Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kebenaran Yang Terlambat


__ADS_3

Hening.........


Hening..............


Hening lagi..............


Alea perlu beberapa saat untuk memahami perkataan sang dokter yang begitu mengejutkan...kak Aiden ternyata bukanlah kakak kandungnya, kenyataan itu sanggup memukul telak hati Alea, dan menghancurkannya dalam sekejap.. bagaimana bisa kak Aiden bukanlah kakaknya bagaimana mungkin, bahkan hasil tes itu di lakukan kedua kalinya..


Hati Alea seakan hancur tak berbentuk saat ini, impian, harapan dan kebahagiaan mengenai sosok sang kakak ternyata hanyalah kebohongan...hanya kebohongan...haruskah ia percaya..tidak sesungguhnya Alea tidak ingin percaya, betapa hati Alea begitu merindukann kakaknya, hatinya sudah mulai terbiasa menerima kak Aiden sebagai kakaknya, sebagai orang yang sedarah dengannya,...lalu kebenaran ini datang di saat semua perasaannya menguat, bukankah ini kebenaran yang sangat terlambat bagi Alea...? sakit sekali rasanya...


''Dokter...tidak mungkin bukan, katakan kalau ini tidak benar dokter, katakan....'' rintih Alea merasa sungguh sesak di dadanya,..


''Maafkan aku nyonya Alea, aku sungguh-sungguh minta maaf....'' sang Dokter menundukan kepalanya dalam-dalam..


Itu berarti benar...?


Deg!!!!


Tangisan Alea pecah saat itu juga dengan sangat memilukan, betapa ia tak mampu menahan rasa sakit di dalam dirinya...ia sungguh merindukan kakaknya, dan orang yang telah dia percaya ternyata berbohong kepadanya dengan sangat kejam...


Dokter Grey ikut menangis, bahkan bibirnya sampai bergetar, ia tau sekarang lah waktunya memberitau tau kebenaran itu, meski sakit, meski mungkin sangat terlambat namun, setidaknya ia tidak akan melihat Alea lebih hancur lagi..


Wanita itu mengangkat wajahnya, ia tau benar bahwa ia tidak baik-baik saja ketika memutuskan untuk mengatakan ini semua..meski pada akhirnya ia harus mati, namun ia lega...ia sudah jujur kepada Alea...


Jemari Dokter Grey terulur menyentuh jemari Alea yang bahkan masih gemetar, dan mengusapnya untuk menenangkan....


''Hari itu..ketika tuan Kenan masuk, ia membawa sebuah sample, rambut dan air l*r yang sudah di bekukan,....dan memintaku memeriksa itu semua, aku minta maaf nyonya Alea, aku sungguh tak berdaya di bawah ancamannya, dia bahkan tidak ragu untuk menghabisi anak-anakku dan ibuku jika aku menolak membantunya......aku tak punya pilihan.....'' Dokter Grey menunduk dengan tatapan penyesalan yang dalam.


Alea mengangkat wajahnya, airmatanya menetes tanpa henti dan tak bisa di cegahnya...


''Oh...Dokter, aku...sungguh merasakan hancur saat ini,... suamiku telah melakukan hal yang sama Dokter, tapi hasilnya memang kami adalah saudara,....''ucap Alea berusaha menepis kata-kata sang dokter walau ia tau..harapannya tak seimbang...


''Aku yakin kalau tuan Kenan juga melakukan hal yang sama seperti yang terjadi kepadaku, nyonya Alea....dia punya kekuatan dan uang untuk melakukan itu.''


''Tidak mungkin...'' desah Alea menggeleng, namun wajahnya menjadi sangat pucat.


Dokter Grey tersenyum.....


''Kau tidak tau dengan siapa kau berhadapan nyonya Alea...tuan Kenan Renov adalah seorang mafia berdarah dingin, ia bisa membunuh tanpa berpikir nyonya....aku bisa menebak dia pasti sudah mengetahui segalanya...dia punya banyak mata-mata, bahkan mungkin orang di sekitar kita adalah mata-mata...dia pria yang sangat kaya dan mampu melakukan segalanya.'' ucap Dokter Grey memberi penjelasan...


Alea menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi, ia tak habis pikir, bagaimana bisa ia terlibat dengan mafia...seumur hidupnya Alea hanya berkutat di pekerjaan rumah lalu sekolah, setelah menikah dengan Darren pun ia tak pernah kemanapun, atau berteman dengan orang jahat....

__ADS_1


''Mengapa dia mengincarku Dokter Grey, mengapa dia harus melakukan kebohongan itu kepadaku, apa untung baginya....desah Alea masih bingung...apakah dia punya dendam pada keluargaku...''tebak Alea meski semua informasi ini cukup membuatnya pusing...


Dokter Grey menggeleng...


''Aku ingat dia mengatakan kalau...dia akan menjadikanmu miliknya....nyonya Alea,....dia menyukaimu..''


Alea menggeleng...ia tak tau harus tertawa atau menangis...


''Bagaimana bisa seorang Mafia kejam menyukaiku Dokter, kami tidak pernah bertemu sebelumnya...aku tidak pernah...''


''Aku tak tau darimana dia tau tentang dirimu tapi yang jelas, tuan Kenan...dia punya DNA kakakmu yang sebenarnya nyonya Alea,....aku tak tau dari mana dia mendapatkan DNA yang asli dan menyimpannya, ketika aku periksa..DNA itu masih sangat terjaga, dan aku yakin dia punya tempat khusus untuk menyimpan semuanya...aku yakin tuan Kenan sebenarnya tau soal Aidenora yang asli..dia pemegang kuncinya..''


Deg!!!!!


Mata Alea kembali memanas..menyadari sosok kakaknya yang asli, entah bagaimana nasibnya sekarang..sungguh Alea tidak tau....


Apa yang harus dia lakukan sekarang, jika dia menghadapi Kenan dengan membongkar kejahatannya maka dia tak akan tau..dimana kak Aiden sebenarnya berada,...apakah dia di sandera..ataukah mungkin dia......


Airmata bening itu kembali menetes.....


Bagaimana ia harus bersikap sekarang..bagaimana...??


Dokter Grey menggeleng tegas, sekaligus menepis ide Alea yang akan lapor polisi..


''Itu sama saja kau menggali kuburanmu sendiri nyonya Alea...tuan Kenan punya kekuatan yang luar biasa...dia akan dengan mudah menghancurkanmu sampai menjadi debu..''


Alea mengepalkan tangannya dengan kuat, ketika mendengar berita ini saja sudah membuat Alea seakan mati....


Yah...dia sudah mati....namun dia tak akan membiarkan Kenan hidup, ia harus menjelaskan bagaimana bisa dia menipu Alea dengan kejam..mengapa seorang Kenan mengincar hidupnya....


''Nyonya Alea...sekali lagi aku minta maaf,....''


Alea mengangguk, ia yang harus berterimakasih atas kebaikan hati sang Dokter...karna telah mengatakan semuanya dengan jujur...


Alea melirik koper besar milik dokter Grey......dan tersenyum...


''Dokter ingin pergi...''


''Terlalu mengerikan hidup disini Nyonya Alea...setelah dari sini..aku akan ke bandara, dan akan berangkat dengan penerbangan jam 1 siang..''


Alea mengangguk....

__ADS_1


''Hidupku tak pernah mudah Dokter Grey...ada satu titik dimana...aku lelah dan ingin pergi saja,....Alea memejamkan matanya sedih, aku selalu menderita dan hidup di bawah tekanan....melihatmu ingin pergi sekarang....aku sangat iri...'' suara Alea terdengar lirih dan tersiksa...


Dokter Grey menganggukan kepala, ia sangat mengerti penderitaan Alea dari sorot matanya yang rapuh, namun sedih baginya karna ia tak bisa melakukan apapun untuk membantunya....selain mendoakan Alea..agar kuat...


''Nyonya Alea,...kau hanya perlu ingat satu hal, penderitaan dan kesenangan akan silih berganti datang selama kita hidup..kita tidak bisa menghindarinya selain menghadapinya...''


Alea mengangguk walau dengan sangat berat, ia sudah tak punya kekuatan lagi....Alea kembali tertunduk dan meledak dalam tangisan yang menghancurkan...


''Sakit sekali...mengapa rasanya begitu sakit Dokter...''


Isakan Alea semakin panjang dan menyedihkan di ruangan privat itu, dan Dokter Grey ada disana untuk menenangkan Alea atas peristiwa yang mengguncang batinnya....


Tanpa di sadari Alea....mata cincin pemberian Kenan berkelip dengan samar....


Deg!!!!!


**************************************


Dokter Grey melajukan mobilnya menuju bandara...sementara lalu lintas sangat sepi padahal ini masih siang...


Karna dia meminta untuk bertemu Alea di restoran privat di luar kota, jadi ia harus melewati jalanan yang sepi...


Tiba-tiba....


Mobilnya berhenti mendadak ketika ada tiga buah mobil berlawanan arah menghadang mobilnya, dokter Grey tau...siapa yang menghadangnya...tubuhnya bergetar seketika....


Dokter Grey keluar dari dalam mobil dengan tatapan pasrahnya..apalagi ia melihat di depannya sosok tuan Kenan Renov keluar dari sana...dengan tatapan membunuh yang begitu kentara....


''Tuan Kenan...'' desah sang Dokter gemetar...


Kenan tersenyum dingin sembari mengeluarkan sebuah pisau dari saku jassnya dan mendekati sang dokter...beberapa anak buahnya berjaga di belakang termasuk Adam...yang menunggu perintah....


Airmata Dokter Grey menetes.......ia sungguh ketakutan......ketika melihat tajamnya pisau itu yang di arahkan kepadanya...


Kenan menatapnya dengan tajam.....


''Penghianat sepertimu harus mati....Dokter Grey....bukankah sudah aku bilang bahwa..kau akan membayar mahal dengan semua yang kau katakan....'' Kenan tersenyum dingin...


''Kau.....tidak akan selamat...''desis Kenan tajam...


''Hoh...tuan Kenan......''

__ADS_1


__ADS_2