
Alana masih tertidur di kamarnya ketika ia mendengar pintu kamarnya diketuk dengan cukup keras...
Mata Alana terbuka dengan cepat dan menoleh ke langit kamar..di liriknya jam di tangannya dan mengerang..ini masih jam 3 pagi....??dan siapa yang berani membangunkan seoranng Alana...??
gadis itu berdecak kesal lalu bangkit dari ranjang dan melangkah ke arah pintu dengan rasa kesal..
Pintu terbukan dan ia begitu terkejut melihat Liam berdiri dengan pandangan tajam...matanya tak bekedip ke arah dada Alana yang terbuka..gadis ini tidur dengan memakai baju yang sangat tipis dan tanpa menggunakan bra..Liam harus memejamkan matanya melihat pemandangan indah di depannya...
''Mengapa kau memakai pakaian seperti ini,.....''suara Liam meninggi kesal...
Alana menatap tubuhnya sendiri..dan menghela nafas,.....
''Aku tidur di kamarku sendiri lalu kau pikir aku harus memakai jubah panjang..astaga, jaga matamu saja...jangan mengaturku..anak kecil..'' ucap Alana ketus..
Mendengar kata anak kecil membuat Liam tersinggung, ia lalu membuka mata dan menatap tajam ke arah Alana yang mulai gugup..
''Apa kau bilang...aku anak kecil...apa kau mau mencobanya denganku.....aku akan memastikan aku sudah dewasa.......''
Liam melangkah memasuki kamar Alana sementara gadis itu bergerak mundur dan menghindari tubuh Liam yang terlihat semakin dekat kepadanya...
Malam yang dingin seketika berubah menjadi panas, hanya dengan tatapan mata Liam yang begitu tajam...
Dan...Alana mengalah...ia berjanji akan menjaga mulutnya...gadis itu lalu mengarahkan tangannya dengan ekspresi menyerah...
__ADS_1
''Haiisss...baiklah...aku minta maaf...puas..'' jeritnya protes..
Liam hanya akhirnya tersenyum........
Alana melangkah ke arah ranjang dan hendak naik ke atas ranjang untuk tertidur namun kali ini lengannya di cekal hingga tubuhnya berbalik paksa dan membentur tubuh kokoh Liam,...keduanya bertatapan...
''Liam...ada apa sih....''
Liam mendekatkan wajahnya...
''Kau di larang tidur lagi Alana..saatnya kita pergi menemui Daddy dan mommy..ayah,ibu..mama dan papa....mereka ingin bertemu denganmu sebelum kita berangkat..''
Mata Alana melebar dengan senyum bahagia...seketika ia melompat dan memeluk tubuh Liam dengan erat,,..
Liam tersenyum..
''Waktumu 10 mnit untuk bersiap aku...akan melihat mobil apakah sudah di panasi...''
Alana mengangguk dengan cepat lalu melangkah ke kamar mandi dan Liam pun keluar dari kamar...
**********
Liam hanya menggeleng menahan diri ketika Alana sedang mengabari kekasihnya Rafael kalau dia jadi berangkat ke luar negri dengan kakaknya...Liam, dan Rafael tampak lega luar biasa dan mengatakan akan menunggu kedatangan mereka besok..
__ADS_1
''Aku mencintaimu sayang.......bye....''
Ponsel di matikan dan di saat yang sama, ponsel milik Alana di rebut Liam dan di letakannya di dalam saku jassnya..Alana menoleh kesal dan tidak terima tentu saja....
''Liam.....''
''Jangan merusak konsetrasiku di jalan Alana...aku perlu fokus,.....setidaknya kau menghiburku di jalan agar aku tidak mengantuk...perjalanan kita lama..'' ucap Liam dengan dingin..
Alana menyandarkan tubuhnya...
''Baiklah...apa kau sedang haus atau lapar..''
''Aku ingin jeruk...''ucap Liam lembut..
''Baiklah...aku akan mengupasimu jeruk dan menyuapimu..puas....''
Liam melirik Alana yang tampak manis dengan wajah paginya..pria itu menaikan sudut bibirnya...
''Kau sangat manis jika menjadi penurut...Alana sayang.....''
Alana melirik tajam.......
''Awas kau............''desis Alana kecut...ia tau kalau Liam sedang menggodanya...
__ADS_1
*******************