
Darren memijit pelipisnya sebentar dia tau benar jika Alea seakan ingin membunuh mereka berdua saat ini, setidaknya matanya menjelaskan semuanya...
Alea berdiri dengan dua kantung belanjaan yang jatuh dari tangannya saat ini...ia tak tau harus sedih atau senang melihat Darren berdiri tanpa kurang satu apapun, tapi dia juga merasa sedih, mengapa hal sebesar ini Darren mampu membohonginya...
Untuk apa...? bahkan Alea tak mengerti mengapa Darren dan Kenan bekerja sama untuk membohonginya, bahkan mereka melihatnya menangis dan meraung, bahkan Alea sampai jatuh sakit karna memikirkan kondisi Darren yang begitu sekarat...
Dan saat ini melihat mereka berdiri sungguh membuat Alea begitu sakit hati...bagaimana mungkin mereka berdua tega kepadanya...
''Alea.....'' seru Darren dan Kenan serempak....
Melihat Alea saat ini berdiri dengan tatapan hancur membuat mereka merasa bersalah.....
Alea menatap Darren dan Kenan bergantian...
''Apakah aku lelucon bagi kalian berdua...apakah membohongiku dengan kejam bisa membuat kalian puas hingga kalian tertawa...'' Alea mengepalkan jemarinya saat itu..
Dan percayalah..itu sangat menyakitkan di mata Darren juga Kenan...
''Alea maafkan aku...maafkan Kenan, tapi kami hanya ingin agar rencana kali ini berhasil....''
''Yah...rencanamu berhasil dan kau mengorbankan aku dan anak-anak..begitukah maksudmu Darren....''
Darren mengusap wajahnya dengan kasar, mengapa malah jadi begini...? dia pikir jika memberitau Alea maka akting mereka tak akan berhasil dan Luke tak akan percaya bahwa dia sedang sekarat...jadi Darren mulai memikirkan dengan matang rencananya agar Luke pikir dia sedang sakit dan lemah..
Darren sungguh tidak terima ketika Sarah meninggal begitu saja, ia tau benar..kalau Luke ada di balik kecelakaan yang menewaskan adiknya, semua bukti terkumpul dan Luke pasti akan di penjara dalam waktu yang lama.
Tapi mengapa malah seperti ini..? mengapa malah begini..? mengapa di saat semuanya hampir selesai Alea mengetahui segalanya dan marah..
Kenan merasa ia harus meninggalkan pasangan suami istri itu....dan ia pun melangkah meninggalkan Darren dan Alea sendiri, ketika melewati Alea, Kenan sangat berhati-hati ia begitu takut pada tatapan Alea kepadanya...
Kini tinggalah Alea dan Darren berdiri saling berhadapan....Darren mendekat namun Alea bergerak mundur...tidak bisa ia tak bisa.... memaafkan Darren begitu saja.....Darren telah mempermainkan perasaannya...Alea sungguh merasa geram...
''Alea aku mohon...bisakah kau mendengar penjelasanku..'' ucap Darren memohon..
Namun Alea hanya menggeleng dingin,
''Kau mengorbankan hati anak-anakku Darren kau tau benar aku sangat patah hati aku terluka dan aku sangat kecewa kau mampu membohongiku, wanita yang kau sebut istri..namun nyatanya kau sama sekali tidak memikirkan perasaanku..''
''Karna itu biarkan aku menjelaskan semuanya agar kau mengerti....''
__ADS_1
''Apa ini tentang Luke...apakah karna dendammu lagi Darren...? apakah kau ingat aku menjadi korban akibat dendammu yang tidak beralasan pada kedua orang tuaku dan hari ini kau melakukan hal yang sama Darren, kau tidak hanya menyakitiku tapi hati anak-anak kita..kau tau benar mereka merindukan kasih sayangmu Darren...kau tau setiap hari mereka selalu bertanya dan bertanya dimana Daddy...tapi malah kau tertawa karna sudah membohongi kami.....''
Darren mengerang.,....
''Aku tau Alea...aku tau aku bersalah karna berbohong...tapi aku hanya ingin masalah ini cepat selesai dan keluarga kita bisa tenang...''
''Terserah...aku harus pergi....''balas Alea dengan dingin...
Alea membalikan tubuhnya ingin pergi namun, ia merasakan lengannya di tarik paksa hingga tubuhnya berbalik..kali ini ia jatuh dalam pelukan Darren yang posesif...
Deg!!!!
Mata mereka saling memandang dengan tajam...Darren mendekatkan wajahnya, ia merasa nyeri melihat tatapan Alea yang sangat marah...
''Aku berjanji ini yang terakhir kalinya aku berbohong padamu sayang...kau boleh menghukumku apa saja...apa saja Alea..asal jangan pergi...aku mohon, karna aku tak bisa melepaskanmu....meski kau membenciku...''
Airmata Alea menetes di wajahnya yang lelah, dan di saat yang sama pria itu menjatuhkan tubuhnya di hadapan Alea dan memeluk perut Alea dengan erat...
''Aku mohon jangan marah Alea...aku sudah merasakan hukuman selama 4 tahun ini jadi aku mohon jangan menambah lagi hukuman untukk Alea...''
''Aku butuh waktu Darren....dan jangan pernah memaksaku...''tatap Alea penuh penekanan...
Alea menghempaskan pegangan Darren lalu melangkah meninggalkan kamar Darren namun tentu saja..Darren terus mengikuti langkah Alea menuruni tangga...mengawasi Alea kalau-kalau ia ingin pergi, tenty saja Darren tak akan membiarkan Alea pergi....
Ketika Alea keluar dari rumah....Kenan menghalangi jalan Alea..ia sudah pasrah namun ia tak bisa membiarkan Alea pergi dalam ke adaan marah..semua akan bertambah kacau...
''Bagaimana kalau kau memukul kami menggunakan bola tenis di lapangan sana,..kami berdua tak akan menghindar, bahkan kalau setiap hari kau meminta memukul kami dengan bola itu maka kami akan baik-baik saja...'' ucap Kenan menawar.....
Alea mengepalkan tangannya...ia menatap tajam ke arah Darren dan juga Kenan yang tampak putus asa...kedua pria ini benar-benar membuatnya kesal...
Alea mengangguk dengan seringai tajam...
''Pelayan.....siapkan bola-bola tenis yang terbaik, aku akan bermain....'' desis Alea tersenyum kejam...
''Persiapkan diri kalian.....''ucap Alea melangkah menuju lapangan tenis...
Sementara Darren mengepalkan tangannya mendekati Kenan...
''Apa yang kau sarankan ini Kenan, wanita ketika dia sedang marah maka kekuatannya akan semakin meningkat...dia akan membunuh kita Kenan...'' bisik Darren tajam,..
__ADS_1
Kenan tertawa kesal....
''Aku hanya bercanda...tapi aku tak menyangka dia serius...kita akan mati Darren...'' Kenan mengeraskan wajahnya...
Kedua pria itu menunduk dengan lemas..
************
Alea memegang raket dengan gertsakan gigi, Darren dan Kenan berdiri disana menahan nafas...ketika Alea mulai memukul bola....
Bugh...
Bugh..........
Bola-bola itu terbang dan mengenai dada, kepala, paha dan kaki....bola itu sangat keras hingga kedua pria itu hanya bisa mengerang menahan sakit...namun Alea tidak perduli...
''Beraninya kalian membohongiku...beraninya...kalian menyakiti anak-anakku...''
Bughhhh....
Alea baru berhenti ketika ia lelah, lalu melemparkan raket itu ke lantai dan melangkah...pergi....
Darren dan Kenan terkejut lalu mengikutinya.....
''Alea...apakah kau sudah puas, kau mau memaafkan kami...'' tanya Darren putus asa...
Namun Alea berbalik......
''Kalian berdua menjauhlah dariku...'' ucap Alea tajam..
Untunglah ada sebuah rumah lain yang berada tepat di samping rumah ini, dan Alea pun melangkah bersama seorang pelayan yang...mengantarnya ke rumah itu..sementara Darren dan Kenan melangkah ke arahnya namun langsung mendapat tatapan tajam....
''Jangan pernah mendekatiku...awas kalian berdua..''
Alea melangkah masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu...Kenan menatap Darren dan menepuk bahunya...
''Berjuanglah...Darren...'' bisiknya dengan wajah pasrah..
Darren memejamkan mata....
__ADS_1
Apa yang harus ia lakukan sekarang...?