
Madox tak mampu menahan rasa kesal di dadanya, dia adalah model profesional dan tak bisa menerima di perlakukan begitu saja oleh pria bernama Rafael itu....jadi dengan amarah ia melangkah mengikuti Rafael yang sudah menarik Alana keluar..walau beberapa anak buah Rafael menahannya...
''Tuan Madox...kendalikan dirimu...''
Jimi yang adalah asisten sekaligus tangan kanan Rafael menarik paksa pria itu..
''Lepaskan aku Jimi.....aku tidak terima di perlakukan seperti ini...aku bisa...bisa menuntut.......''
''Sebenarnya kami sedang mempersiapkan proyek besar untuk anda tuan, karna itu tuan Rafael pikir..kau tidak cocok untuk pemotretan kali ini..''
Madox menoleh tertarik...
''Baiklah....kita bisa bicarakan ini semua..'' ucap Madox tersenyum lalu mengikuti langkah Jimi dengan cepat...
**********
''Lepaskan aku Rafael astaga ada apa denganmu...'' teriak Alana menghempas pegangan Rafael kepadanya...
Mereka sudah berada di ruangan Rafael sekarang...
Tidak bisa,...dada Rafael begitu panas melihat adegan ketika si bajingan Madox mulai menyentuh tubuh Alana...rasanya Rafael ingin menghajarnya sampai pingsan..
Apa yang terjadi mengapa kau bersikap aneh...''
Rafael melangkah kesana kemari sambil memikirkan ide di kepalanya..
''Kau tidak boleh melakukan foto dengannya...'' ucap Rafael tajam,..
__ADS_1
Sementara Alana duduk dengan cuek dan hanya menatap lelah pada Rafael yang tampak tidak tenang...
''Baiklah kalau begitu carilah pengganti Madox....aku rasa dia yang terbaik...dia model profesional...kau saja yang aneh...''
''Dia hanya seorang bajingan yang berkedok model...''
Alana tertawa...
''Ada apa denganmu..kalau seperti itu lalu untuk apa kau mengontrak aku...? bukankah aku seorang model...''
Rafael lalu duduk di depan Alana yang tampak acuh...
''Alana..kau hanya ku ijinkan foto sendiri..tidak akan kupasangkan dengan pria manapun...''
''Hey mana bisa..kau hanya akan membatasi gerakku dalam dunia modeling....aku berhenti saja bagaimana...''
Rafael menyandarkan tubuhnya dengan santai..
Rafael mengingatkan........
Alana meringis....
''Lalu apakah kau akan menjadi boneka saja...''
''Jika memungkinkan yah...bagaimana kalau kau menjadi asistenku saja..itu lebih baik..''
''Tidak mau...aku di kontrak sebagai model dan bukan asistenmu...aku saja perlu asisten di kehidupannku bagaimana mungkin aku mau menjadi asistemu..''
__ADS_1
Rafael bangkit dari kursinya kali ini duduk di atas meja kokohnya dan menarik kursi Alana tubuh Alana mendekat hingga wajah keduanya nyaris bersentuhan...
''Kau tak perlu mengerkajan sesuatu yang berat Alan..kau cukup menemaniku..ketika aku kemanapun atau dimanapun...''
Mendengar hal menggelikan itu sontak membuat tawa Alana pecah di dalam ruangan...dan hal itu membuat jantung Rafael berdebar karna Alana sangan cantik di segala sisi dirinya,...
''Aku tidak mau Rafael...aku mau menjadi seorang model bukan asisten...''balas Alana tak mau kalah..
Rafael meraih tubuh Alana berdiri dan sejajar dengannya..
Tatapan mata Rafael membara....rasa tidak rela membayangkan tubuh Alana di peluk pria lain membuatnya gerah dan tidak suka..Rafael tak tau mengapa namun,...ada rasa posesif di dalam dirinya yang memintanya untuk menahan Alana...
''Tidak....kau tidak ku ijinkankan menjadi model dengan para pria disana..
''Mengapa...kau bahkan bukan siapa-siapaku..'' jerit Alana kesal....
'' Baiklah....bagaimana jika aku menjadikanmu milikku Alan Hugo...'' desis Rafael menggertakan giginya...
Rafael mendekatkan wajahnya dan seketika itu juga...bibirnya mendarat di bibir Alana yang dingin..
Tubuh Alana menegang ketika bibir Rafael melum** bibirnya..mencecap bibirnya dan memperkenalkan diri sebagai pemilik pertama...
Mata Rafael berbinar ketika ia melepaskan pagut*n bibir mereka meninggalkan rasa panas....
Deg!!!!!
''Bukankah kau adalah milikku sekarang...'' pria itu menaikan sudut bibirnya penuh kemenangan..
__ADS_1
Sedangkan Alana menjadi gugup......
''Hah.......''