
Kenan dan Alana saling menatap, bagaimana cara menjelaskan pada gadis kecil ini kalau dia teramat membutuhkan Genka, bagaimana hidupnya tanpa seorang Genka,...yang menjadi sandaran gairahnya bahwa Kenan bahkan tak bisa membayangkan jika suatu saat ia harus melepaskan Genka karna mungkin dia harus menikah....Sandra akan kembali namun, mengapa ia tak ingin menyingkirkan Genka..?
Tubuhnya bergairah hanya kepada gadis ini tanpa mampu berhenti..Kenan bahkan tidak tau mengapa....mengapa dia merasakan itu....yang pasti dia ingin Genka ada disisihnya, meski bukan sebagai istri karna tidak mungklin bagi Kenan menikahi adik dari musuhnya dan musuh keluarga Darren sendiri, Kenan tak akan melakukan itu..
''Alana sayang....ayah membutuhkan bibi Genka disini..''
Gadis kecil itu kembali mengerutkan kening....
''Bukankah ada banyak pelayan di rumah ini, mengapa membutuhkan bibi Genka lagi, apakah bibi Genka yang memakaikan baju atau memandikan ayah sama sepertiku..? itu tidak mungkin kan...? ayah sudah terlalu tua...jadi...bibi Genka adalah milikku...'' ucap Alana keras kepala..
''Alana....bibi Genka bukan mengurusi seperti itu sayang...ini seperti....sangat sulit bagi ayah mengatakannya kepadamu.......''
Kenan sedikit memijit dahinya dan menatap ke arah Genka yang hanya tersenyum pasrah...ia binging dengan pertanyaan Alana yang sangat kritis..anak ini benar-benar.....
''Kalau begitu jelaskan kepadaku ayah, katakan apa yang kau butuhkan dari bibi Genka..lalu kita akan sama-sama menimbang siapa yang lebih butuh bibi Genka...''
Kenan kehilangan kata lagi...
''Kita akan bicara lagi nanti Alana sayang bukankah kita masih punya banyak waktu...sekarang saatnya kita makan eskrim..''
Alana mengangguk...
''Ayah...pembicaraan kita belum selesai...oya bagaimana kalau kita bertanya pada bibi Genka saja...''
Sontak Genka membeku.....ia menatap mata Kenan dan Alana yang sungguh tajam..
''Genka...jangan salah memilih.....''ucap Kenan mengancam lewat matanya...
Sementara Alana menggenggam tangan Genka..
''Bukankah aku terlihat sepertin anakmu bibi Genka...? bagaimana jika anak bibi yang sedang meminta sekarang......''
Deg!!!
Kenan dan Genka saling menatap, dan sesaat kemudian Genka tertawa dengan keras hingga matanya berkaca-kaca..
''Bukankah kita masih punya banyak waktu...'' ucap Genka dengan tawa yang pecah...
Sementara Kenan sedikit terdiam..
Anak........kehamilan...?
Astaga Kenan baru ingat karna terlalu nikmat bercinta dengan Genka dia sampai lupa memakai pengaman saat bercinta,...bagaimana kalau Genka sampai mengandung anaknya...??
__ADS_1
Kenan mengepalkan tangannya dengan kuat...
''Ayah....kita pergi sekarang......''ucap Alana memberi perintah,.
Kenan seolah tersadar dan pandangan matanya menatap Genka dengan intens..
''Baiklah sayangku...'' bisik Kenan tersenyum...
********
Kenan sangat tidak nyaman dengan cara makan eskrim yang di lakukan Genka...hingga ia sedikit mengernyit...ketika gadis itu menj*lati eskrim dengan lidahnya...kemudian mengul*m eskrim di dalam mulutnya lalu menjilat lagi eskrim..semua yang di lakukan Genka begitu manis dan membuat Kenan merasa gerah...
''Ucchhgg.....Genka hentikan........''
Genka terkejut dan menghentikan makan eskrimnya mendengar geraman Kenan..
''Yah tuan Kenan....''
''Bisakah kau makan eskrim dengan cara lain..? aku sangat terganggu...''
''Hah...''
Genka merasa bingung dengan arti perkataan Kenan kepadanya, sejak kapan makan eskrim harus ada caranya...bukankah itu sesuai selera saja..??
Kenan membeku...lalu mengusap wajahnya apa yang ada di dalam pikirannya ini..? apakah dia telah berubah menjadi pecandu s*x...mengapa ia bahkan tidak tahan sehari saja tanpa melakukannya dengan Genka...ia benar-benar sudah gila..bahkan dulu ia tak sesering ini melakukannya dengan kekasih-kekasihnya,...hanya dengan Genka ia merasa candu dan gila....
''Maafkan aku...lanjutkan saja...''
Kenan bangkit berdiri.....dan melangkah sedikit menjauh...yah..mengapa ia menjadi seperti ini..? Genka seperti magnet baginya yang terus menerus menariknya dan Kenan tak kuasa untuk menolak pesona Genka...jika terus seperti ini maka bukan tidak mungkin ia akan jatuh cinta pada Genka yang merupakan adik Luke...jemari pria itu mengepal..
Kenan membalikan tubuhnya dan menatap sosok Genka yang sedang membelai rambut Alana..bahkan Alana saja terhipnotis dengan Genka...
Apakah ini salah satu cara licik Luke untuk mengambil hati keluarganya lalu mencampakan mereka....??
Kenan melirik Genka...apakah karna cara bercintanya terlalu lembut dan membuat ia semakin terpuaskan..bagaimana pun Genka adalah musuhnya..adalah musuhnya...bagaimana jika ia menyentuh Genka dengan kasar....?mungkin dengan begitu dahaga bercintanya akan mencapai puncaknya dan ia tidak akan merasakan perasaan candu ini lagi...
Kenan menyipitkan matanya tajam....ia terlalu terlena...dan ia tak ingin Luke mengambil keuntungan lagi..dan ia lengah... maka keluarganya dan Darren dalam bahaya...walau saat ini Genka baik dan penuh kelembutan mungkin besok dia akan berubah menjadi ular....dan meracuni mereka semua..
Sialan Luke...dari semua gadis mengapa harus Genka Rosalin...?? sesal Kenan di dalam hatinya...
Pria itu segera menelfon Sandra untuk mempercepat kedatangannya...
Setelah itu ia menatap Alana......ia harus bisa menjauhkan Alana dari Genka..agar putrinya itu tidak bergantung kepada Genka...
__ADS_1
Inilah saatnya membalas Luke melalui Genka....itu satu-satunya cara agar Kenan juga bisa terbebas dari belenggu Genka kepadanya...
********
''Aku mau eskrim lagi bibi...''
''Jangan banyak sayang....nanti Alana sakit....''ucap Genka..
Dan Alana pun menjadi patuh, sementara Kenan melihat itu semua dengan gertakan gigi...
Baiklah...sudah cukup permainan bagimu Genka Rosalin...desis Kenan mulai panas....
********
Mereka pulang dari jalan-jalan dengan rasa puas dan bahagia karna menghabiskan waktu bersama..yang tidak di ketahui Genka adalah semua tidak akan pernah baik-baik saja..tgidak baik-baik saja...
Genka menidurkan Alana setelah itu ia bangkit berdiri dan melangkah ke arah pintu...dan membukanya...
Di saat yang sama ia membeku melihat sosok yang ia takuti ya itu sang kepala pelayan berdiri dengan tatatapan tajam kepadanya...
''Apa kabar Genka....senang bertemu lagi denganmu..''
''Nyonya....'' desah Genka dengan wajahnya yang pucat...
''Ikut aku sekarang...''
Wanita itu menarik tangan Genka menuruni tangga...sementara Genka menjerit panik...ia mencoba berteriak memanggil siapa saja..untuk menolongnya..namun ketika ia mengangkat wajahnya....pandangannya jatuh pada sosok tuan Kenan yang menatapnya dengan sorot mata dingin..
''Tuan Kenan...'' desah Genka dengan suara tercekat...
Namun Genka pikir Kenan akan menolongnya namun...pria itu malah berbalik dan membelakanginya hingga airmata Genka menetes....
Apa yang terjadi ini..mengapa tuan Kenan melakukan ini kepadanya...
Sang kepala pelayan menatapnya tajam.
''Kau pikir nasipmu akan seperti cindirrela yah...bahkan kau dan tuan Kenan tidak sepadan dan kau sama sekali tak bisa di sandingkan dengan tuan Kenan, bukankah kau harus sadar...''
Genka merasakan rasa sakit yang begitu kuat menghantam dadanya...hingga ia menjadi sesak nafas...
Yah.....inilah hidupnya hidup seorang budak..
Genka memejamkan matanya...
__ADS_1