
Genka dan Alana tertidur dengan saling memeluk di atas ranjang sampai pagi...dan karna saking lelahnya mereka belum terbangun hingga akhirnya Kenan membuka pintu kamar dan menemukan dua perempuan yang begitu menyita pikirannya itu masih terlelap...
Kenan lalu melangkah masuk dan kemudian duduk di pinggir ranjang lalu duduk disana...
di pandanginya satu persatu wajah genka dan Alana yang masih terlelap dan sedikit tersenyum..
ia lalu melirik jam tangannya dan menyadari tinggal dua jam dan Alana harus kembali karna jauhnya jarak yang akan di tempuh...
Ketika Kenan handak membangunkannya Genka lebih dahulu membuka mata...ia pun sedikit terkejut karna Kenan menatapnya dengan tajam..melihat wajah Kenan membuat mood Genka seketika berubah kesal..ia benci sekali dengan wajah Kenan terutama dengan semua kebohongan yang telah dia lakukan...
''Genka....''
Dibanding menjawab panggilan Kenan, Genka lebih memilih bangkit dari ranjang dan melangkah meninggalkan pria itu sendiri...hingga Kenan hanya menggeleng...
Genka memang lucu ketika memasang ekspresi seperti itu...sementara Kenan memilih membiarkannya dan mereka akan bicara setelah Alana pergi....ia tak ingin putrinya menjadi sedih karna Kenan tau dia dan Genka akan bertengkar...
__ADS_1
Kenan lalu mulai menciumi wajah Alana dan menggodanya agar cepat bangun, gadis kecil itu menggeliat di dalam tidurnya dan membuat Kenan hanya tersenyum..sekali lagi menggunakan sebagian janggutnya untuk membuat Alana geli...
''Bangun sayang...pengasuhmu sudah berada di bawah...kau harus pergi...''ucap Kenan membujuk
Alana menggeleng...masih menutup mata, Alana berkata-kata...
''Mengapa aku harus sekolah..katakan ayah, aku hanya ingin bermain namun mengapa aku harus sekolah...Mommy mulai akan menyiksaku dengan banyak tugas...aku kesal sekali..'' rengek Alana masih memejamkan matanya...
''Kau harus sekolah agar menjadi penerus Daddy dan Ayah,...kau akan jadi gadis yang pintar dan tidak terkalahkan..''bisik Kenan memuji..
Alana langsung membuka matanya....
Alana lalu melangkah bersama seorang pelayan..lalu Kenan melangkah ke kamarnya,...sesuai perintahnya..semua pakaian Genka sudah berada di dalam kamar miliknya, dan Genka masih mandi..
Kenan lalu membuka piyamanya dan membiarkan tubuh kekarnya polos dengan clana panjang..Kenan lalu menghampiri sofa santai di kamar dan menyadarkan tubuhnya sambil memejamkan mata....
__ADS_1
Kenan sengaja menunggu Genka..., tak berapa lama kemudian Genka keluar dari kamar mandi dan menggunakan jubah handuk, di berada agak lama di dalam untuk memperhatikan bentuk perutnya yang memang berbeda...Genka pikir dia mengalami berat badan biasa,....walau sedikit curiga karna selama ini tubuhnya tidak pernah bisa lebih berisi, namun pa yu da ra nya juga terlihat lebih besar dari sebelumnya..
Genka membeku ketika menyadari Kenan membuka mata ketika mencium aroma harum dari tubuhnya,..
''Kemarilah.......'' pinta Kenan mengulurkan tangannya,..
Genka merasa kesal karna ia sungguh tidak berani kepada Kenan...ia takut sekali jika ada perubahan kemarahan di wajahnya...Genka akhirnya mendekat...dan menyambut uluran tangan Kenan walau ia mengeraskan wajahnya...
''Aku ingin mengatakan kepadamu mengapa aku sampai merahasiakan kehamilanmu dari dirimu sendiri Genka...''
Genka menoleh namun masih diam...
''Aku hanya ingin kau tidak meninggalkan aku jika kau tau dirimu sedang hamil....aku takut kau meninggalkan aku Genka...''
Deg!!!!!
__ADS_1
Mata Genka memanas..........
''Aku juga ingin mengatakan kepadamu....aku mencintaimu Genka...aku marah karna semalam kau pergi dariku...aku merasa terhianati...jangan biarkan pikiran burukmu tentangkku menguasai segalanya...aku sangat mencintaimu Genka Rosalin....'' ucap Kenan membujuk....