
Kenan melangkah dengan cepat mendekati Genka dan Alana yang masih terkejut dengan teriakannya...
Kenan mencengkram lengan Genka dan sanggup membuat gadis itu membeku....menatap Kenan dengan kerutan di dahinya...
''Apakah aku melakukan kesalahan tuan Kenan....''ucap Genka dengan wajah yang sedikit takut..
''Mengapa kau berlarian seperti anak kecil saja, tak bisakah kau dan Alana bermain sesuatu yang tidak akan membuatmu dan Alana lelah....''
''Aku tidak apa-apa ayah, kami sedang bermain mengejar bola....sangat seru, apakah ayah ingin main,....''
Kenan merasa jantungnya akan berhenti ketika matanya menatap perut Genka dengan rasa khawatir yang tinggi, ia menunduk dan menatap Alana....
''Bagaimana kalau kalian berdua jatuh,....ada bebatuan kecil di taman ini yang akan membuatmu terantuk dan jatuh.....ayah takut kau terluka....''
Alana mengerti ayah menyayanginya namun ini sangat tidak masuk akal..mereka cuma berlarian...mengapa ayah bahkan melarangnya..?
''Baiklah.....''ucap Alana mengalah..
''Bagus sayang, oya....ayah membelikan kau dan bibir Genkamu banyak makanan..bagaimana kalau kita mencobanya...''
Genka tersenyum senang, akhir-akhir ini nafsu makannya meningkat entah mengapa...
''Baiklah....aku akan mengambilnya di mobil....''ucap Genka hendak melangkah..
__ADS_1
Namun....
Genka terkejut karna Kenan kembali menarik tangannya kali ini sedikit keras hingga tubuh Genka goyah namun, dengan sigap Kenan langsung mendekapnya agar tidak jatuh...
Hening....
Ketika mereka saling menatap tajam,...betapa cantiknya Genka saat ini betapa ia sangat manis dan menggoda...
''Tuan Kenan...''
Genka merintih ketika Kenan masih memeluknya dengan erat dan posesif sedangkan Alana ia tentu senang melihat adegan seperti di drama itu...
Kenan seperti tersadar kemudian melepaskan Genka sebentar dan keduanya bertatapan...
''Jangan pergi....biarkan pelayan yang akan mengambilnya untuk kita..''
Genka..kau sangat manis...
*******
Alana dan Genka membeku melihat meja taman di penuhi dengan berbagai makanan kecil, dari kue-kue, ada berbagai macam minuman sehat lainnya dan ada beberapa camilan segar, salad buah..permen, dan semua jenis makanan dalam jumlah banyak di borong oleh Kenan...
''Makanlah....termasuk kau Genka...''ucap Kenan mengawasi dengan matanya,....
__ADS_1
Alana dan Genka saling menatap..
''Sebanyak ini...apakah ayah tidak salah...'' ulang Alana tak ingin percaya namun ini kenyataan...
Kenan menggeleng....
''Bagaimana kalau kita makan bersama...aaah...ini terlihat enak...''mata Kenan menatap ke arah eskrim dan mulai membukanya, hanya eskrim dan permen yang tidak membuat Kenan mual...
Astaga....karna itukah dia mengalami mual padahal Genka yang hamil...? dia sedang di hukum sekarang..Kenan tersenyum sambil mengunyah eskrim tanpa rasa ngilu sedikitpun..
''Tuan tidak merasa ngilu sedikitpun...'' tanya Genka melebarkan matanya...
Kenan menghentikan makannya dan menatap ke arah Genka..
''Aku baik-baik saja...Genka, bagaimana kalau kau juga makan yang banyak...katakan mana yang kau suka selain salad...'' tanya Kenan dengan mata berbinar...
Genka mengigit bibir tipisnya tapi dia masih segan,...
''Aku menyukai semua yang ada disini...''
''Kalau begitu habiskan saja..''ucap Kenan tanpa ragu...
Genka menatap Kenan dengan sangat heran, namun godaan makanan ini terasa begitu menggiurkan hingga Genka menyambar cake yang tampak lezat dan mengigitnya...
__ADS_1
Sementara mata Kenan tertuju pada perut Genka dan merasa lega...
'Apa kau menyukai semua yang ayah belikan, anakku...?? batin Kenan berbicara sendiri....