Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Status Yang Rendah


__ADS_3

Suasana menjadi hening ketika sang gadis polos itu mengatakan dengan gampang akan menjodohkan Genka dengan Kenan...hingga wajah pria itu mengeras....


dan Genka menyadari tatapan tak suka dari Kenan...


''Ayolah Bibi Genka..kau dan ayah sangat cocok...''


''Alana...kau masih terlalu kecil untuk memikirkan hal dewasa...''ucap Kenan dengan lembut,...


Alana menggeleng...


''Ayah kuno sekali...ckckck.......''


''Alana sayang, jangan menjodohkan bibi dengan ayahnya Alana...karna bibi sudah punya pacar...''


Kata-kata itu tidak hanya mengejutkan Alana namun mengejtukan Kenan, jemarinya terkepal dengan kuat sementara Genka tidak menyadari tatapan membunuh yang di arahkan kepadanya..


Alan membulatkan matanya....


''Bibi sudah punya pacar...dimana,...apakah dia model, apakah dia bekerja seperti Daddy dan ayahku....''tanya Alana tidak puas...


Genka menggeleng...


''Dia hanya pria biasa, dia hanya seorang pengajar...''


''Seorang guru...''


''Yah seperti itu,.anak muridnya seperti Alana yang cantik...'' ucap Genka dengan mata berbinar...


Sementara Kenan melonggarkan dasinya, mengapa dasi ini terasa sesak...


''Wah,....keren sekali Bibi..bagaimana kalau bibi mengajaknya ke rumha ayah....''


Deg!!!


Saat itulah tak sengaja Genka mengangkat muka dan menemukan tatapan membunuh dari Kenan kepadanya hingga wajahnya memucat...


''Alana.....bisakah kau mengganti topik pembicaraan kalian, ayah tidak suka jika kau bersikap dewasa...'' ucap Kenan tegas..


Alana mengangguk...lalu menatap Genka dengan sedih...


''Bagaimana kalau bibi menyanyikan lagu untukmu....''


Alana mengangguk...


''Baiklah...aku sangat menyukaimu bibi Genka....'' jerit Alana dengan senyuman jatuh cinta...


Genka tersenyum..


''Naiklah di pangkuan bibi...'' pinta Genka menepuk pahanya..


Alana dengan senang hati melompat di pangkuan Genka dan bersandar di dada gadis itu dan mulai memejamkan matanya,.....


Genka juga memejamkan matanya dengan memeluk erat tubuh kecil Alana dan mulai bernyanyi..


Awalnya Kenan tak mau melihat..namun merdunya suara Genka membuatnya tak bisa untuk tidak berpaling...


Kenan dan menoleh dan membeku....


Ketika Alana mulai tertidur nyaman di pelukan Genka sementara gadis itu sedang mengusap kepala Alana dan membuatnya nyaman sementara ia sendiri memejamkan mata..

__ADS_1


Dan Kenan terdiam menikmati pemandangan indah itu..wajah Genka begitu manis, meski gadis ini tak pernah memakai makeup sedikitpun...ada rasa hangat yang mulai menyelinap masuk ke dalam hati Kenan yang selama ini begitu dingin..


Kenan memejamkan matanya seolah ikut hanyut mendengar suara nyanyian Genka yang merdu dan menikmatinya..hingga tanpa sadar Kenan pun tertidur,...


*********


Mobil itu sampai di halaman Mansion milik Kenan Renov...supir pun membeku ketika membuka pintu dan menyadari kalau semua penumpang tertidur...ia pun dengan sangat hati-hati membangunkan Kenan dengan sangat pelan, hingga Kenan membuka mata, dan sedikit terkejut..ia menoleh dan menatap Genka dan Alana juga masih tertidur....lalu meminta pelayan mengangkat tubuh Alana...


Ketika Alana di angkat darinya Genka masih belum juga sadar...


Kenan mendekat dan menyentuh bahu Genka dengan lembut dan hati-hati....


''Genka........''


''Ibu.....ibu.....'' airmata Genka menetes...ia sedang bermimpi....


Kenan terdiam ketika Genka meraih tangannya mengira itu tangan sang ibu...


''Ibu...akan kulakukan segalanya untukmu tapi berjanjilah tetaplah baik-baik saja hum...aku sungguh mencintaimu....'' isak Genka sesegukan....


Kenan menghela nafas..........


*********


''Bangun...astaga kau pikir kau adalah nyonya rumah yah......''


Genka terbangun setelah di siram air dingin di sekujur tubuhnya..ia sangat terkejut..


''Nyonya.......''


Wanita berwajah culas itu mendekat dan mencengkram bahu Genka dengan nada ancaman,...


''Jangan pikir karna tuan kenan yang mengangkat tubuhmu dari mobil kau lantas menjadi besar kepala...ada pekerjaan yang menumpuk di belakang....kerjakan itu bukankah statusmu adalah budak...''


Tuan Kenan mengangkat tubuhnya..apakah dia tidak salah dengar...?


''Baik nyonya aku akan mengerjakannya...biarkan aku mengganti baju...''


''Cepat.......''


*******


Genka baru saja kekuar dari toilet khusus para pelayan lalu ia mulai membersihkn area dapur dan juga halaman belakang, tak berhenti di situ...Genka di suruh mengambil telur di kandang..lalu mulai membantu para pelayan untuk memasak...sedikitpun Genka tidak mengeluh, lehernya juga sudah membaik jadi ia bisa melakukan pekerjaannya dengan baik......


''Pergilah..bersihkan kandang kuda milik tuan Kenan dan nona Muda...jangan sampai kau bekerja lamban...'' ucap kepala pelayan dengan tajam..


Genka menundukan kepalanya..


''Baik nyonya...''


Genka mulai berlari menuju kandang kuda yang terletak cukup jauh,...luasnya halaman rumah tuan Kenan Renov seperti lapangan bola jadi...Genka sering kesusahan jika harus di suruh bekerja dari satu tempat ke tempat yang lain...


Genka berhenti sebentar karna rasa lelahnya, sementara para pekerja pria hanya menatapnya dengan iba..bukan semua pekerjaa itu jahat ada yang baik padanya...


''Genka...mengapa wanita tua itu terus menyuruhmu...'' ucap Geri salah satu pengurus kuda milik tuan Kenan...


''Aku baik-baik saja Geri..hanya sedikit lelah,...''


''Lalu untuk apa kau kesini, biarkan aku yang membersihkan kandang kudanya...''

__ADS_1


''Terimakasih Geri...''


''Yah...'' pria itu tersenyum....


''Kau sangat cantik Genka tidakkah kau..ingin mencari pekerjaan lain saja....hari demi hari wanita tua itu selalu mengerjaimu..''


Genka membeku ketika lambat laun, airmatanya menetes...


''Aku baik-baik saja Geri terimakasih...'' ucap Genka menundukan kepalanya...


''Pergilah Genka aku akan mengurus kuda tuan Kenan dan nona Alana...''


Genka menundukan tubuhnya dengan ucapan terimakasih lalu kembali melangkah pulang.....


******


''Aku mau bersama bibi Genka, Ayah...aku tak mau yang lain...antarkan aku ke kamar bibi sekarang...'' ucap Alana bersedekap keras kepala..


Kenan menjadi bingung sendiri, sudah banyak pengasuh namun Alana mau bersama Genka...


Kenan duduk dan memegang bahu putri kecilnya dan menatapnya dengan menyerah..


''Baiklah ayah akan mengantarmu ke kamar bibi Genka tapi kau harus tersenyum...''


''Aku mencintaimu Ayah....'' Alana memberi pelukan...


''Kau sangat licik, gadis kecil...''


Alana memutar bolamatanya dengan puas, Alana mengerti benar kalau sang ayah akan selalu menuruti keinginannya,...dalam keadaan masih memeluk ia berbisik,


''Aku ingin bibi Genka tinggal bersamaku di kamarmu ayah,...agar bibi bisa bermain denganku...''


Kenan menghela nafas...


''Alana.......''


******


Tubuh Genka di dorong dengan setumpuk pakaian kotor penuh noda..


''Cuci itu semua Genka..awas kalau masih ada noda yang tertinggal..''


Genka mengerang ia bangun pagi sekali bahkan belum sempat sarapan, ia sangat lapar sekarang dan mungkin akan pingsan jika di suruh mencuci lagi..


''Nyonya..biarkan aku sarapan sedikit saja,...aku akan mencuci semuanya..''


Namun..yang di rasakan Genka lebih parah, wanita itu mendorongnya lagi hingga ia terjatuh...


''Kau lupa kau adalah budak...statusmu bahkan lebih rendah dari pelayan,....aku bahkan bisa membuatmu mati kelaparan.....'' teriaknya dengan murka...


Airmata Genka menetes.......


''Nyonya........'' airmata Genka menetes di wajah pucatnya...


Pada saat yang sama....Kenan dan Alana melihat semua yang terjadi..hingga Alana menjerit...


''Bibi Genka....'' suaranya menjadi serak....


Sedangkan Kenan mengepalkan tangannya,.....

__ADS_1


''Apa yang kau lakukan.......'' teriaknya menggertakan gigi..kepada kepala pelayannya...


Deg!!!!!


__ADS_2