu kapan saja, ini area rumahku..''
Alea tersenyum dan mengangguk....
''Haruskah aku menutup mataku...'' bisik Alea merasa gugup ketika Darren mendekatkan wajahnya...
''Aku ingin kau menikmati sentuhanku....''
__ADS_1
''Aku selalu menikmati sentuhanmu Darren.....''
''Bagus...''
Darren mendekat melum** bibir Alea dengan lembut, dan mencecapnya dengan kehangatan yang indah...ciuman mesra itu terlihat begitu penuh cinta....
Namun tidak bagi Luke, ia sunggu cemburu melihat Darren mencium Alea..betapa bahagianya mereka sementara dirinya..jangankan bersikap mesra, Sarah selalu mengeluh sakit ketika mendekatinya...
Luke mengepalkan tangannya ketika pemandangan mesra itu sangat menyiksa dirinya. pria itu meninggalkan tempat itu sambil mengumpat..
*******************
Villa di pagi hari..
Suara pintu di kamar di ketuk dengan keras, hingga membuat Erland lebih dahulu bangun dan terkejut menyadari ia masih terbaring di ranjang dengan tubuh yang polos sementara Ruby juga masih tertidur...
''Sayang....sayang bangun.....'' bisik Erland di telinga Ruby hingga gadis itu membuka mata.
Ruby memegang kepalanya yang terasa sakit...
''Ada apa aku masih lelah......''
Mommy Ruby,......Mommy apa aku sudah bangun, Mommy ayolah kita berjalan-jalan, Alan memanggil Ruby seolah tidak lelah...
Ruby melebarkan matanya ketika mendengar suara Alan,dengan wajah syok ia berusaha bangun.....bahkan ia tidak mengenakan apapun di bawah selimut...
''Alan...itu suara Alan...'' ulang Ruby dengan wajah yang pucat..
Erland mengangguk lalu turun dari ranjang dan memakai piyama, Ruby yang melihat itu menyipitkan matanya tajam...
''Apa kau akan meninggalkan aku Erland, aku bahkan susah berjalan karna dirimu...'' ucap Ruby tajam.
Erland tersenyum lalu bergerak naik ke ranjang, mengecup dahi Ruby dengan lembut...
''Kita akan pulang besok dan mempersiapkan pernikahan, aku mencintaimu Ruby dan terimakasih untuk kepuasan indah semalam...''bisik Erland lembut..
Ruby hendak menjawab.......namun
Mommy apa yang terjadi mengapa kau diam saja...Mommy Ruby.....??
Erland sungguh merasa gemas kepada Alan, pria itu sangat menyukai Ruby dan menjadi posesif, setiap kali mereka berjalan maka Alan akan menatap Erland dengan tajam ketika Erland mendekati Ruby...Erland menatap Ruby dengan wajah kesal...
''Apakah aku harus bersaing dengan keponakanku sendiri..''
Ruby terkekeh melihat wajah tersiksa Erland....
__ADS_1