Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kontrak Seumur Hidup


__ADS_3

Alana mengambil berkas di tangannya dan segera memeriksanya dengan teliti ia tak ingin menjadi bodoh dengan asal tanda tangan..


''Kontrak seumur hidup...'' ucap Alana mengerutkan kening...


Rafael menyandarkan tubuhnya dan tersenyum...


''Aku yakin kau akan menjadi bintang besar bersamaku jadi....aku ingin kita bekerja sama seumur hidup...''


Alana terkekeh....


''Aku tidak akan selamanya disini tuan Rafael...model hanya sekedar menyalurkan hoby..dan kontrak seumur hidup ini terasa mengerikan...''


''Kau boleh pergi asal tidak menghianatiku dengan bekerja sama dengan perusahaan lain dan menjadi model selain dengan perusahaanku...itu tidak adil Alana...''


''Baiklah....aku setuju..'' Alana tersenyum..


Dan percayalah itu senyum termanis yang pernah di lihat oleh Rafael...pria itu duduk dan menatap Alana seperti pria bodoh yang sedang jatuh cinta dan tak bisa berpaling sedikitpun..


Sementara Alana terus membaca dengan serius...setiap poin yang tertuang di lembaran kesepakatan mereka dan mengoreksi beberapa...dan Rafael menyanggupinya,..wajah Alana sanggup membuatnya tak bisa mengalihkan tatapannya..


Alana pun lalu menandatangani kerjasama mereka dan mulai detik itu juga ia terikat kontrak...dan Rafael begitu senang,..mendapatkan Alana akan membuat perusahaannya semakin terkenal....

__ADS_1


Pintu di ketuk dan sekretaris Rafael masuk dengan seorang model pria tampan yang langsung tersenyum kepada Alana..


''Tuan Rafael...pemotretan dengan tuan Madox akan dimulai..''


Rafael mengangguk...


''Alana...tugas pertamamu..''


''Baiklah....''


Rafael ikut berdiri dan mengikuti mereka ke studio..ia ingin melihat bagaimana sesi foto itu berlangsung..dan ini pertama kalinya ia mengunjungi langsung studio foto yang terletak di lantai bawah..


********


''Bisakah kau menatapnya biasa saja...kau seperti ingin memakannya...dan kau Alana...jangan bertingkah genit disini..'' suara Rafael meninggi di ruangan..


Sementara semua kru dan pengarah gaya menjadi bingung sendiri...mengapa tuannya malah membatasi adegan mesra mereka...ini untuk sampul majalah terkenal jadi...harus ada cemstry yang kuat antar model..


''Lalu aku harus bagaimana..apakah aku harus kaku seperti sebatang kayu...'' ucap Alana kesal..


Rafael bersedekap....

__ADS_1


''Apakah kau menyukai model ini...silahkan saja tapi bukan di sini...aku tidak suka hubungan di dalam ruang lingkup pekerjaan yang sama..''


Alana mengerang kesal....ia heran mengapa Rafael bisa memimpin perusahaan sebesar ini kalau dia selalu ikut campur di dalam setiap pemotretan..


Madox mengusap wajahnya dengan kasar...dia sudah lelah karna Rafael selalu menginterupsi di segala gaya mereka, tak boleh terlalu dekat..dan harus menjaga jarak,..yang benar saja...?


''Jadi tuan Rafael..sebenarnya apa masalahmu..apakah kau kekasih Alan..kau terlihat sedang cemburu..''


Ucapan Madox membuat Rafael habis kesabaran..


''Lakukan sekali lagi jika kalian gagal maka aku tak akan memakaimu sebagi modelku lagi....Madox..''


Madox mengepalkan tangannya...sementara Alana juga kesal...ia juga lelah...


Mereka kembali harus melakukan pemotretan ulang dan kali ini dengan sedikit menjaga jarak,....seperti yang di inginkan Rafael..


''Yah...perhatikan tanganmu Madox...kau memeluknya...kau memeluk Alana terlalu mesra dan aku tidak menyukainya....'' suara Rafael kali ini meninggi dan membuat mereka yang berada di dalam studio menjadi gusar sendiri..


Ada apa dengan Rafael...? ada ada apa dengan boss mereka...?


Rafael bangkit dari kursinya dan mendekati pasangan itu dan mengepalkan tangannya...

__ADS_1


''Kau di pecat Madox...dan kau Alana ikut aku sekarang...''


Rafael meraih jemari Alana di dalam genggaman...dan membuat semua orang membeku heran...........


__ADS_2