Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Ketahuan


__ADS_3

Setiap kali Alea berpikir atau mengingat-ingat apa yang terjadi kepada Darren, mengenai sakitnya semakin ia tidak menemukan ke anehan pada sosok suaminya, selama ini Darren tidak menunjukan gejala sakit, yah..walau ia menyembunyikan penyakitnya namun Alea pasti menyadarinya bukan...? tapi tidak...kepala Alea seperti mau pecah ketika berusaha mengingat semuanya namun ia tak bisa menemukan keanehan pada suaminya...


Alea lalu menghampiri lemari dan mulai memeriksa catatan medis Darren dan mengeluarkan beberapa map tebal dan mulai memeriksa...namun tidak ada yang aneh pada catatan pemeriksaan Darren...sungguh hal ini membuat Alea bingung..


Ketika ia mendengar suara dari luar Alea segera bangkit dan melangkah menuju pintu yang sedikit terbuka dan mengintip sedikit itu adalah suara Kenan yang sedang bicara di telp..


Alea pun mulai mengendap keluar dan mulai menuping pembicaraan Kenan..


Kenan : Aku telah menenangkan Alea...yah, meski kau tau dia susah untuk menerima namun....aku jamin kalau aku akan mengawasi Luke, dia benar-benar pria yang licik...


Darren : Aku ingin kau menanganinya Kenan, jangan biarkan dia mendekati anak-anakku,....


Kenan : Apakah kau...tidak ingin menemui Alea..ini sudah seminggu, dia terlihat sangat hancur Darren, aku pikir dia berhak bertemu denganmu Darren...


Darren : Seharusnya aku tidak berusaha mencarinya dulu Kenan, seharusnya aku tidak serakah...dan akhirnya dia...


Kenan : Hey..ini bukan salahmu Darren, kita tak bisa melawan takdir, karna kecelakaan itu kau....


Darren : Cukup...aku tak mau dengar apapun Kenan, biarkan dia membenciku...itu lebih baik baginya....


Kenan : Aku akan menemuimu...kita akan bicara nanti....


Kenan memutus sambungan telp, dan kemudian melangkah ke arah lift..sementara Alea mendengar semuanya dan menjadi terkejut, yah...dia tak akan membiarkan dirinya akan mati dalam rasa penasaran...tidak,.....dia harus tau apa yang sebenarnya terjadi...


Alea bergerak cepat seakan mendapat kekuatan besar Alea melangkah cepat menuruni tangga, dan berlari ke arah garasi tempat mobil Kenan, dan kemudian ia masuk ke bangku penumpang dan bersembunyi disana..tubuhnya yang kecil memudahkan Alea tidak terlihat oleh Kenan...


Dan setelah menunggu, Alea akhirnya lega karna pintu terbuka dan Kenan masuk ke dalam mobil tak menyadari kehadirannya..Alea merapat agar ia tidak terlihat sedikitpun,


Mobil akhirnya melaju pelan meninggalkan kediaman Darren Hugo...Alea mulai mengalami mabuk perjalanan, setelah ia menghitung sudah hampir 2 jam dia duduk dengan posisi yang tidak nyaman dan rasanya begitu menyakitkan..Alea mulai merasakan kram di sekujur tubuhnya.... terutama tangan dan kaki... namun Alea berusaha kuat menahannya...


Akhirnya setelah penantian panjang, mereka sampai di sebuah rumah besar dengan gerbang yang berpenjaga...

__ADS_1


Alea masih tetap berada di posisinya dan membiarkan Kenan turun dari mobil..


setelah Kenan pergi maka Alea lalu duduk menegakan tubuhnya di kursi mobil dan mengerang,...


Ya ampun,...sakit sekali.......Alea membeku ketika suaranya mengerang terdengar oleh salah satu anak buah di luar maka Alea kembali menunduk ketika pria itu sedang mengawasi sekitar bangku penumpang..tidak, ia tidak akan pernah mau ketahuan...ia datang untuk mencari tau dan Alea harus berhasil menemukan kebenaran...


Alea mengawasi sekitar garasi hampir setengah jam kemudian menyadari lokasi di sekitarnya sudah sepi dan iapun keluar dari dalam mobil dan mulai mengendap-endap dan membuka pintu, kemudian masuk ke sana....


Alea merasa bingung dan sedikit terkejut melihat da banyak kamar disini...Alea kembali melangkah sangat pelan,...


Ketika terdengar suara langkah dari atas tangga, Alea langsung bersembunyi....terdengar suara beberapa pelayan yang sedang bercerita,....


''Kita harus cepat atau tuan Darren akan marah.....''seru seorang pelayan wanita sementara Seorang pelayan lagi hanya mengangguk..


''Apakah dia di buang istrinya ketika dia sakit...ya ampun dia tak bisa bergerak dari tempat tidurnya..apakah dia akan mati sebentar lagi...'' ucap salah seorang yang lain...


''Aku rasa begitu....bukankah penyakit tuan tak bisa bisa di sembuhkan...'' ucap salah satu pelayan...


''Dia sudah berada di stadium akhir.....''


''Kasian dia....''


Alea seakan ingin pingsan mendengar semuanya, ia sampai gemetar......dan menutup mulutnya dari balik tangga...takut jika mereka mendengar tangisannya..


Airmata kembali menetes di wajah pucat Alea....ia tak habis pikir sakit seperti ini dan Darren tak mau membagi dengannya...??


Sampai keadaan hening lagi....Alea lalu naik ke tangga dengan perlahan....sampai akhirnya ia menemukan sebuah pintu tunggal dan berdiri disana dengan gemetar....


Alea berusaha kuat berdiri dengan ketegaran yang mungkin tak akan sama lagi, semua tubuhnya terasa lemas dan kehilangan tenaga...airmatanya seakan mengering karna terlalu banyak menangis karna memikirkan Darren..dan mendengar semua pernyataan orang lain di luar sana tentang penyakit Darren membuatnya kian terpukul....


Alea mendekat satu demi satu langkah mendekati gagang pintu dan meraihnya untuk segera membukanya...

__ADS_1


Ceklek....


Pintu terbuka lebar dan pemandangan di hadapannya sungguh memukul kesadarannya, Darren berada di kursi roda dengan pandangan yang memucat, sementara Kenan sedang menyuapinya makan....


Mereka menoleh dengan tatapan tajam terutama Darren,....ia begitu terkejut melihat Alea yang berdiri dan menatapnya dengan pandangan beku..jemari Alea mengepal dengan gemetar, sekuat tenaga ia tidak mengeluarkan airmata dan bersikap seolah ia adalah wanita yang kuat...seolah ia tak mengetahui apapun, walau di dalam dadanya sudah hancur tak berbentuk..segala harapan indah yang ia bangun seakan runtuh dalam sekejap..


Alea melangkah dengan tenang memperlihatkan senyum manisnya..


Walau jauh di dalam hatinya terus bertanya, mengapa Tuhan...? mengapa harus dia yang mengalami cobaan ini...? dari sekian banyak wanita....mengapa dia yang terpilih merasakan kesakitan ini..??


Baru saja mereka bertemu baru saja mereka bahagia....mengapa harus seperti ini...?? rasanya seperti dia sedang berada di atas awan kebahagiaan dan di jatuhkan dengan kejam....dari atas....menuju penderitaan...


Darren dan Kenan membeku, mereka kehilangan kata melihat Alea mendekat dengan senyuman, sampai wanita itu berhenti di depan Darren yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca...


''Alea....kau...''


Hati Alea hancur mendengar suara Darren yang sudah mulai tak sempurna.....Alea menatap Kenan yang menatapnya tajam...


''Alea......''


Alea tersenyum sambil mengambil alih makanan lunak untuk di berikan kepada suaminya...aaaih bahkan untuk makan saja Darren kehilangan kekuatan itu...rasa sakit itu kembali memukul dada Alea....


''Aku datang sayang, aku sangat merindukanmu...'' ucap Alea tersenyum sembari mulai menyuapi Darren yang terlihat bingung...


''Darren..buka mulutmu...'' titah Alea dengan lembut...


Darren akhirnya menurut dan membuka mulutnya...


Sementara Kenan hanya menatap pemandangan itu penuh haru....ketika Alea mencium dahi Darren lembut,...


Kenan ikut tersenyum........

__ADS_1


__ADS_2