Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kepergian Alana


__ADS_3

Setelah percintaan melelahkan itu Genka benar-benar terlelap dalam tidurnya..sementara Kenan malah terjaga...ia adalah pria yang kuat untuk melakukan berkali-kali percintaan sekalipun..


Sementara.. Kenan menyibakan selimut yang menutupi tubuh polos Genka dan mengulurkan tangannya menyusuri gundukan perut Genka yang sudah mulai terlihat namun, tampaknya Genka belum menyadari kalau dia hamil...gadis ini masih sangat muda dan polos jadi ia tak berpikir sampai kesana tentang kehamilan..


Kenan hanya menggeleng....menyadari hampir seluruh tubuh Serena terdapat jejak bibir panasnya...ada banyak tanda di dada dan leher..dan Kenan percaya itu akan membekas..dan besok paginya Genka akan panik sendiri..


Pria itu terus membelai perut Genka dan berulangkali mencium permukaan perut Genka seolah mengajak anaknya merasakan sentuhannya dengan lembut...ia sungguh jatuh cinta pada bayi yang sedang bertumbuh di dalam diri Genka sekarang ini dan menjadi sangat bahagia...karna dirinya....


''Bertumbuhlah dengan baik anakku sayang,....ayah akan menjagamu sayang..ayah sungguh mencintaimu dan tak sabar lagi menanti pertemuan kita...''


Genka membalikan posisi tidurnya membelakangi Kenan dan membuat pria itu hanya menghela nafas..


''Genka beraninya kau menghalangiku bicara pada bayiku sendiri..'' desah Kenan memejamkan mata dengan pasrah..


********


Pagi harinya...


Genka sudah lebih dahulu sadar dari tidurnya dan meluncur ke kamar Alana, untunglah Alana masih tertidur..


Genka lalu membersihkan diri dan merapikan baju-baju Alana karna besok dia harus kembali ke rumahnya...ada perasaan kehilangan ketika membayangkan Alana sudah harus pulang dan itu sangat menyakitkan bagi Genka...

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan hidupnya, mengapa tiba-tiba tuan Kenan ingin menikahinya lalu..bagaimana kalau Devan datang hari ini...seperti janjinya pria itu akan datang dan Genka tak tau harus bersikap bagaimana....


Dalam keadaan cemasnya Genka tak menyadari jika Alana sedang menatapnya dengan pandangan dalam..


''Bibi Genka..''


Genka menoleh dan langsung tersenyum dan mendekati Alana keduanya saling memeluk dengan erat..


''Sayangku....Alana...''


''Mengapa bibi sedih...apa karna aku akan pulang,..''


''Aku juga akan merindukan bibi....''


''Oya, kau di tendang bibi Sandra kemarin..apakah tidak ada yang terluka..?.''


''Aku juga baik-baik saja bibi wanita itu kejam sekali seperti tokoh jahat dalam film.'' ucap Alana memeluk Genka dengan erat,...


''Syukurlah..sekarang bibi Sandra sudah pergi jauh jadi Alana tidak perlu takut lagi...''


''Yah...aku senang sekali...''

__ADS_1


Pelukan itu terlepas dengan belaian di rambut Alana oleh Genka..


''Bibi...jagalah ayahku hum....ayahku sudah mulai tua dan dia sangat pemarah jika sendirian..'' ucap Alana tersenyum..


Genka hanya menatap tak yakin....


''Sayangku Alana....bibi akan tetap tinggal selama ayahmu masih membutuhkan bibi...kau juga harus sekolah yang rajin, agar Mommy dan Daddymu mengijinkan Alana kembali lagi ke rumah ayah..''


''Yah...aku berjanji bibi...''


Saat itulah pintu terbuka....dan sosok Kenan berdiri dengan senyuman bahagia melihat Alana dan Genka saling memeluk, pria itu lantas mendekat...dan duduk di depan kedua perempuan yang ia cintai...


''Yah....apa yang kalian bicarakan...''


''Tentang beberapa nasihat...''ucap Alana tersenyum..


Genka hanya tertunduk malu ketika memandang Kenan...mereka bercinta lebih dari sekali dan ia sungguh tak bisa menahan rasa gugupnya di hadapan Kenan...


''Bibi....leher bibi kenapa...mengapa merah begitu...'' ucap Alana terlihat khawatir...


Kenan dan Genka saling menatap.....

__ADS_1


__ADS_2