
Ketegangan mulai terlihat di meja makan....dan Kenan sangat marah karna Sandra menghina Genka...hal yang sama juga di rasakan Alana,..dia sungguh tidak terima jika bibi kesayangannya di hina oleh penyihir licik ini...
Kenan mengepalkan tangannya dan mulai berteriak memanggil pelayan....
''Pelayan........'' teriak Kenan dengan sangat murka hingga Sandra terdiam di tempatnya, dan Alana menyipitkan matanya penuh rasa kesal.
Seorang pelayan masuk ke dalam ruang makan dengan wajah yang tertunduk dalam-dalam...
''Yah tuan Kenan.......''
''Panggil Genka kesini karna mulai sekarang dia akan duduk di meja yang sama denganku...cepat......''
Sandra melebarkan matanya tidak menerima, bagaimana mungkin pelayan makan satu meja dengan mereka...bagaimana mungkin derajat mereka disamakan dengan para pelayan rendahan seperti Genka..
''Kenan...apa kau sudah gila, aku tidak akan sudi satu meja dengannya tidak.......''
Kenan menaikan sudut bibirnya dia benci di ancam, apalagi oleh seorang wanita....Kenan menganggukan kepala...
''Jika kau tak ingin makan di meja ini maka..kau boleh makan diluar atau di kamar...atau di taman terserah kepadamu Sandra tapi jangan pernah berteriak kepadaku...sialan...'' umpat Kenan tajam..
Sandra hampir menangis mendengar bentakan Kenan kepadanya..sementara itu, ia bisa melihat senyum Alana yang begitu berani kepadanya hingga Sandra semakin terpojok menahan kegeramannya..
Ia begitu terkejut ketika sosok Genka dengan wajah polosnya masuk ke dalam ruangan...
__ADS_1
''Ada apa tuan memanggilku...''
''Duduk...mulai sekarang kita makan di meja yang sama....duduklah di samping Alana....''
Suara Kenan melembut dan kenyataan itu membuat Sandra sangat marah....namun ia berusaha menelan semua perasaannya ke dasar...
Genka melihat ke arah Alana yang mengulurkan tangannya namun, ia bisa melihat wajah Sandra yang merah pada seolah ingin menelannya hidup-hidup..
Genka tersenyum...
''Aku sudah menyelesaikan makanku tuan Kenan..namun, aku akan menemani Alana saja..''
Kenan menganggukan kepala..sementara itu Sandra lalu bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruang makan dengan kebekuan yang mengerikan..ia sungguh tak suka jika harus menjatuhkan harga diri dengan makan bersama pelayan...
Genka tak perduli apa yang terjadi....ia menyuapi Alana yang tersenyum kepadanya dan tak sedikitpun melihat ke arah Kenan yang sedang menatapnya dengan tajam...
Genka tak ingin terlibat lagi dengan keluarga Kenan lagi...urusannya adalah Alana...jika Alana sudah pulang maka Genka berpikir akan pergi diam-diam dari rumah besar ini yah...tentu saja...
''Genka...''
''Yah....'' Genka menoleh...
Kenan menyandarkan tubuhnya...
__ADS_1
''Makanlah walau sedikit...apa kau tidak menghargai aku....''
''Hah.......'' Genka membeku sedikit aneh dengan perubahan sikap Kenan yang tiba-tiba...
Genka berdehem sebentar....lalu menatap makanan di meja yang lengkap..namun ia tertarik dengan salad buah yang terlihat segar,....
''Bibi...katakan bibi mau makan apa....ayahku tidak akan memakan bibi Genka kok...''
Sontak ketegangan itu mencair dan Kenan pun ikut tersenyum hangat, ia tak berhenti memandang Genka yang sangat manis...
''Bolehkah aku meminta salad buah yang segar itu...aku menginginkannya...'' ucap Genka tak mampu mengendalikan keinginannya..
Kenan mengangguk lalu mendekatkan semangkuk salad buah dan meminta Genka menikmatinya...
''Apa bibi benar-benar sudah makan,...''
''Sedikit sayang, namun lihatlah salad ini terlihat segar...'' senyum Genka begitu cerah...ia menikmati ketika potongan buah segar itu bercampur di dalam mulutnya dan Kenan hanya tertawa lucu...Genka makan dengan lahap seolah dia sedang kelaparan...
''Kau sungguh lucu Genka...'' ucap Kenan dengan senyuman lepas di wajahnya...
Genka dan Alana saling memandang dengan bingung...ada apa dengan Kenan...???
Visual Devan di group chat ya ❤️
__ADS_1