Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mencoba Lari


__ADS_3

Pesawat mendarat dengan mulus di bandar udara kota kelahiran Alana Hugo...wanita yang sedang hamil itu mengelus perutnya dengan sayang sementara Delvaro setia berada di sisihnya sambil menuntun sang istri menuruni tangga pesawat..


''Hati-hati sayang......'' Delvaro merasa takut sendiri melihat perut besar Alana, namun istrinya begitu santai seolah dia tidak sedang hamil, Alana tetap lincah dan gesit...


''Tenang suamiku, kami baik-baik saja...'' bisik Alana menenangkan Delvaro yang lebih panik darinya..


Akhirnya mereka sampai di ujung tangga dan Delvaro menjadi lega luar biasa, Alana menghentikan langkahnya sejenak sambil memejamkan matanya,...menghirup udara di kota kelahirannya sungguh menjadi kebahagiaan luar biasa baginya....


''Bagaimana perasaanmu sayang..''


Delvaro menggenggam jemari Alana dengan erat lalu menatapnya penuh cinta....


Alana membuka matanya dan tersenyum, matanya berkaca-kaca....ia sungguh merindukan ke empat orangtuanya, kakaknya dan saudaranya.,...


''Aku merindukan keluargaku...'' akhirnya airmata Alana menetes...


Delvaro lalu meraih tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat....


menenangkan Alana, sungguh ia mencintai wanita ini dan ikut terharu..bagaimanapun dia tau kalau Alana adalah jantung di keluarganya..putri kebanggaan keluarga Hugo maupun Renov....


''Hey....jangan menangis sayang..bukankah kita sudah sampai ke kota ini...''


''Aku mengerti....terimakasih sayang, aku sangat bahagia....''


''Tentu saja...aku mencintaimu..'' bisik Delvaro mengecup puncak kepala Alana sementara jemari kokohnya membelai permukaan perut Alana yang membesar...


Alana sungguh tak sabar karna ia memang merahasiakan kedatangannya pada orangtuanya, terakhir ketika sang Daddy Darren dan Ayah Kenan menelfon..Alana bilang dia tak bisa pulang sekarang, merekapun tampak kecewa tapi tak bisa melakukan apapun, padahal Alana sudah mempersiapkan segalanya...mana mungkin dia tidak hadir di pernikahan sang kakak Alan...jadi Alana dan Delvaro diam-diam kembali ke kota ini dengan niat memberi suprise kepada orangtuanya...Alana sungguh tak sabar lagi dengan reaksi mereka nanti..


''Ayo masuk ke mobil sekarang sayang, kau pasti lelah..''


Alana pun mengangguk patuh lalu membiarkan Delvaro membimbingnya menuju ke mobil dan segera meninggalkan kawasan bandara,...


***********


''Lepaskan aku Nona Alda...aku mohon...'' tangis Nasya sungguh ketakutan..


Meski dia dari keluarga Mafia namun ia tak pernah berhadapan dengan kekerasan seperti ini...Nasya pun tak mampu berbuat apapun ketika tubuhnya berhasil di bawa ke dalam mobil. sementara itu Alda pun segera masuk dan menghidupkan mesin mobil...


''Diam.....atau aku akan membunuhmu...'' ancam Alda dengan tatapan tajam menyala-nyala...


Sementara Nasya hanya bisa menangis pasrah ketika Alda membawanya keluar dari rumah besar milik Kiano...


''Kau mau membawaku kemana nona....aku takut sekali...''

__ADS_1


Alda tertawa dingin...


''Kau takut....jika kau takut kau tak akan merebut Kiano dariku, kau tau apa yang sudah kulakukan demi menikah dengannya...?? aku rela melakukan apapun..aku bahkan meninggalkan dunia malam, obat-obatan...semua aku lakukan demi dirinya....tapi seenak kau hadir dan merebut semuanya...kau pikir aku akan membiarkannya...''


''Aku bisa pergi kalau itu keinginanmu aku bisa pergi...'' jawab Nasya putus asa..


Disaat yang sama Alda melihat sebuah cincin berlian mahal di jari manis gadis itu hingga ia pun semakin marah...dengan tiba-tiba Alda menghentikan laju mobilnya hingga gadis itu terkejut....


matanya menajam..


''Cincin berlian...'' ucapnya dengan rasa sakit dan cemburu..


Nasya lalu menunduk searah pandangan mata Alda..dan matanya melebar..cincin yang di pasangkan oleh Kiano tadi...


''Aaa...aku bisa melepasnya jika kau mau...''


Alda tertawa dengan kejam...


''Cepat lepaskan cincin itu dari jarimu..itu bukan milikmu Nasya...'' teriak Alda marah...


Nasya menganggukan kepalanya lalu mulai berusaha melepaskan cincin berlian itu dengan cepat....namun...sia-sia....cincin itu sama sekali tak bisa keluar dari jarinya...hingga Alda hilang kesabaran...


''Mengapa kau lama sekali...''


''Bohong...biarkan aku yang melepasnya...''ucap Alda dengan tajam...


Dengan kasar Alda menarik tangan Nasya dan menarik kasar cincin itu berusaha kuat melepasnya namun tak bisa...sampai tangan Nasya lecet dan mulai terasa perih,...


''Sakit.....'' jerit Nasya mengerang ketika tangannya mulai berdarah...


''Aku tak perduli kau harus lepaskan cincin itu....sialan...kau aku akan membunuhmu Nasya...'' teriak Alda dengan suara yang lantang...


Nasya menggeleng takut,..ketika Alda mulai mengambil ponselnya dan mulai menelfon...Nasya mulai di landa panik..gadis itu mulai memejamkan matanya..


Dari nada bicara Alda dia seperti sedang menelfon laki-laki...aapakah anak buahnya...?astaga dia akan mati jika bersikap bodoh..tapi Nasya sangat takut...


Nasya tidak...jika kau pasrah maka kau akan mati...mereka akan menculikmu dan mungkin akan menghabisimu dengan segera..tidak kan..? darah Rule dan Arkana ada di dalam dirimu,...kau harus segera bertindak..atau semua selesai...


Terjadi perang batin di dalam hati Nasya dan ia semakin di buat ketakutan...


Nasya melirik sekeliling....mereka masih berada di pinggir jalan....apa yang harus dia lakukan, sementara Alda mulai mengeluarkan sebatang rokok dan menghisapnya sehingga asap mulai memenuhi mobil yang tertutup..


Dengan gerakan pelan, Naysa menyentuh pintu mobilnya..hatinya di liputi kegirangan karna pintu tidak terkunci...

__ADS_1


Disaat yang sama muncul beberapa mobil di belakangnya hingga gadis itu mulai gemetar, keluar dari sana para pria berbadan tegap berwajah batu...mendekati mobil mereka...


Aaaiiiissss...sial...lakukan sesuatu Nasya Rule...!!!!!


Bagai mendapat kekuatan entah dari mana,...Nasya kemudian membuka pintu mobil dan melompat keluar dari sana.,..Alda yang tak menyangka Nasya memberikan perlawanan mulai berteriak memanggil anak buahnya yang sudah ada di belakang..


''Kejar gadis itu bodoh....'' teriak Alda dengan suara lantang...


''Baik nona.....'' jawab salah satu pria berwajah batu itu...


Sedangkan Nasya terus berlari dengan rasa panik luar biasa...ia sangat ketakutan ketika menoleh ke belakang...para pria itu sedang mengejarnya....


Tidak.....ia tak ingin tertaangkap..airmatanya menetes di tengah pelariannya..


''Ibu...tolong aku....ibu,.....'' jerit Nasya terus berlari dan di saat bersamaan salah satu dari pria itu menjambak rambutnya hingga ia menjerit...


''Aaaaarrgghhh...''


''Mau lari kemana kau anak manis.....''


''Cih...anak manis....'' ulang Nasya jijik....


Alda tertawa mengejek melihatnya tertangkap dan hal itu membuat Nasya menjadi kesal...sekuat tenaga Nasya menendang milik pria itu sekuat tenaga hingga ia berteriak kesakitan...


''Aaawwww.....''


Kesempatan itu di gunakan Nasya untuk berlari ke arah jalan dan bermaksud menahan mobil yang lewat sementara Alda sangat kesal..


Nasya berlari ke arah mobil yang tengah melaju beruntung mobil itu menghentikan laju mobilnya mendadak....sementara itu anak buah Alda menggunakan kesempatan itu untuk menangkap tangan Nasya....


''Lepaskan aku...tolong........'' jerit Nasya memohon...


Dan tidak membutuhkan waktu lama....seorang pria keluar dari mobil dan menembak pria yang menarik tangannya....


Dor!!!!!


Peluru itu menembus betis sang pria hingga ia terjatuh diaspal...


pegangannya terlepas dari Nasya...gadis itu menangis dengan keras hingga pria itu mendekat...


''Nasya......''


Nasya membeku melihat pria yang menatapnya dengan tajam........isakannya semakin deras saja.....

__ADS_1


__ADS_2