Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Alana Yang Syok


__ADS_3

Kanaya berdiri di pinggir jalan sembari menunggu taxi yang lewat sementara ia menatap jam di tangannya..dan mengeluh..ia sudah terlambat dan akan mendapatkan hukuman..


Ketika sedang menunggu, sebuah mobil tiba-tiba berhenti di depannya ketika kaca di turunkan dan Kanaya terkejut melihat David tersenyum kepadanya,...


''Kanaya..mengapa menunggu di sini...''


David keluar dari dalam mobil dan mendekati Kanaya yang berdiri dengan kecanggungan,...


''Kak David...aku...''


''Apakah Alan yang sengaja meninggalkanmu disini..''


Kanaya mengangkat wajahnya sontak menggeleng..


''Tidak jangan salah paham kak David...aku yang meminta turun disini karna aku ada janji dengan temanku...'' ucap Kanaya berbohong..


David mengangguk mencoba percaya walau ia sangat ragu, David tau benar kalau Alan selama ini menunjukan ketidak sukaannya kepada Kanaya entah mengapa..


''Dan temanmu mengingkari janjinya Kanaya..''


''Yah....''balas Kanaya menundukan kepalanya..


''Sekarang masuklah ke mobil dan aku akan mengantarmu ke sekolah...''


Kanaya membungkukan badan...


''Terimakasihh kak David..''


Kanaya tersenyum melihat sosok David yang dewasa dan sangat bijak, pria tampan yang sudah di sukai Kanaya dari kecil..


Ketika David membukakan pintu mobil untuknya, Kanaya semakin di buat melayang dengan perlakukan manis David..


''Terimakasih kak David...''


''Baiklah Kanaya...kau adalah adik kecilku jadi jangan ragu menghubungiku ketika kau dalam masalah...''ucap David lalu menghidupkan mesin mobil.


Kanaya tersenyum dan mengangguk..


Sepanjang jalan mereka saling bercanda, dan Kanaya sedikit sedih karna David sudah tidak tinggal dirumah Daddy Darren namun memilih di sebuah apartement sendiri demi privasinya..


Mereka akhirnya sampai di depan sekolah Kanaya dan gadis itu menghela nafas...menyadari dia melihat tatapan teman-temannya yang terlambat sama sepertinya..mereka sedang menanti hukuman...


''Kanaya..''


''Tidak mengapa kak David ini kesalahanku...''ucap Kanaya dengan senyuman pasrah...gadis itu pun keluar dari mobil dan melangkah pelan sedangkan David hanya menggeleng...


**********


David sampai di perusahaan dan hal yang pertam ia lakukan adalah menemui Alan di ruangannya, pria itu membuka pintu dan mendapati Alan sedang sibuk di labtopnya...ketika melihat kedatangan David, Alan lalu menghentikan pekerjaannya sebentar...


''Paman...ada apa...mengapa sepagi ini...''


David menarik kursi dan duduk di hadapan Alan dengan tatapan dingin...


''Aku bertemu Kanaya di pinggir jalan di pagi ini dengan wajahnya yang gelisah..''


Deg!!!

__ADS_1


Alan menyadarkan tubuhnya, gadis itu pasti mengadu...


''Apa yang dia katakan....jangan bilang kalau pengakuannya aku......''


''Dia bilang......dia yang meminta turun di jalan karna menunggu temannya...Alan, seharusnya kau meninggalkannya di jalan hanya karna kau tidak menyukainya...dia adalah seorang gadis..bagaimana kalau ada penculik yang mengincar gadis secantik Kanaya...jika memang dia meminta menunggu kau tidak boleh meng-iyakan Alan...dia tanggung jawabmu sekarang...jika kau tidak setuju perjodohan itu kembalikan Kanaya baik-baik dan jangan memperlakukan dengan kejam...''


Alan terdiam.....


''Paman......''


''Kanaya gadis yang baik...entah pengakuannya benar atau tidak...tapi hari ini aku melihat sendiri dia dihukum karna terlambat...'' ucap David lalu bangkit dari tempat duduknya dan masih menatap keponakannya..


''Kau akan menyesal melepaskan gadis seperti Kanaya...jika kau menolak perjodohan maka aku tak akan menolak...''balas David dengan senyuman dingin..


David meninggalkan ruangan, meninggalkan Alan dalam kegeramannya...


Kanaya.........desahnya...


*******************


''Daddy akan membunuhku Momm.....'' jerit Alana sambil di suapi sang Mommy sarapan...ia sedang memakai sepatunya...


Sialnya Alana bangun terlambat pagi ini, ALea ikut sibuk menyiapkan segal keperluan Alana di hari pertama..


''Restoran apa Mom..''


''Restoran Black Rose..'' Jawab Alea memperbaiki rambut Alana..


''Hais...mengapa harus di restoran itu...''


''Memangnya kenapa, restoran yang bagus...''


''Astaga Alana berhenti mengeluh, cepatlah..supir akan mengantarmu..''


''Baiklah Mom...aku pergi...aku mencintaimu Momm..''


''Mommy juga mencintaimu sayang..'' balas Alea mengecuup kedua pipi Alana dan mengantar anak gadisnya sampai di depan pintu mobil..


Alea sangat khawatir...Alana di tugaskan Darren membawa dokumen perjanjian untuk mengujinya di hari pertama...


dan mereka pasti sedang menunggunya dengan rasa kesal...


***********


Alana membuka-buka berkas perjanjian kerja sama antara perusahaan miliknya dengan perusahaan yang akan berkerjasama dengan mereka..


Alana menghela nafas lalu mulai membaca...


AA Grup adalah induk perusaannya yang menaungi cabang Perusahaan DA...


Nama pemilik perusahaan adalah..


James Arkana dan Alex Rule.


''Rule...'' ulang Alana seperti tak asing...


Bukankah Rule adalah nama belakang Rafael dan Delvaro..? Alana mengerutkan kening lalu menggeleng.,.tidak mungkin kalau Delvaro punya hubungan dengan mereka..tidak mungkin..pria itu tidak berani datang ke negara ini...ckckck..

__ADS_1


Alana lalu kembali menutup berkas dalam map berwarna biru beludru itu dan menatap ke depan,. ..mereka sudah sampai dan ia harus segera turun dari mobil sambil memeluk berkas di tangannya..


Alana sejenak melirik penampilannya, ia seperti seorang sekertaris yang berpengalaman..gadis itu tersenyum percaya diri...


''Nona Hugo silahkan anda sudah di tunggu dari tadi...''ucap sang pelayan membungkukan badan di hadapannya..


Alana mengangguk..


''Apakah mereka sudah sampai dari tadi..''


''Sudah 1 jam yang lalu..'' balas sang pelayan dengan penuh senyum..


''1 jam....''ulang Alana berhenti sebentar lalu menahan debaran jantungnya...


''Nona Hugo...''


''Baiklah aku siap..'' ucap Alana tersenyum lalu keduanya melangkah menyusuri lorong panjang restoran yang privat itu..


Dan akhirnya sampai di depan pintu...sang pelayan lalu membuka pintu untuk Alana...dan gadis itu pun masuk...


Rupanya ada banyak pria di ruangan ini dan membuat Alana menjadi gugup bahkan Grandy Darius juga ada disana..


Sang Daddy menatap Alana dengan penuh senyuman...


''Masuklah sayang...ini putriku Alana Hugo..''


Alana menatap kepada kedua pria yang sangat tampan di hadapannya...walau usia mereka sudah tak muda lagi...


Alana membungkukan badannya dengan penuh hormat..


''Senang bertemu dengan tuan....''


''Mereka adalah teman Grandy, namanya tuan Arkana dan tuan Alea..''ucap Darius memperkenalkan...


Alana lalu tersenyum..


Arkana dan Alex saling menatap dan mengaggumi betapa cantiknya Alana Hugo yang membuat kedua cucu mereka saling melukai...


''Kau sangat cantik nak...kecantikan alami yang manis...'' ucap Alex memuji..


Alana tersenyum....lalu duduk di samping Daddy Darren dan Grandy Darius dengan gugup..gadis itu mengangkat wajahnya dan membeku melihat sosok yang ia lewati..tidak, apakah dia sudah buta...Alana menegakan tubuhnya seketika dan menatap sosok Delvaro yang duduk di sudut meja dan menatapnya tajam...


Wajah Alana berubah 180 derajat, wajah manisnya berubah penuh kemarahan,....


''Delvaro...'' jeritnya dengan suara tercekat...


Arkana tersenyum...


''Dia cucu kami berdua...namanya Delvaro Rule...''


Deg!!!!!


''Hah.......'' jerit Alana seakan tak percaya...


Delvaro pun tersenyum...


''Senang bertemu denganmu nona Alana Hugo.''

__ADS_1


Delvaro mengedipkan matanya dan membuat Alana terbakar...


''Kau.........''


__ADS_2