Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Rahasia Darren


__ADS_3

Kenan keluar dari ruangan dan begitu terkejut dengan Alea yang tiba-tiba muncul...


''Alea...''


''Kau sudah makan.....''


''Belum....apakah kau mau menyiapkan makanan untukku..'' tanya Kenan..


''Yah...tentu saja...kita ke ruang makan...''


Kenan mengangguk,


''Oya...aku akan melihat Darren....'' ucap Alea hendak melangkah namun, jemarinya tertahan oleh pegangan Kenan...


Keduanya saling menatap........


''Darren baru saja tertidur....''


Alea mengerutkan kening..


''Secepat itu Kenan...''


''Yah...secepat itu...'' ucap Kenan lembut....


Alea sedikit meragu namun ia akhirnya mengangguk, Kenan baru saja sampai dan dia belum tau keadaan rumah ini jadi...Alea akan menemani Kenan...


Keduanya melangkah ke arah Lift bersama, dan turun ke lantai 1,


Ting....


Mereka keluar bersama dan saat itu tampak Luke dan Alana melangkah bersama,...begitu melihat Kenan..Alan lalu melepaskan pegangan tangan Luke...


''Ayah...mau kemana...'' tanya Alana meminta di gendong...


''Makan...di temani Mommy, kau mau makan juga menemani ayah...''


''Yah.....''ucap Alana mengangguk,


Saat itulah Luke mendekati mereka,.....


''Aku penasaran siapa kau...kau terlihat lancang dirumah ini...''


Kenan tersenyum....


''Apakah kau sedang membicarakan dirimu sendiri...''


''Hentikan....apa maksudmu Luke, kau bahkan bukan siapa-siapa dan aku...tidak harus menjelaskan di setiap keadaan kepadamu...''ucap Alea kesal..


Luke mengangguk...


''Yah....aku mengerti.....Alana, ikut paman saja..kau ingat dengan coklat...''


Alana menjadi goyah...


''Ayah...bolehkah aku ikut paman...''


Kenan menganggukan kepalanya..


''Tentu saja sayang, dia juga pamanmu..'' ucap Kenan tajam..


Luke tersenyum,...


Lalu membawa Alana untuk naik menuju lift...dan Alea menatap Kenan ikut protes...


''Kenan...jangan beri dia kesempatan, aku sangat membencinya dia sangat licik...''


Kenan mengangguk memperhatikan omelan Alea kepadanya, Alea sungguh tak berubah...


''Ssstt...temani aku makan Alea, aku akan lebih kelaparan mendengar omelanmu sekarang, yang perlu kau lakukan adalah tenang...aku disini dan dia tak akan pernah menyentuh keluraga Hugo...''ucap Kenan berjanji...


Alea akhirnya menganggukan kepalanya..mereka masuk ke ruang makan...


***********

__ADS_1


Kenan sedikit terkejut karna Alea tidak melupakan makanan kesukaannya karna itu Kenan hanya tersenyum bahagia,.....


''Makanannya enak...''


Alea tersenyum dengan sangat manis...


''Bagaimana dengan jantungmu apakah baik-baik saja...oya...bagaimana dengan pernikahanmu apakah kau sudah memiliki anak...? Kenan....aku sangat penasaran,...mengapa Darren memintamu kembali apa yang terjadi...apakah kalian bekerja sama....? aku sangat penasaran dan ingin tau...''


''Uhug....uhug......'' Kenan terbatuk-batuk karna banyaknya pertanyaan Alea...


Alea mengambil segelas air untuknya dan tetap bertanya....


''Kenan........''


''Bisakah kau memberikan aku waktu untuk makan Alea...aku sangat lapar...''


Alea tertawa dengan begitu keras hingga matanya berkaca-kaca....


''Baiklah maafkan aku, aku sangat cerewet yah,....''


Kenan hanya mengangkat bahu dengan pasrah....sementara mereka berdua makan bersama, Luke menatap kebersamaan mereka dengan kesal....


Permainan akan segera di mulai....


***************


Lukas menundukan kepala di hadapan Darren, pandangan matanya menjadi redup seakan menahan sesuatu...


''Tuan Darren, apakah tuan yakin akan melakukannya...terlalu beresiko dan......''


Darren tersenyum samar...


''Hanya ini satu-satunya cara Lukas, aku harus melindungi keluargaku apapun yang terjadi...''


''Aku mengerti tapi....bagaimana kalau kita memberitau nyonya Alea...biarkan nyonya tau....''


''Tidak.....dia tidak perlu tau dan dia tidak perlu ikut dalam rencanaku Lukas, aku tak ingin melihat dia menangis lagi tidak....''


''Tapi tuan melakukan ini sebenarnya untuk nyonya...''


''Dia istriku dan aku mencintainya...''


''Aku mengerti tuan Darren...''


Darren mengangkat wajahnya dan menatap Lukas.....


''Kau harus menyiapkan segalanya jika waktunya tiba.....''


Lukas menundukan kepalanya dalam-dalam


''Aku akan melayanimu dengan nyawaku tuan Darren...''


''Kau sudah ku anggap adikku sendiri...Lukas...'' ucap Darren sungguh-sungguh...


Lukas memejamkan matanya ketika matanya menjadi basah....


''Aku.....sungguh merasa terhormat...''


Darren tersenyum.........


**************


Alea mengupas buah untuk Darren dan juga Alana yang menyuapi sang Daddy....


''Bagaimana harimu manis,....kau bersenang-senang hari ini...'' tanya Darren memeluk putrinya....


Alana mengangguk,


''Aku bersenang-senang Daddy, ada paman Luke yang membelikan aku coklat....''


Darren mengangguk..


''Lalu.......''

__ADS_1


''Ayah yang menggedongku sepanjang hari....dan menceritakan segala hal yang indah tentang dunia ini.''


''Kau adalah putri paling cantik dalam keluarga kita sayang..''


Alana tersenyum bangga...


Alea hanya menggeleng melihat sikap narsis Alana...


''Dimana Alan sayang....'' tanya Darren lembut...


''Alan...dia bersama Erland ke rumah Ruby kau ingat mereka akan mempersiapkan pernikahan...''ucap Alea..


Darren hanya mengangguk lagi...


Alea lalu menatap wajah Darren kali ini dengan wajahnya yang begitu serius...hingga Darren hanya menatapnya tajam....


''Ada apa dengan tatapanmu itu...'' Darren berdehem gugup..


Alea mendekati Darren dengan curiga....


''Alana sayang, pergilah bermain bersama ayah,...karna Mommy akan bicara dengan Daddy...'' ucap Serena tegas...


''Baiklah Mom...''


Alana melompat turun setelah sebelumnya mencium sang Daddy...


Kini tinggalah Alea dan Darren seorang diri....Alea tak bisa nyenyak dalam tidurnya, ia sungguh penasaran dengan semua yang terjadi, ketika Kenan juga merahasiakan kedatangannya ke rumah mereka, tentu saja ia senang dengan kedatangan Kenan namun ia masih belum tau untuk apa...? tadi dia bertanya namun Kenan malah menghindar dari pertanyaannya..


Sementara Darren juga berteka-teki dengannya...wanita itu mendekatkan wajahnya...


''Katakan padaku....apa yang sebenarnya terjadi...apa yang kau bicarakan dengan Kenan, mengapa aku merasa tidak enak...jangan pernah membohongiku Darren..'' ucap Alea memberi peringatan....


Darren mengambil jemari Alea dan menggenggamnya dengan erat, pria itu lalu menatap mata Alea yang terlihat tersiksa dalam rasa penasarannya...


''Semua yang aku lakukan semata-mata untuk melindungimu dan anak kita,....aku tau benar bahwa kau...sudah lama tidak bertemu Kenan jadi dia berkunjung kesini...''


Alea mengangguk dan mendengarkan....


''Aku mengerti Darren, aku memang merindukannya, tapi untuk apa....Jika dia datang maka bagaimana dengan keluarganya Darren ,apakah kau tidak pikirkan itu....? istri dan mungkin anak-anaknya membutuhkan dirinya di banding kita....lalu mengapa kau memaksanya datang....Darren...''


''Alea....Kenan hanya berbohong tentang pernikahan...''


Deg!!!!


Alea terkejut dan menoleh....


''Apa maksudmu.....'' ALea sungguh terkejut dan syok....


Darren menganggukan kepala...


''Yah.....dia tak pernah menikah dan semua perkataannya kepadamu hanyalah kebohongan...''


''Apa,.....kebohongan...'' ulang Alea kehilangan kata..


''Tapi mengapa Darren...mengapa dia harus berbohong...''


Darren menggenggam jemari Alea dan menghela nafas....


Alea merasa ia sesak nafas melihat wajah Darren yang berbeda....


Deg!!!!!


''Dia datang untuk membantuku Alea...''


''Membantu apa....kau sakit Darren aku tau..tapi aku saja bisa merawatmu jadi kau...''


''Alea kau tidak mengerti...apa yang sebenarnya terjadi....''


Alea mengangguk matanya berkaca-kaca...


''Jadi jelaskan kepadaku Darren, apa yang sebenarnya terjadi....katakan..'' suara Alea mulai serak karna gelisah yang begitu besar...


''Kau akan mengetahuinya nanti....'' ucap Darren menggantung....

__ADS_1


__ADS_2