
Genka dan Kenan saling menatap dengan senyuman di wajahnya....lalu Genka berdehem..
"Semalam.....ada serangga ganas yang menyerang bibi.." ucap Genka seraya mengelus lehernya dan menutupi banyak tanda disana menggunakan rambut panjangnya...
"Apa bibi sudah membunuh serangga itu..jika belum maka ayo kita mencarinya." mata Alana melebar bagai psikopat kejam..
Kenan dan Genka saling menatap gugup...hingga Kenan hanya menggeleng kepalanya..
"Sayang...jangan terlalu kejam dengan serangga itu..kasihan dia."
Alana melebarkan matanya tidak terima....
"Dia menyakiti bibiku jadi dia harus mati...." desis Alana..
Genka dan Kenan hanya menghela nafas pasrah, betapa Alana mewarisi sikap kejam seorang Darren dan tak berhenti untuk berdehem gugup....
"Sayangku Alana...bagaimana jika kita melupakan soal serangga...dan kita pergi sekarang untuk berbelanja, jalan dan makan...." tawar Kenan melirik ke arah Genka yang menundukan kepalanya..
"Bibi Genka ikut kan ayah...."
"Tentu saja.."balas Kenan melirik Genka yang hanya mampu terdiam..
"Aku tidak tuan biarkan aku...."
__ADS_1
"Hey....aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu nanti Genka dan aku ingin Alana menjadi saksinya..."ucap Kenan menatapnya tajam..
Genka menoleh kepada Alana yang mengangguk setuju...
"Ayolah bibi kita bersiap...."
"Baiklah Alana..bibi akan mengambil jeans bibi..."
Mendengar kata Jeans membuat alarm di kepala Kenan langsung berdering...
"No...Genka...kau tak akan menggunakan celana jeans yang ketat..pakailah dres yang longgar sementara itu sebentar kita akan membelikanmu dres yang baru.." ucap Kenan dengan tegas..
"Tapi tuan Kenan....mengapa harus memakai dres longgar...aku akan terlihat seperti ibu-ibu......."kata-kata Genka menguap melihat tatapan tajam Kenan lalu berdehem..
Genka membawa tubuh Alana ke kamar ganti meninggalkan Kenan yang hanya tersenyum lepas....sebentar dia akan menyatakan cintanya kepada Genka...di hadapan putrinya...
❤❤❤❤❤
Sore yang indah...
Mereka bertiga keluar dari rumah dengan menggunakan mobil...seperti keluarga bahagia lainnya Kenan mengajak Genka dan Alana menyusuri seluruh kota, mereka ke ke mall dan ke pantai untuk bermain pasir..lalu ke taman kota dan membiarkan Alana menikmati wahana permainan disana sambil terus mendampinginya..sepanjang perjalanan Kenan menggenggam jemari Genka walau gadis itu sedikit menghindar namun Kenan selalu bisa memaksanya..akhirnya Genka pasrah..
Sambil menatap Alana yang menaiki wahana permainan, Kenan lalu tersenyum....jemari Genka masih tenggam dalam tangan Kenan.....
__ADS_1
"Aku ingin suatu saat melihat anak-anakku bermain disini...dan aku menemani mereka seperti menemani Alana saat ini..."
Genka menoleh pada sosok Kenan yang tampan dan hanya mengangguk setuju...
"Anak adalah anugrah tuan Kenan...aku berharap tuan Kenan akan segera mencapatkannya..."
"Anak maksudmu...."
"Yah...anak maksudku..." balas Genka tersenyum..
Kenan hanya tertawa kecil...Genkanya yang polos tak pernah menyangka jika anak yang di ucapkan Kenan sudah bertumbuh di dalam diri Genka....dan sebentar lagi mereka akan menjadi orangtua..hal itu membuat hati Kenan di kuasai kebahagiaan yang begitu besar.....ia akan menjadi seorang ayah......
"Aku akan mendapatkannya sebentar lagi Genka..."
"Benarkah....apakah nyonya Sandra sedang hamil...atau wanita lain..karna itu tuan Kenan mengusir nyonya Sandra dari rumah....."
Hening.....
Kenan sungguh merasa gemas dan menarik tubuh Genka mendekat...keduanya bertatapan...
"Mengapa kau suka sekali mengarang sesuatu di kepalamu..."
"Tapi tuan Kenan....."
__ADS_1
Genka masih terdiam....ketika Kenan melum** bibirnya dengan penuh kelembutan...