Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Rasa Yang Berbeda


__ADS_3

Genka sedikit terkejut ketika bibir Kenan sudah melum** bibirnya tanpa menunggu Genka menyiapkan diri, bahkan pria itu tak menanyakan bagaimana perasaan Genka, ciuman itu terlalu panas dan menekan hingga gadis itu tak bisa meronta...


Handuk tipis itu jatuh dengan dramatis dan menampakan tubuh indah Genka yang membuat Kenan merindu...


Bibir Genka di gilas dengan penuh hasrat membara membuat gadis itu kewalahan,..ia bahkan tak bisa mencium dengan baik...dan pasrah ketika Kenan seakan menyedot semua inti bibirnya..


''Aarrrgghh,........''


Kenan melepaskan ciuman bibir mereka dengan nafas yang masih terengah-engah,dan saling menatap..


Kenan merasa bingung, tatapan mata Genka yang sendu di tambah tubuhnya yang luar biasa nikmat seolah satu paket lengkap yang akan membuat siapapun akan tergoda...termasuk Kenan...tatapan Genka berbeda dan membuat Kenan sungguh terhanyut...


Tubuh mereka polos masih saling berdiri....Kenan kemudian mendorong tubuh Genka ke sebuah sofa khusus untuk bercinta dengan berbagai posisi..


tubuh Genka terlentang pasrah disana kemudian Kenan segera menghampirinya dan mulai mencumbu Genka...bibirnya mulai bergerak turun memberi jejak merah di sekitar leher Genka, tubuh pasrah itu meliuk mengikuti sentuhan Kenan kepadanya...


Kenan menggertakan gigi, seolah Genka punya daya tarik sendiri yang mampu membuatnya candu...bibir Kenan bergerak panas..lalu menjalar turun ke pa yu da ra Genka yang membusung padat seolah menantangnya...mata Kenan bersinar penuh keinginan....bibirnya lalu mendekat...mengul** pa yu da ra Genka yang merah muda dan mulai menghis*pnya tanpa jeda memberi jejak kemerahan di sana karna ia menghis*pnya terlalu bernafs* sementara Genka hanya menutup mulutnya dengan pasrah..ia sungguh ketakutan namun tak berani protes, beberapa kali erangan kecil lolos dari bibirnya ketika Kenan menggilas pa yu da ra nya dengan sedikit kasar...


Jemari Kenan membimbing tangan Genka pada kej*ntanannya yang mengeras, dan membelainya dengan lembut...hingga membuat Kenan semakin terbakar,...


''Arrgghh....Genka....''


Kenan mulai bergerak naik ke tubuh Genka yang pasrah di sofa, miliknya begitu besar dan mengeras sudah siap memasuki milik Genka yang pasrah terlentang di sofa..


''Huufftth..........''


Genka sedikit mengernyit ketika milik Kenan berhasil masuk ke dalam miliknya yang sempit...bahkan Kenan harus memasukinya perlahan karna Genka terasa seperti perawan, terasa sempit dan basah....mencengkram milikknya...


Keduanya bertatapan, yang satu tampak puas,..yang satu tampak bingung...


''Apa masih merasa nyeri...''


Genka menggeleng padahal ia masih sedikit nyeri karna kej*ntanan Kenan terlalu besar memasuki miliknya hingga terasa sesak dan penuh di dalam sana....


''Aku baik-baik saja tuan Kenan....'' desah Genka menyembunyikan perasaaannya..


''Aooww..Genka...kau sangat nikmat..'' racau Kenan mengepalkan tangannya...


Kejantanannya masuk sepenuhnya di dalam diri Genka dan membuat tubuhnya bergetar merasakan nikmat,...


Keringat mereka bercampur dan bersatu membasahi tubuh keduanya...tak ada jarak antara sang tuan dan pelayan...

__ADS_1


Kenan menggertakan gigi ketika kenikmatan milik Genka seakan meremas miliknya dan membuatnya melayang..


Bibir Kenan kembali melum** bibir penuh Genka sementara tubuhnya bergerak mencari kenikmatan tak terkira..


Genka mengerang ketika pa yu da ra nya kembali di lum** habis oleh bibir panas Kenan..rasanya sungguh melayang...


Tubuh Kenan akhirnya bergerak semakin cepat ketika ia mulai mencapai puncak dengan Genka yang memejamkan matanya....


''Buka matamu dan tatap aku..Genka,....'' desah Kenan mengerang....


Deg!!!


Genka membuka mata dan keduanya bertatapan, ada yang berbeda, perasaan asing yang indah ketika mereka saling menatap yang di rasakan keduanya walau Genka tau kalau perasaannya adalah kesalahan dan Genka tidak akan berani berharap itu...


Ketika mata Kenan menatapnya berbeda,..Genka segera mengangkat tubuhnya mendekat dan melum** bibir Kenan sekaligus memutus tatapan mereka...di saat yang sama Kenan mencapai puncak kenikmatan..


Dan puncak kepuasan itu di raih dengan begitu indah ketika bibir mereka saling menyatu begitu juga tubuh mereka, Kenan mengerang ketika tubuhnya bergetar...menumpahkan benihnya di dalam diri Genka....


Bibir mereka masih saling ******* hingga sisa kenikmatan itu mulai berakhir mereka masih saling memeluk...


Kenan membeku menatap mata coklat terang Genka yang meredup....mengapa terasa berbeda ketika tubuh mereka bersatu, sensasinya beda...Kenan merasa bingung sendiri..tubuh Genka benar-benar mampu membuatnya puas,....


Kenan tersenyum meraih selimut dan menutup tubuh polos Genka, lalu kemudian ia melangkah untuk membersihkan dirinya...


Setelah pria itu pergi Genka lalu membuka mata seketika...Genka menghela nafas ketika airmatanya menetes sendirian di dalam kamarnya....


Tangisannya awalnya pelan namun sesaat kemudian tangisan itu pecah hingga Genka hanya menutup wajahnya dengan kedua tangannya...jika ibunya tau dia seperti ini maka..ibunya akan sangat sedih....Genka memegang dadanya yang terasa begitu nyeri...


Sampai kapan ia menjalani hidup seperti ini...tubuhnya hanya sebatas pemuas tuannya...??


Genka menangis dalam diam, hanya airmatanya yang menetes dan ia tidak sedikitpun mengeluarkan suaranya....ia tak ingin membuat tuan Kenan tau kalau dia menangis...Genka sungguh sedih sekali dengan keadaan hidupnya....namun inilah nasibnya....


++++++++++


Seperti yang di janjikan Kenan, bahwa mereka akan berjalan-jalan, maka itu Genka menyiapkan Alana, memakaikan pakaian yang bagus....Sementara itu Alana mengerutkan kening...


''Pakaian bibi jelek sekali...aku akan bilang pada ayah...kalau kita akan membeli pakaian baru...''


Genka menggeleng..


''Tidak usah Alana, bibi baik-baik saja....''

__ADS_1


Pada saat yang sama pintu kamar terbuka, Kenan masuk dan langsung tersenyum melihat putri kecilnya sudah cantik....


''Ayah.......''


''Kau cantik sekali putriku...'' bisik Kenan memeluk Alana dengan sayang..


Disaat yang sama Kenan menoleh kepada Genka namun gadis itu menundukan kepalanya seperti biasa...Kenan hanya menghela nafas...


''Ayah,....kita ke butik yuk,....aku ingin membelikan bibi Genka baju yang bagus kalau bisa ada yang baju cople denganku....''


Mendengar permintaan Alana membuat Genka langsung mengangkat wajahnya...


''Tidak tuan Kenan..tidak usah...aku baik-baik saja, Alana jangan begitu sayang,...bibi tidak...''


Kenan tersenyum lalu menatap Genka sedikit mengernyit..Genka begitu sederhana dalam penampilan bukan di buat-buat lalu...uang 500 juta yang ia dapatkan...kemana uang sebanyak itu di gunakan Genka...??


Bahkan gadis ini tidak punya apapun untuk menunjang penampilannya..apakah dia punya utang pada Rentenir..?


Kenan baru sadar dia melupakan kebutuhan Genka....


''Jika Alana memintamu ke butik maka itu adalah perintah..apa kau mengerti Genka...


Genka kemudian mengangguk....


''Terimakasih tuan...''


Kenan mengangguk...


''Ayo pergi...''


Mereka mulai menuruni tangga, namun Genka tidak hati-hati...kakinya tergelincir dan membentur tubuh kokoh di depannya, untungnya Kenan adalah pria dengan konsentrasi tinggi lagi pula dengan tubuh kekarnya tubrukan Genka tak membuatnya tubuhnya goyah sedikitpun..


Kenan langsung menangkap tubuh Genka yang hampir meluncur bebas ke bawah tangga dan memeluknya erat...


Deg!!!!


Mata keduanya bertemu....


Sementara Alana tersenyum dengan mata berbinar..


Yes.....desah Alana....

__ADS_1


__ADS_2