Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kota A


__ADS_3

Kota A


Tanpa menunggu Delvaro membawa Alana ke tempat proyek baru, menggunakan sebuah pesawat pribadi, tanpa banyak drama Alana memutuskan ikut karna dia tak ingin di cap pengecut pada Delvaro...walau Liam tak lelah membujuknya agar tinggal dan menolak ajakan Delvaro, bahkan Liam juga berjanji akan bicara pada Daddy atas pengunduran diri Alana dari proyek bersama Delvaro namun tentu saja Alana tak bisa melakukannya dia bukan gadis kecil yang harus bersembunyi...Alana akan menaklukan proyek ini dan membuat Daddy bangga dan Delvaro hanya sebagai batu loncatan baginya untuk membuktikan bahwa Alana Hugo tidak sekedar cantik di wajah namun memukau dari segi otak..


Mobil membawa mereka ke lokasi proyek pembangunan yang sementara di bangun, dia dan Delvaro mengelilingi lokasi bangunan yang sangat luas itu sambil berdiskusi dengan arsitek dan juga kepala tukang,....


''Aku ingin ini selesai sebelum tahun baru...aku ingin para tamu Hotel bisa menikmati suasana pantai yang indah dan malam yang hangat dengan keluarga..''ucap Alana memberi usul..


''Tentu saja nona Alana...kami akan mengusahakannya..''


''Sebuah taman bermain..aku ingin ada disana..''tambah Delvaro dengan suara yang tegas..


''Baiklah tuan Delvaro kami akan menyiapkannya...''


''Baiklah..kalau begitu kami akan melihat sampai dimana hasil kerja kalian semua...''ucap Delvaro memberi peringatan..lalu menarik Alana bersamanya pergi meninggalkan lokasi proyek..


Sebenarnya bagi Delvaro dia tak terlalu tertarik dengan bisnis ini..semua hanya alasan baginya untuk mendekati Alana menikahinya dan membuat Rafael hancur..dendamnya harus terbalas dan Delvaro tak akan mundur sedikitpun..pekerjaan di dunia bisnis terlalu lembut untuknya..karna jiwanya yang keras membuatnya hanya menikmati pekerjaan sebagai Mafia..berhadapan dengan para musuhnya dan berhubungan dengan senjata...karna itu Delvaro harus mempercepat pernikahan...dan di kota ini Alana akan menjadi milikknya..Delvaro sudah bertekat untuk membuat Alana tak bisa lari darinya...


''Masuklah Alana..disini mulai dingin...''


''Yah...''


Alana dan Delvaro masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi proyek...sementara di kota ini cuaca dingin yang ekstrim membuat Alana mengigil..tubuhnya tidak terbiasa dengan cuaca seperti ini..


''Kita akan mencari Hotel terdekat Delvaro..'' ucap Alana sambil memainkan ponselnya...


Delvaro menggeleng..


''Aku telah membeli sebuah apartement di dekat sini...kita akan tinggal disana sampai minggu depan...'' ucap Delvaro tegas...


Alana menggeleng...


''Apa kau membeli dua kamar..''


''Tidak untuk apa..kita akan sekamar...'' tegas Delvaro..


Buggghhhh.........


Delvaro sangat terkejut menyadari kalau Alana memukul punggungnya, sontak pria itu menoleh dengan tajam..


''Apakah ini rencanamu Delvaro...''


Delvaro tersenyum kejam..

__ADS_1


''Jangan bilang kau takut.....aku bahkan sudah melihat semua tubuhmu...''


Wajah Alana memerah...


''Jangan bercanda...aku tidak.......''


''Aku sudah memilikimu Alana mau apalagi...? jangan bertingkah seolah kau gadis perawan,...aku ingin jujur bahwa kau telah kehilangannya ketika berada di apartemen milikku..''


Deg.......


Mata Alana menjadi panas...ia kemudian memalingkan wajahnya..


''Kau sudah gila Delvaro...kau mengatakan sesuatu yang tak masuk akal dan kau pikir aku akan membiarkannya...''


Delvaro tertawa...


''Aku tau Alana...aku tau benar setiap lekuk tubuhmu jadi berhentilah bersikap seolah aku tidak pernah menyentuhmu..''


Alana mengangguk...


''Baiklah anggap saja begitu...aku tak sabar lagi menyelesaikan proyek ini Delvaro...dan saat itulah kita berpisah..''


''Tak semuda itu Alana mungkin saja kau saat ini sedang hamil anakku..''


''Terserah Alana..namun selama kita disini, kau harus rela berada di kamar yang sama denganku...dan selama kita sekamar..tak ada nama Liam atau kau akan mendapat hukuman dariku....''


Alana mengerang,...memijit dahinya yang terasa nyeri...Daddy dan Grandy menitipkan dirinya pada Delvaro itu artinya dia harus mematuhi Delvaro tanpa syarat...


Sial...mengapa keluarganya malah menyayangi Delvaro dari pada dirinya...mereka bahkan mempercayainya...Alana menggeleng...


Mobil memasuki area apartement dan akhirnya berhenti disana..Delvaro keluar begitu juga Alana, dengan langkah cepat dan masih lelah keduanya naik ke lantai 25 dan segera masuk ke apartement..


Yang pertama di syukuri Alana adalah ada dua kamar..mungkin ia bisa menempati salah satu kamar disana..


''Kamar itu adalah gudang jangan berpikir untuk tidur disana Alana..''ucap Delvaro sembari melepas jassnya..


Alana menyipitkan matanya dengan tajam...lalu melangkah menuju kamar dan membukanya ia segera percaya bahwa kamar itu adalah gudang..bagaimana caranya menghindari Delvaro..tidur sekamar dengan pria asing...?? bagaimanapun Alana masih mengutuki pikiran bodohnya..seharusnya dia mendengarkan Liam..biar saja dia di bilang pengecut itu akan lebih baik..menjauh dari Delvaro..


'''Mandilah Alana...aku sedang memesan makanan...besok pagi sekali kita akan meninjau sekitar Hotel..mungkin saja kau mau membangun sesuatu disana...''ucap Delvaro yang baru saja keluar dari toilet dan...Alana membeku setelah ketahuan memandang tubuh Delvaro yang berotot...dia pria yang tampan..dan punya tubuh yang bagus..


''Apa kau mau mengulang percintaan kita...''ucap Delvaro tanpa malu..


Wajah Alana memerah meraih jubah mandi dan menatap Delvaro dengan tajam..

__ADS_1


''Awas kau...jika kau berani mengulangi perbuatanmu maka aku akan mengadukanmu pada Daddy..''


Di luar dugaan Delvaro mendekat dan menjebak Alana di dekat pintu kamar...mereka saling menatap..


''Jangan mengancamku...aku sama sekali tak takut..''


Delvaro menarik kemeja Alana dan membuat tubuhnya mendekat...keduanya bertatapan..


''Delvaro...''


''Aku bahkan akan senang jika kau memberitahukan kepada Daddymu...''


Alana membeku ketika bibir Delvaro begitu dekat dengan bibirnya dan nyaris melum**** Alana merasa sesak nafas...


''Aku mau mandi...''


Alana mendorong tubuh Delvaro menjauh namun pria itu kembali menekan Alana di dinding...


''Ingat baik-baik kataku Alana,...jika kau berani bicara dengan Liam maka kau akan menerima hukuman....jangan pernah menerima telp darinya kau mengerti...''


Alana meringis...


''Yah...kau siapa...kau bahkan tidak punya hak apapun...Liam seperti adikku sendiri, aku bahkan lebih percaya kepadanya..''


''Aku adalah takdirmu....jika kau penasaran apa hukumannya maka cobalah..dan kita akan berakhir di ranjang...''


''Aku tak akan membiarkan kau menang Delvaro..jangan coba untuk memaksaku...kau mengerti...''


Delvaro tersenyum dan menjauhkan tubuhnya....membiarkan Alana masuk ke toilet sementara ia pun melangkah menuju balkon...dan tersenyum...


Alana akan menjadi milikknya...


**********


Setelah selesai makan, Delvaro sedang memeriksa beberapa laporan tentang proyek sedangkan Alana sedang membuka ponselnya...


Disaat yang sama...ada pesan masuk dari Liam dan membuat Alana membeku......


Alana, ini penting kau harus mengangkat telp dariku, aku ingin memberitahu tentang Delvaro dan menyadarkanmu betapa kejamnya dia...


Alana menjadi dilema di saat yang sama ponselnya berdering....Liam menelfonnya...bagaimana ini....haruskah Alana mengangkat telp...??


Deg!!!!!

__ADS_1


__ADS_2