Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Sikap Yang Berubah


__ADS_3

Ketika Darius sudah selesai menikmati tubuh Yuna, pria itu lalu turun dari ranjang dengan tatapan puas, melirik Yuna yang pingsan karna tak sanggup menerima gairahnya yang menyala, tadinya Darius ingin membunuh gadis bodoh yang telah berani menghinanya dengan ancaman omong kosong, namun di luar dugaan gadis ini ternyata mampu menahan gairahnya yang menyala...dan Darren akan memanfaatkan Yuna sebagai bud*k s*knya...


Darius tertawa kencang, tak ada yang bisa melawannya, semua wanita yang ia mau harus bertekuk lutut di hadapannya, pria itu lalu mendekat ke arah dinding yang beralaskan sebuah pajangan lukisan di balik lukisan itu ada sebuah tombol penghubungnya di bawah tanah...


Darius menatap tubuh Yuna yang mulus...yah, mulai hari ini Yuna akan di kurung di bawah tanah...


Darius tertawa dengan rasa puas yang tak bisa ia bendung....


**********************************************************


Ruang Makan..........


Hari ini ada yang berbeda di ruang makan, Alea kembali hadir di sarapan paginya, sementara ketiga pria itu ada di sekelilingnya, sikap Darren berubah, itulah kesan pertama yang di lihat oleh Darius..


Putra kebanggaanya itu lebih banyak menatap ke arah Alea, beberapa kali tersenyum, hal yang sama terjadi pada Erland..mereka saling melemparkan senyum ramah seakan mengabaikan dirinya di sini...dan tanpa sadar jemari Darius terkepal...


''Ehm..Ayah...diaman Yuna pelayan yang ayah tempatkan untuk melayani Alea..''tatap Darren tajam...


Darius terdiam sebentar, wajahnya terlihat cemas,..


''Maafkan Ayah, jika kau tidak senang aku menempatkannya untukl menemani Alea. aku pikir dia hampir seumuran dengan Alea jadi aku menyuruhnya menghibur Alea..sementara kau sedang tidak ada di rumah..'' suara Darius terlihat lembut..


Darren tersenyum,....dan itu sangat langka di mata sang ayah...


''Aku hanya bertanya saja, bagaimanapun aku sangat berterimakasih Ayah memperhatikan menantu Aya, lalu...dimanakah Yuna...aku ingin memberinya hadiah...'' seru Darren...


Deg!!!!


Darius menghentikan sarapannya dan meneguk segelas air, sementara mereka menatapnya dengan heran...


''Ayah...ada apa...'' tanya Erlanda penasaran karna wajah Darius berubah gugup...


''Ehm...aku hanya sedikit sedih ketika kalian menanyakan ini kepadaku...''


''Apa sesuatu terjadi..'' sambung Darren ingin tau...


Darius mengangkat bahunya,


''Semalam ia datang padaku dan pamit akan pulang...kau tau Darren jika dia punya nenek berusia 60 tahun..''


''Yah..aku ingat ayah pernah bercerita...''


''Neneknya memintanya pulang dan merawatnya, usianya yang senja membuat ia tidak tega meninggalkan sang nenek, dia mau pamit tapi terlalu buru-buru...''


Mendengar hal ini Alea menjadi sedih, bagaimanapun Yuna sudah menemaninya, dia gadis yang cantik, mengapa dia bahkan tidak menunggu untuk pamit..tanpa sadar Alea menghela nafas dan membuat Darren menatapnya...


''Alea...ada apa...''tatap Darren cemas...


Alea membeku dengan tatapan Darren yang begitu dalam kepadanya...

__ADS_1


''Ehm...aku baik-baik saja, aku sedikit sedih dengan kepergian Yuna...''


''Kau sudah punya Nia...dia akan menemanimu, jangan sedih karna Yuna pergi untuk mengurus orangtuanya...'' bujuk Darren pelan...


Suprise.....


Itrulah yang di rasakan Erland dan Darrius, kenyataan kalau Darren bersikap ramah adalah seuatu yang ajaib dan mereka begitu terkejut, Erland sangat bahagia kakaknya mulai menujukan sisi manusiawinya...tanpa sadar Erland tersenyum dengan sangat lega...


''Aku mengerti Darren...'' balas Alea dengan patuh.


Sementara Darius semakin kesal saja, gadis kecil ini sungguh akan menjadi duri suatu saat nanti..


''Wel...Erland, apakah berkas milik Alea sudah masuk..dan kapan dia bisa mulai kuliah...''


''Kapanpun kakak ipar ingin kuliah maka pintu terbuka lebar untuknya...''balas Erland pelan..


''Aku tak sabar lagii..''


Darius terbatuk batuk seketika,


''Alea..mengapa dia harus kuliah lalu bagaimana jika kau menelantarkan putraku yang berharga...''


Alea menatap Darius dengan gurat kecemasan disana..dan Darren sama sekali tidak menyukai pernyataan sang ayah...


''Ayah..bisakah kita berhenti saja...jika ayah sudah selesai makan, bisakah ayah pergi dari sini..''


''Maaf...ayah tidak bermaksud...''


''Ayah....''


''Aku sudah selesaimakan Darren, kalian lanjutkan saja makannya..'' ucap Darius dengan senyuman polos, lalu meninggalkan ruang makan...


Erland mengehal nafas....ia menatap Darren.


''Ayah sudah tua jadi maklum saja....''


''Dia berusia 49 tahun Erland..kurasa aku harus memperingatkannya...'' sambung Darren tak mau kalah..


''Biarkan saja Darren...aku tidak apa-apa...'' balas Alea pelan. hingga Darren mengangguk patuh...


''Baiklah....aku tidak akan mengatakan apapun...'' ucap Darren tersenyum..


Mereka bertiga melanjutkan pembicaan santai di ruang makan...


**********************************************


Sementara di ruang bawah tanah...


Yuna membuka matanya dan terkejut ketika ia berada di sebuah ruangan tepatnya di atas ranjang di kamar asing, tubuhnya sudah berganti baju dengan tubuh yang sangat harum, sejak kapan dia mandi...tidak..ingatan terakhirnya ia tidur dengan si tua bangka Darius...

__ADS_1


Yuna beranjak dari ranjang matanya berkeliling mencari jendela dan tidak menemukannya, memang disini dingin sekali, namun di mana tempat ini sungguh Yuna tidak tau,...


Yuan mulai panik ketika ia mencoba membuka sebuah pintu namun di kunci dari luar, pria tua sialan...umpat Yuna dengan histeris...


Yuna berusaha mencari cela agar bisa keluar dari sana namun sia-sia, rasanya dia seperti berada di dunia lain saja,..


Yuna lalu bergerak mencari ponsel atau apapun, namun sia-sia..ia tidak pernah menemukannya..gadis itu menjadi frustasi....


1 jam....


2 jam.....


3 jam.......


Yuna menunggu jawabanya, lalu terdengar suara langkah sepatu seseorang yang turun, lalu sesaat kemudian pintu terbuka dan menampakan Darius disana dengan tatapan yang kejam penuh kemenangan...


''Manisku...''


''Bajingan...keluarkan aku, dimana ini..'' jerit Yuna bersuaha lari dan hendak keluar dari kamar itu namun dengan kuat Darius menghempaskan tubuhnya hingga jatuh ke ranjang, pria itu lalu menutup intu di belakangnya dengan senyuman yang beku...


Mendekati Yuna yang tampak ketakutan disanal....


''Kau ada di ruang bawah tanah,...dan sayang sekali bagi dunia kau..sudah mati..''


Betapa terkejutnya Yuna mendengar kata-kata Darius, gadis itu bangkit dari ranjang dan menerjang tubuh Darius dengan kuat sekuat tenaga memukul, mendendang sekuat yang ia bisa namun.....


Sia-sia ketika Darius sangat kuat tidak tergoyahkan...Yubna menjadi putus asa..mereka saling menatap tajam...


''Bajingan tua..kau menijikan, mengapa kau mengurungku disini,..mengapa...'' tangis Yuna tidak terima..


Lalu kembali memberikan perlawanan, sungguh ia sangat menyesal menggoda tua bangka ini..dan sungguh ia sangat jijik pada Darius...


Yuna terkejut ketika pria itu menjambak rambutnya dengan keras..


''Kau akan ada disini seumur hidur\=pmu kau tau sebagai apa...? sebagai b*dak s*kku..terimakasih karna kau menawarkan dirimu kepadaku Yuna..''


Usai berkata...


Darius lalu mengikat tubuh Yuna di sebuah dinding yang telah ia modivikasi sedemikian rupa, kedua tangan Yuna di ikat di atas kepala hingga gadis itu tak berdaya...


Lalu Darius melepaskan seluruh pakaian gadis itu matanya bersinar membara.....


"Aku merindukanmu..." desah Darius dengan pandangan yang bergairah...


Yuna menjerit namun sia-sia....


Hai...yang mau liat Visual Darius...ke grop chat yah...


❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2