
Lisa di tempatkan di sebuah kamar di dekat dapur pada rumah besar milik tuan Devan, ia tak sendiri namun bersama seorang pelayan yang berusia sekitar 60 an...wanita itu bernama bibi Mala, bibir Mala adalah wanita yang hangat jadi setidaknya Lisa tak harus menghadapi sikap keras lagi.
''Namaku Lisa..''
''Aku Mala..kau bisa memanggilku bibi Mala...kau sangat cantik Lisa...''
Lisa tersenyum hangat...
''Terimakasih bibi Mala..''
''Baiklah karna kau adalah penghuni baru disini maka kau harus tau semua yang ada disini...pertama-tama mandilah dulu lalu kita bicara tentang tugas-tugasmu dirumah ini...''
Lisa mengangguk patuh..
''Baiklah.....''
Lisa segera membersihkan diri dan keluar dari sana, wajahnya terlihat lebih segar dan kulit putihnya bersinar...Mala tersenyum...menanti gadis itu melangkah mendekatinya..dan duduk di hadapannya..
''Berapa usiamu Lisa...''
''19 tahun.....''
''Kau masih sangat muda...'
__ADS_1
''Yah..''
''Apakah kau pernah sekolah...''
''Sampai sebatas SMA lalu aku melarikan diri dari rumah karna ibuku memaksaku menikah...''ucap Lisa tersenyum sedih..
Mala mengangguk.....
''Perlu kau tau Lisa..di dunia ini tidak selalu indah seperti kau menonton drama...disini..hanya kau satu-satunya pelayan perempuan...kau akan menjadi penggantiku jika aku mengalami sakit atau mati...''
Deg!!!
Lisa mengangkat wajah, terlihat jelas jika ia mulai takut dan....cemas..apakah itu artinya dia tak akan pernah keluar dari sini...? Lisa masih berharap dapat pulang kembali ke sisih nyonya kesayangannya Genka...
Mala tersenyum...
''Yah tentu saja...tuan Devan sangat pengertian..namun kau hanya bisa keluar dengan ijinnnya..''
''Apakah sebagian pekerjaanku juga berbelanja diluar..''tanya Lisa polos..ia sedang memikirkan kemungkinan di kepalanya untuk lari...
''Kau tak bisa keluar dari sini Lisa..itu tak mungkin..ada petugas khusus untuk menyuplai bahan makanan, tugasmu disini hanyalah memasak....dan memasak, apalagi sekarang tuan Luke tinggal disini...dia pria yang sangat licik dan kejam...jadi jangan pernah melakukan kesalahan sedikitpun...''
Lisa menganguk patuh, ia memang ketakutan melihat tuan Luke..setidaknya dia pernah merasakan kemarahan pria bertubuh besar itu...
__ADS_1
''Baiklah bibi Mala..aku akan mengingat semuanya...''
''Bagus....sekarang kita akan ke dapur dan kau harus belajar memasak makanan kesukaan tuan Dave dan juga tuan Luke,...''
''Baiklah...bibi Mala..''
Malam itu juga....
Bersama sang bibi Mala, Lisa mulai di ajarkan cara memasak makanan kesukaan tuan Devan..lalu beberapa hal harus di perhatikan ketika menyajikan makanan untuk pria itu..
''Tidak...tidak boleh Lisa...kau tidak boleh memakan kedua tanganmu ketika menyajikan makanan...''
''Hah...bagaimana kalau itu semangkuk sup besar..aku akan mandi sup panas..''
''Karna itu bibi mengajarkanmu Lisa..pakai tangan kananmu saja sementara tangan kirimu harus tetap di belakang punggung..itu tandanya kesopanan....tuan Devan dan tuan Luke bukan pria sembarangan...mereka akan mem*tong tanganmu jika kau salah melakukan tugasmu..'
Lisa tersenyum sementara beberapa anak rambutnya jatuh dan membuatnya terlihat sangat manis...di saat yang sama..seorang pria turun dari tangga dan membeku melihat kecantikan Lisa yang begitu membius...
Lama dia berada disana dan menaikan sudut bibirnya,....akhirnya setelah sekian lama dia menemukan mainan baru...? tidak buruk..ini adalah sempurna....
Pria itu masih berdiri disana dan tersenyum dingin.........
__ADS_1