
Membuka pintu ruangan, Elif melangkah mendekati meja kerja Reno lalu duduk dengan sopan...Reno pun duduk di hadapan Elif dan menatap gadis itu dengan tajam...
''Kau tau apa yang sudah kulakukan hari ini Elif...''
''Aku bekerja sama dengan Talia hari ini...kami sangat dekat sekarang...'' Elif memperlihatkan senyum manisnya....
Reno menghela nafas....
''Kau tau dengan tindakanmu bisa membuat dia kehilangan wibawa di Hotel ini...kau tau benar kalau dia adalah pegawai senior mengapa kau malah....mempermalukannya..'' suara Reno terdengar menekan...
''Ehhm.....maaf Reno...tapi aku menolak mengakui kesalahanku..kau tau betapa buruknya sistem senioritas di hotel ini...?''
''Kau harus terima dan beradaptasi disini Elif...''
''Aku tak mau...aku menolak dengan tegas....'' Elif mengangkat kedua tangannya ke atas...
''Kau sangat keras kepala....''
''Terserah...apa kau mau mengadukanku pada tuan Liammu aku sama sekali tidak takut...''
Reno tersenyum dingin.....
''Apakah kau tidak mengenal sopan santun Elif...''
Gadis itu mengepalkan tangannya...
''Apa maksudmu...'' emosinya mulai naik dengan cepat...
Reno tersenyum santai menghadapi kemarahan Elif yang mulai naik..
''Kau tersinggung....''
Elif membeku....
''Jadi maksudmu aku bersikap salah ketika dia menghadapkan aku dengan setumpuk selimut tamu yang bau...dia menghinaku dia sengaja....aku tak menyangka jika kalian semua sangat mengerikan.....''
Elif menggebrak meja lalu menatap tajam kepada Reno....
''Maaf tapi bisakah aku mengatakan sesuatu kepdamu...''
Reno melonggarkan tenggorokannya...
''Katakan.......''
''Jika aku jadi kau sebaiknya bersiap....mungkin kau akan segera di pecat....aku telah merekam semua pembicaraan kita...'' Elif tersenyum dingin lalu melangkah keluar dari ruangan...
Jemarinya terkepal dengan kuat....ia harus menemui Liam..yah...menemui Liam...gadis itu segera menaiki lift dan menuju kamar paling ujung di hotel mewah ini yang berada di ketinggian lantai 50..
Ting!!!!!
Lift terbuka dan tanpa ragu Elif mendekati pintu lalu segera membukanya, ia tak pernah berpikir bahwa ia akan di hadapkan dengan sebuah pemandangan yang sama sekali jauhdari bayangannya...
Elif membeku di pintu kamar ketika melihat sosok wanita yang dewasa....dia sangat mirip dengan Liam,....wanita itu sedang menyuapi Liam makanan yang dia bawa..dan wanita itu sedang menatapnya sekarang...
Lisa menatap sosok Elif yang berdiri kaku di hadapannya...
senyumnya mengembang sempurna....
__ADS_1
''Apakah..ini adalah gadis yang kau maksud anakku sayang....''ucap Lisa dengan senyum lebar..mengarahkan tangannya kepada Elif yang berdiri kaku di hadapannya...
''Maaf nyonya aku......''
''Masuklah..kita bicara,.....''
Matilah Elif saat ini,..bagaimana mungkin wanita ini memintanya masuk, sementara Liam hanya menatapnya dengan tajam...dia seperti kehilangan selera makannya...
''Tidak nyonya...aku akan kembali saja...''
Elfi membalikan tubuhnya....
''Sayang...ayolah masuk, kita tak bisa membohongi ibuku terus menerus...''suara Liam berubah lebih lembut...
Sialan pria ini apa yang sedang ia lakukan...?? mengapa memanggilnya dengan kata-kata menjijikan itu...??Elif memutar bolamatanya dengan jengah....namun sekali lagi dia tidak mau membuat masalah...
''Ibu.....'' ulang Elif dengan mata berkaca-kaca...sudah 5 tahun dia tidak memanggil kata ibu dan hari ini pertama kali dalam hidupnya dia merasa terharu...ibunya meninggal karna sakit keras lalu di susul ayahnya beberapa tahun kemudian.....ironisnya sekarang ia bertemu dengan ibu dari musuhnya...
Ayahnya Devan pernah bercerita kepadanya kalau dia pernah mencintai ibu dari Liam..apakah wanita ini yang di maksud sang ayah...??apakah ibu Liam adalah wanita beruntung itu...? dia sangat cantik meski usianya tak lagi muda...mata Elif berbinar dengan kekaguman yang kentara.
''Yah...kemarilah..kita duduk bersama....untuk kau Liam....Ibu senang sekali....kau akhirnya mendapatkan jodoh yang cantik...apakah kau malu-malu mengenalkannya kepada ibu nak...''
Deg!!!!!
Liam mengusap wajahnya dengan kasar, wanita yang paling dia cintai di dunia ini ada dua orang yang pertama ibunya yang kedua Alana Hugo..karna itu apapun yang di minta ibunya Liam tak akan menolak..apalagi dia anak tunggal keluarga West...
Elif merasa bingung...apa yang harus dia lakukan..??
''Kemarilah....''pinta Lisa mengulurkan tangan sekali lagi..
Mau tak mau Elif mendekat...ia segera duduk di samping Lisa dan memandang wajah wanita yang sangat di cintai oleh ayahnya, seharusnya dia marah bukan tapi...wajah menyejukan wanita ini memang membius hingga mampu memadamkan kemarahan siapapun yang melihatnya..
Sementara Elift menatap ke arah Liam yang seolah membiarkan dirinya sendiri menyelesaikan semuanya sendiri tanpa ada niat membantunya, pria yang kejam bukan...??
''Namaku Elif....''
''Elif....? nama yang indah...kau sangat cantik, berapa lama hubungan kalian berdua....ibu sangat senang akhirnya Liam menemukan kekasihnya....''
Bagi Lisa ini adalah keajaiban karna ia menyadari benar kalau Liam sangat mencintai Alana sejak ia kecil dan tak mungkin dia mencintai gadis lain..tapi melihat Elif hari ini memunculkan sebuah harapan baru...Alana sudah menikah dan bahagia..tidak mungkin bagi Liam untuk mendapatkannya..dan Lisa tak akan membuang waktu...ia harus bergerak cepat..agar putra satu-satunya ini bisa menikah...
''Hubungan kami....aa...itu adalah hubungan yang singkat dan sedikit panas, aku pikir...''
''Panas.....mata Lisa terbelalak seketika, kalian berdua telah melakukannya...''
Kali ini Liam menegakan tubuhnya ia mengusap wajahnya dengan kasar sedikit mengerang mengapa gadis ini bicara hal yang tidak masuk akal...??
Elif mengutuk semua perkataan buruknya...ia menggeleng ingin meralat perkataannya...
''Ibu....kami tidak pernah....'' suara Liam terputus dengan dramatis ketika Lisa sang ibu berdiritegak..
''Kalian berdua...harus menikah segera....ibu harus menemui bibi Genka sekarang juga...''
Liam begitu pucat...ia mencoba mencegah sang ibu dengan menghalangi jalannya..menikah apa...apa yang ibunya maksud...
''Ibu....kami masih pacaran,hubungan kami masih sangat muda aku pikir menikah sangat terburu-buru...
Elif juga berusaha membujuk, lagipula siapa yang manu menikah dengan Liam...lebih baik dia single seumur hidupnya..pria menyebalkan ini.....ya ampun..dia seperti berasal dari planet mars,....
__ADS_1
''Ibu biarkan kami berdua berpikir...aku...''
Lisa menggeleng mengangkat tangannya...ia menatap tajam ke arah Liam dan Elif...lalu bersedekap....
''Kalian berdua yang harus mendengarkan ibu....kalian akan menikah....oh..astaga ibu senang sekali...ibu akan segera punya cucu...ibu harus pergi sekarang,.....''
Lisa melangkah buru-buru ke arah pintu namun Liam mencegahnya lagi..
''Ibu...biarkan aku mengantarmu...''
Lisa menoleh lalu menyentruh wajah Liam...hingga pria itu melemah...
''Kau putra satu-satunya keluarga West, kau adalah penerus ayahmu dan ibu....mata Lisa menjadi panas hingga hati Liam berdebar....ibu senang sekali kau punya kekasih dan kalian akan menikah...ibu sangat bahagia...kau disini saja jaga Elif, ibu akan turun...ayahmu akan menjemput ibu....''
Lisa mengecup dahi Liam...lalu hal yang sama dia lakukan pada Elif...
''Kau adalah putriku sekarang jadi jangan ragu, ibu akan memberimu cinta yang luas..''
Deg!!!!!
Mata Elif menjadi panas....mengapa ia merasa bersalah pernah menghancurkan Liam..dia mempunyai ibu yang begitu baik...karna terlalu terharu airmata Elif menetes...
''Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untukmu ibu.....''
Elif menundukan kepalanya dengan penuh rasa hormat dan hal itu membuat Liam membeku sesaat...
''Ibu percaya padamu Elif..''tatap Lisa dengan keyakinan yang nyata..
**************
Nasya baru saja meletakan semua bunga-bunga di tempatnya masing-masing ketika ia hendak menuju pintu..matanya terpaku pada sosok Kiano dan kekasinya yang sangat cantik...turun dari mobil...mereka melangkah menuju halaman rumah....
Jantung Nasya berdegup dengan kencang..masih memegang beberapa tangkai mawar putih..Nasya seolah kehilangan tenaganya...tanpa sadar ia menyentuh duri mawar yang menusuk kulitnya dan berdarah...namun gadis itu tak sadar...
Kiano membimbing Alda masuk dan akhirnya mereka berpapasan, mata Kiano jatuh pada Nasya yang menatapnya dalam diam...
Kiano mengeraskan wajahnya...tidak ia tak akan pernah terpengaruh..Nasya bukan siapa-siapa...
Alda menatap Nasya dengan pandangan kesal, siapa gadis ini mengapa sangat cantik..mengapa dia terlihat polos dan manis...?? Alda melirik Kiano yang tertangkap basah masih menatap gadis ini...sial...
''Siapa kau.....''tanya Alda dengan dingin...
Kiano baru akan menjawab namun Nasya menundukan kepalanya...
''Aku Nasya..aku adalah pelayan disini...''
''Pelayan...'' jerit Alda dengan mata penuh hinaan...
Alda mulai memposisikan dirinya sebagai calon nyonya Kiano...
''Nasya....bersihkan darah di tanganmu, tertusuk mawar saja kau tidak sadar...ckck....''
Pandangan mata Kiano terpaku pada tangan Nasya yang berdarah....hatinya kembali berdebar...ketika darah itu mulai menetes di dalam genggaman Nasya...gadis itu hanya sedikit merintih..
''Maafkan aku tuan dan nona...aku akan membersihkannya...''
Nasya menundukan kepalanya lalu melangkah keluar menuju taman..mengapa hatinya sakit sekali..mengapa sesakit ini....?? airmatanya menetes,.....
__ADS_1
''Nasya........'' panggil seseorang di belakangnya hingga langkah Nasya terhenti..
Deg!!!!!!!!