
Darren menatap cemas dari layar cctv di kamar Alea, ia masih menatap dingin ketika dokter sedang memeriksa Alea, memasang cairan infus dan memberi suntikan di tubuhnya,
Masih di ingatnya ketika mengangkat tubuh Alea yang sangat ringan, ia baru sadar jika tubuh itu terlihat sangat kurus, Alea tertekan..dan itu karnanya..
Darren menghela nafas, yang Alea tidak tau jika meski mereka pisah kamar namun Darren tetap mengawasinya lewat layar cctv, yah...di kamar Alea sebenarnya ada camera cctv dalam berbagai sudut, jadi ketika ia pulang ia bisa melihat semua aktifitas Alea..
Meski ia sangat membenci pria yang menjadi ayah Alea, namun entah mengapa setiap kali ia melihat Alea menangis sendirian di kamarnya Darren tak bisa menepis perasaannya kalau dia terpengaruh, kalau ia sedikit melemah... tidak..itu tidak pernah terjadi selamanya, mengasihani musuhnya adalah hal yang langka baginya dan Darren tidak pernah merasakan perasan ini sebelumnya kepada seorang gadispun...selain Alea.
Pintu kamar di ketuk dan Lukas melangkah masuk dan menundukan kepala ke arahnya...
''Tuan Darren, dokter sudah selesai memeriksa nyonya Alea, dan sedang menunggu tuan di dalam ruang kerja..''
Darren menoleh dan menatapnya tajam...
''Baiklah...aku akan kesana, tapi..istriku baik-baik saja bukan.''
Lukas menundukan kepalanya sekali lagi..
''Kalau itu biarlah dokter yang menjelaskannya.''
Darren mengangguk, mengapa ia bertanya kepada Lukas...pria itu bangkit dari kursinya dan menatap sekali ke layar tv berukuran besar dimana Alea sedang tertidur...lalu Darren melangkah keluar dari kamarnya menemui sang dokter..
********************************************************
''Kondisi lambungnya sudah parah sejak lama tuan Darren, dia sepertinya sudah mengalami gejala lambung dari usia yang sangat muda,...karna seringnya menahan lapar dan tekanan yang ia alami selama ini..karna tidak di tangani secara serius maka penyakit lambungnya semakin parah dan berkembang diagnosa saya adalah, nyonya Alea menderita Gerd Axiety disorder..''
Darren mengerutkan keningnya dan menatap sang dokter dengan tajam,
''Dokter apa hubungan penyakit lambungnya dengan Gerd Anxiety disorder, aku tidak terlalu mengerti tentang sakit itu..'' ucap Darren penasaran..
Sang dokter kemudian mulai menjelaskan..
''Tuan Darren, tentu saja penyakit lambung dan gerd anxiety disorder ada hubungannya, karna ketika asam lambung naik itu bisa membuat penderitanya menjadi sangat cemas, dan dalam kondisi seperti ini bisa membuat penderitanya menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit, seperti yang di alami nyonya Alea..''
Darren menghela nafas, sungguh ia sangat terkejut mendengar hal ini, bahkan Alea baru berusia 17 tahun..
''Apakah kondisi itu berbahaya bagi istriku dokter.''
''Jika tidak di tangani dengan benar, maka kondisinya akan sangat parah dan membuat gangguan kecemasannya semakin parah, dia akan merasa takut dengan hal yang paling kecilpun...sayang sekali dia harus mengalami ini semua tuan, dia masih sangat muda..'' ucap sang dokter menerawang..
Deg!!!!!
Darren membeku sesaat, itukah sebabnya kemarin ketika dia datang terlambat Alea terlihat sangat ketakutan, bahkan Darren bisa melihat tubuh Alea gemetar, astaga mengapa ia merasakan sakit..? yah.....padahal Alea sedang menahan rasa sakit karna dirinya.
Darren lalu menatap sang dokter dengan tatapan cemas yang sulit ia tutupi...
''Lalu..apa yang harus aku lakukan dokter, sembuhkan dia berapapun harganya aku bahkan bisa.....''
__ADS_1
Dokter tersenyum...
''Yang nyonya Alea butuh bukan hanya pengobatan, sebagai dokter saya akan menyembuhkannya secara medis...namun itu saja tidak cukup...''
''Tidak cukup....''
''Yah...nyonya Alea sedang tertekan saat ini, itu terlihat jelas di matanya, ia sangat ketakutan bahkan ketika saya menyuntikan obat ke dalam tubuhnya...jadi saran saya adalah..ciptakan lingkungan yang santai, biarkan nyonya melakukan apapun yang dia suka tanpa tekanan...agar penyakit gerd itu bisa di atasi..karna ini menyangkut kejiwaan pasien, jika tuan ingin dia sembuh maka salah satu kunci adalah nyonya Alea harus bahagia tanpa ada tekanan apapun atau dari siapapun...''
Darren mengangguk patuh kepada sang dokter yang selama ini menjadi salah satu orang keparcayaannya dan menangani kesehatannya..pria itu akhirnya mengangguk menyerah, di saat itulah Darren sadar ia tak bisa kehilangan Alea walau rasa bencinya masih ada...
''Aku akan melakukan semua seperti yang dokter bilang...''
''Baiklah tuan Darren, ada perawat saya yang akan bertugas menjaga nyonya jadi...tuan Darren tidak usah khawatir..''
Darren mengusap wajahnya dengan kasar...ia kemudian mengangguk pasrah ketika dokter itu pergi meninggalkan ruangannya..pria itu duduk dengan lemas di kursi miliknya sembari memejamkan matanya...
Satu-satunya alasanku menolongmu adalah, kau bahkan belum menjalani separuh hukuman yang aku tentukan, dan untuk menjalani hukuman..kau harus hidup dan bernafas bukan..?
Deg!!!!
Darren masih mengingat kata-kata kejam yang ia lontarkan kepada Alea..yah..bukankah ini yang ia harapkan..? rasa sakit Alea...? namun mengapa ia justru melemah dan tak sanggup melihat Alea menderita..? karna ketika Alea menangis dan tersakiti, hatinya juga sakit..
Darren sungguh tidak mengerti hatinya, namun yang pasti...ia tak sanggup melihat Alea terluka karna dirinya...
**********************************************
Apakah Darren akan marah, karna dia jatuh pingsan ketika menyambut kepulangannya..
Alea memijit dahinya dengan kecemasan yang kentara, yah..bagaimana kalau Darren akan memberinya hukuman lagi...atau pria itu akan menyakiti orang lain demi menekannya...
''Nyonya Alea...''
''Hah...''
Alea mengangkat wajahnya dan baru sadar jika dia tidak sendirian di kamar ini..ada seorang gadis seusianya memakai baju perawat tersenyum hangat kepadanya...
''Siapa kau...''
Perawat itu mendekat dan duduk di tepi ranjang, ia mengulurkan tangannya...
''Namaku Nia,..aku adalah teman nyonya sekarang..''
''Teman...''
Gadis itu tersenyum...
''Aku seorang perawat disini...jadi kita akan berteman bukan..'' desahnya dengan senyuman yang tulus..
__ADS_1
Dan Alea menjadi sedikit lega....
''Apakah aku sakit parah...? mengapa kau harus menemaniku disini...''
Nia tersenyum lagi dan menyentuh tangan Alea dengan lembut....
''Kau tidak sakit parah, namun kau kesepian dan butuh seorang teman..dan aku akan menjadi temanmu untuk sementara./..bagaimana...''
''Apa kau akan tinggal disini....'' tanya Alea mulai membuka diri..
''Tidak...aku akan pulang dan kembali besok pagi nyonya...''
Alea sedikit kecewa namun ia kembali menelann kekecewaannya...ia tidak berani meminta pada Darren. bahkan untuk bertemu saja ia takut setengah mati...
''Kudengar kau akan memulai kuliah...kau akan mengambil jurusan apa..'' tanya Nia basa-basi..
Alea menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dan menggeleng...
''Aku tidak tau, sepertinya aku tidak akan kuliah...''
''Tapi kata tuan Darren kau akan segera mulai kuliah...''
Deg!!!!!!!
Alea mengangkat wajahnya.....ia mengerutkan keningnya....
''Darren....'' ulangnya tak percaya..
Dan saat itulah pintu terbuka dan sosok Darren muncul di pintu hingga membuat Alea sangat terkejut...
Nia lalu beranjak dari sana dan meninggalkan kamar itu, meninggalkan Alea yang sudah ketakutan setengah mati...nafasnya mulai sesak...ketika Darren menutup pintu di belakang...
Pria itu mendekatinya dan membuat Alea menghela nafas....
''Darren...'' desahnya dengan mata berkaca-kaca ia berpikir Darren datang dan akan mengancamnya lagi..
''Alea....''
''Maafkan aku...aa...aku tidak sengaja untuk jatuh pingsan jika bisa..maka aku akan menahan diriku, aku sama sekali tidak bisa mengontrol tubuhku...maaf Darren, maafkan aku......''
Deg!!!!!
Alea membeku ketika Darren meraih tubuhnya di dalam pelukan, airmata Alea menetes, tangisnya pecah di dalam pelukan Darren yang erat saat ini..
''Maaf....'' desahnya sekali lagi dan membuat hati Darren terasa nyeri.....
''Aku yang harus minta maaf Alea.....'' bisik Darren lembut...
__ADS_1
Alea mengerutkan kening.....