Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Pemotretan


__ADS_3

Pagi harinya...


Rafael dan juga Liam sudah menemani Alana di ruangan Delvaro..hari ini adalah jadwal pemotretan di lakukan oleh Alana..dan mereka masih menunggu kedatangan Alvaro, semua tim yang akan terjun ke lapangan sudah bersiap dan menunggu perintah sang tuan Delvaro..


Sementara Alana duduk dengan tidak tenang, bagaimana tidak sebenarnya awalnya mereka akan melakukan pemotretan distudio saja namun..entah mengapa..tiba-tiba semua berubah...tuan Delvaro ingin pemotretan di sebuah perbukitan yang sedikit jauh...dan mau tak mau Alana menajdi cemas..


Tak lama kemudian...pintu terbuka, dan sosok Delvaro masuk ke dalam ruangan dan membuat mereka semua sontak menoleh kepadanya..


Deg!!!!


Tatapan Delvaro jatuh kepada Alana yang kebetulan menatap ke arahnya..


''Selamat pagi....''


''Selamat pagi tuan Delvaro..'' ucap mereka serentak..


Pria itu tersenyum dan duduk di kursi kerajaannya dengan sorot mata yang dingin, pandangannya jatuh kepada Alana...


''Apakah kau sudah siap Alana...''


Alana yang sedang melamun sontak terkejut dan mengangkat wajahnya...


''Yah...aku sudah siap...''

__ADS_1


''Bagus...kita berangkat sekarang...namun...aku tak ingin kedua pengawalmu ikut...''ucap Delvaro menatap Rafael dan juga Liam..


''Pengawal....kami bukan pengawal, aku adalah..kekasih Alana, apa kau mengerti,...''suara Rafael tidak terima..


''Dan aku adalah kakaknya, aku perwakilan keluarga...'' sambung Liam tak mau kalah...


Delvaro tertawa dengan keras hingga tawa itu terasa mengerikan...


''Perlu kalian berdua ingat bahwa kemarin Alana telah menandatangani sebuah dokumen yang mengatakan bahwa akulah yang berhak menetukan segalanya...dan kurasa aku tak perlu mengatakan hal yang sama bahwa kalian...tidak akan ikut..'


Mendengar hal itu membuat Alana seketika berdiri dengan gugup ia menatap Delvaro..


''Tolonglah...aku ingin setidaknya Liam ikut..'' suara Alana pelan..


''Kau ikut aku Alana...sekarang....dan kalian berdua..tidak boleh ikut...''ucap Delvaro tajam..


Rafael dan juga Liam kehilangan kata...mereka hanya bisa menatap Alana yang tampak pasrah mengikuti Delvaro di belakangnya..yang menggenggam jemarinya...


++++++++++++++


Mereka sampai di mobil dan akhirnya, Delvaro membuka pintu dan menuntun Alana masuk ke dalam mobiul, sementara ia pun masuk di balik stir mobil dengan tatapan beku..


''Pakai sabuk pengamanmu Alana...''

__ADS_1


Alana menoleh dengan wajah yang pucat. ia sungguh takut sekali..jemari Alana bahkan sampai bergetar, dan berkali-kali tak bisa memakai sabuk pengamannya sendiri,...karna ia yang terlalu gugup..


Sampai Delvaro akhirnya melakukan untuknya...pria itu mendekatkan tubuhnya...hingga Alana memejamkan matanya ketika ia bisa merasakan harumnya tubuh Delvaro..pria itu memakaikan sabuk pengaman lalu menjauhkan tubuhnya,...


Alana menoleh.......


''Aku mengalami gangguan panik pada sesuatu yang menakutkan...''


Delvaro mengemudikan mobilnya pelan meninggalkan perusahaan...pria itu menaikan sudut bibirnya...wajahnya terlalu kejam..jadi, walau ia tersenyum tetap saja..dia sangat menakutkan di mata Alana..


''Dan kau mau bilang aku menakutkan..''


Delvaro memajukan tubuhnya dan mendekati Alana dengan tatapan membara..


''Maksudku bagaimana kalau ada binatang buas disana...''


''Kau harus belajar bagaimana alam bekerja..dan rantai makanan itu...''


Alana memejamkan matanya..ia memalingkan wajahnya,...ia harus segera pulang, Liam bilang dia sedang mengurus segalanya dan setelah pemotretan ini selesai mereka akan kembali ke negaranya, walau Alana harus melanggar kontrak namun...ia tak akan perduli segalanya..ia harus pergi dari sini..


Sangat menakutkan jika berada disini terlalu lama..


Sedangkan Delvaro tersenyum misterius.....

__ADS_1


__ADS_2