
Darius membuka pintu kamar dengan amarah yang meluap-luap, bahkan beberapa wanita penghibur yang bergelayut manja ketika pintu terbuka tak mampu membendung amarah seorang Darius...
''Bagaimana mungkin gadis kecil itu akan menjadi istri seorang Darren Hugo...pangeran dan penerus kerajaan bisnisnya..bagaimana bisa gadis lugu dan bodoh itu menjadi menantunya hanya bermodal wajah cantik..?
Tadinya Darius berharap Darren akan bersenang-senang saja, namun malah melakukan hal yang bisa membuat namanya tercoreng, beberapa teman bisnis akan membicarakan dia di belakang dan berkata ia punya menantu yang masih anak-anak...
''Sial....''geram Darius duduk di sofanya..
Sedangkan para wanitanya hanya menatap dengan bingung dan takut...
Pintu kamar di ketuk dan seorang anak buah kepercayaan Darius datang dan menunduk di hadapan Darius dengan penuh hormat, melihat wajah sang tuan Gary sudah tau ada sesuatu yang salah dengan tuannya..
Gary berusia 40 tahun sudah mendampingi tuann Darius sangat lama...ia biasa melakukan kejahatan apapun atas nama sang tuan besar...pria bertumbuh tinggi itu menjadi kaki tangan Darius yang selalu mengerjakan perkerjaan gelap dengan sangat rapi...
Darius menatap Gery dengan tatapan tajam....
''Aku ingin kau mencari cara agar menyingkirkan gadis kecil yang akan menjadi menantuku itu aku sangat tidak menyukainya..''ucap Darius tak mampu menyembunyikan rasa geramnya..
Gery tersenyum dengan dingin....
''Ada akabar jika dia ingin melarikan diri dari tuan Darren hanya saja...tuan Darren masih terobsesi dengannya tuan Darius...''
''Melarikan diri...''
''Yah....''
''Bagaimana kalau kita memberi akses kepadanya untuk melarikan diri lalu....menciptakan kesalah pahaman di antara mereka...'' ucap Darius dengan tatapan membara...
Gery tersenyum dan mengangguk....
''Tuan Darren akan membunuhnya jika itu terjadi...''
''Aku tidak sabar lagi Gery....aku tak sabar lagi...''
Gery menundukan kepala...
''Anda akan menerima kabar baik..''
Gery pun pergi dan suasana hati Darius kembali bersemangad..sementara wanitanya sudah siap untuk melayaninya sampai ia puas..Darius tersenyum lega....
**************************************************
__ADS_1
Setelah makan malam Ale pikir dia akan tertidur namun Darren malah mendatangkan desainer ke rumahnya untuk fiting gaun, saat itu juga sampai batas waktu besok pagi gaun itu harus sudah jadi, Alea bisa melihat wajah frustasi beberapa desainer yang begitu sibuk, bekerja dengan Darren artinya tak ada kesalahan atau mereka akan membayar dengan mahal...
''Tubuh nona sangat indah jadi kami tidak terlalu bekerja keras..''ucap salah satu desainer tersenyum kepada Alea..dia bicara sangat hati-hati karna mata Darren mengawasin pekerjaannya...
''Aku ingin gaun ini sudah siap jam 11 siang besok..''ucap Darren penuh penekanan..
''Baik tuan Darren kami akan mengusahakannya...'' balas wanita itu menunduk hormat.
Darren berdiri dan sekilas menatap mata Alea yang saat itu menatapnya...Alea tampak tegang dan frutasi, dan itu terlihat jelas dari matanya namun bagi Darren ia tidak perduli, setelah menikah maka Alea akan menjadi miliknya dan ia tidak akan pernah menunda malam pertama mereka.
Pria itu lantas membalikan tubuhnya dan melangkah pergi, sekaligus meninggalkan keheningan yang mengerikan di belakangnya...
Alea menghela nafas...matanya menjadi panas, ia sangat stres berada di rumah ini, belum lagi tatapan benci yang di perlihatkan tuan Darius kepadanya sungguh membuatnya takut..yang baik di rumah ini hanyalah Erland namun pria itu sangat sibuk dan cenderung menghindar ketika berhadapan dengan Darren...
''Kau sangat beruntung akan menjadi nyonya Darren Hugo...tak taukah kau jika semua wanita ingin ada di posisimu..'' ucap sang Desainer tak mampu menyembunyikan rasa cemburunya...
Alea memilih diam dan tidak membalas kata-kata Desainer itu...Ale albih memilih memejamkan matanya menganggap ia sedang mendengarkan cerita dongeng..jika ia boleh jujur ia sama sekali tak mau ada di posisi ini tidak...rasanya sangat kesal jika membayangkan besok ia akan menikah dengan pria yang lebih tua jauh darinya, juga...harus melayani nafsu Darren yang mengerikan...
Membayangkan itu semua membuat rasa ingin melarikan diri dari Darren tak pernah benar-benar mati...Alea sungguh berharap bisa hidup bebas seperti remaja yang lain.,.berteman, jalan-jalan,...ia tak pernah membayangkan jika ia harus berada di bawah kendali seorang pria psikopat yang kejam,...melawan berarti mati...dan Alea tak mampu lagi memikirkan masa depannya...
**************************************************
Namun betapa terkejutnya Alea ketika lift terbuka dan tuan Darius keluar dari sana dengan seorang wanita yang tidak memakai atasan..mereka sedang bermesraan tanpa malu, mau tak mau pemandangan itu membuat Alea sedikit jijik...
''Kau mau kemana Alea..'' sapa Darius dengan senyuman...
''Aaaku...akan ke kamar...''jawab Alea memalingkan wajahnya ke arah lain...
''Bagaimana kalau kau naik tangga saja...? ayah masih ingin berlama-lama di lift..''ucap Darius dengan nafas terengah-engah karna wanita di sebelahnya sedang mencumbunya...
Alea mengernyit lalu menganggukan kepalanya, yah..anggap saja olahraga malam...batin Alea mengalah...
''Baiklah aku akan naik tangga saja...''
Darius tersenyum lalu melanjutkan aktifitasnya...
Alea menaiki tangga dengan antusias namun merasa sangat lelah, kamarnya ada di lantai 3 dan rasanya betisnya akan patah..namun mau bagaimana lagi...tuan Darius sedang memakai lift....
Setelah beberapa saat Alea akhirnya sampai di ujung tangga dan merasa lega..walau nafasnya satu-satu, ia masih berdiri disana bersandar di dinding sebelah tangga sembari menetralkan detak jantungnya yang masih berdebar.....
Menaiki tangga yang sangat tinggi ini perlu tenaga ekstra,..astaga....Alea memejamkan matanya..betisnya terasa pegal..
__ADS_1
Baru saja Alea ingin melangkah ke kamar, namun pintu lebih dahulu terbuka dan menampakan sosok Darren yang terkejut melihatnya...
''Alea......''
Karna terlalu terkejut Alea langsung menegakan tubuhnya, berusaha menyembunyikan lelahnya...
namun Darren menjadi curiga..
''Mengapa kau datang menaiki tangga...''
Alea berdehem...tak mungkin dia mengadukan tuan Darius, atau dia akan marah padanya,..
''Aku ingin berolahraga..jadi tak ada....''
''Aku benci pembohong...'' desis Darren mendekat....
Alea menjadi pucat........
''Katakan...''
''Aa....aku....''
Darren lalu meraih ponselnya dan memeriksa cctv darin ponsel itu, dan matanya menjadi sangat dingin, jemarinya terkepal dengan kuat ketika melihat kenyataan yang sebenarnya..
Pria itu berbalik dan melangkah mendekati lift sehingga Alea menjadi ketakutan, bagaimana jika tuan Darius pikir dia yang mengadukannya...??
''Darren...tunggu...'' jerit Alea langsung menghalangi langkah pria yang sangat marah itu...
''Hentikan...besok adalah pernikahan kita...jangan terlibat pertengkaran....''
Darren menatap Alea....
''Pria tua bangka itu harus di beri pelajaran...'' Darren bersikeras...
''Aku mohon...tuan Darius akan berpikir aku mengadukannya...dan..dia akan sangat membenciku...''desah Alea yang sanggup memadamkan amarah Darren dalam sekejap....
Darren meraih tubuh Alea untuk tenggelam di pelukannya..keduanya bertatapan.....
''Aku tak sabar lagi untuk menjadikanmu nyonya Darren Hugo..'' ucap Darren dengan senyuman misterius..
Alea mendesah...mengapa ia melihat sinar mata yang tajam menusuk dari diri Darren...???
__ADS_1