
Pagi ini Genka terbangun dengan rasa sakit di lehernya....gadis itu merintih dan berusaha bangkit dari ranjang karna ketukan di pintu kamarnya yang tidak lelah...
Genka mencoba melangkah namun ketika ia melewati cermin ia menyadari ada bekas kemerahan di lehernya mendekati kebiruan...
''Arrrrgghh...sakit sekali..'' desah Genka memegang lehernya..
Sementara ketukan di pintu semakin kuat saja....Genka lantas melangkah menuju pintu sembari menyembunyikan bekas kebiruan di sana dan mengerang....
Ceklek..
Begitu pintu terbuka langsung di hadapkan dengan kepala pelayan yang menatapnya tajam...
''Genka....beraninya kau tidur sampai jam segini..apa kau lupa tugasmu..ini saatnya tuan Kenan sarapan dan kau malah tidur...'' mata tajam sang kepala pelayan seakan menusuk jantung Genka..
Genka menganggukan kepala...
''Maafkan aku...aku akan kesana, aku akan menemui tuan Kenan segera..''ucap Genka dengan suara yang tercekat...
''Baik...sekarang saatnya kau pergi Genka jangan sampai tuan akan murka..''
''Baiklah.......nyonya.''ucap Genka dengan patuh..
Setelah kepala pelayan itu pergi Genka menuju ke kamar mandinya dan membersihkan diri...lalu ia pun keluar dari kamar mandi dan mulai menyiapkan diri....
*******
Kenan sedang melakukan panggilan video bersama Alana, anak Darren,..
Alana : Ayah...aku ingin pergi kerumahmu ayah..bolehkah...?
Kenan : (Tertawa) tentu saja sayang, kau boleh datang kapan saja, ayah sedang sibuk jadi belum bisa kerumah Alana....
Alana : Aku akan bilang pada Daddy dan Mommy, aku kesepian dirumah karna Alan sedang pergi dengan bibi Ruby dan paman Erland..
Kenan :Jadi mereka tidak mengajak tuan putriku..
Alana : Yah,....aku kesepian, kata Daddy pergi saja ke rumah Ayah biar Daddy dan Mommy membuat adik...
Kenan tertawa seketika mendengar ucapan Alana...
Kenan : Baiklah...ayah akan menjemputmu...
Alana : Aku akan menunggu dengan sabar ayah,....
Kenan : Aku mencintaimu tuan putri..
Alana : Aku mencintaimu ayah, aku akan menyiapkan koperku...
Kenan : Koper..? Alana.......
Telp di matikan dan Kenan hanya mampu tersenyum...Alana sungguh lucu...astaga,....
__ADS_1
''Eehm......''
Kenan menoleh dan menemukan Genka berdiri dengan wajah tertunduk...senyum Kenan menguap....
''Jam berapa ini...''
''Maaf tuan Kenan namun aku.......''
Kenan mendekati Genka dan menyipitkan matanya..
''Mengapa kau terlambat datang, apakah kau sedang sakit atau malah sengaja...''
''Aku baik-baik saja Tuan Kenan, aku hanya sedikit terlambat...''
''Bagus..kau semakin bersikap beranii..''
''Ampuni aku tuan Kenan....'' ucap Genka menundukan tubuhnya..
Kenan hanya mampu menghela nafas, mengapa gadis ini selalu menguji kesabarannya, haruskah ia memberi hukuman lagi padahal baru kemarin ia mencekik Genka...?
''Siapkan dirimu lalu ikut aku, kita akan menjemput anakku...''ucap Kenan bangkit berdiri..
''Baiklah tuan Kenan...''
Genka memutar tubuhnya dan saat itulah Kenan melihat lehernya yang membiru..
''Genka..''
''Ya tuan Kenan........''
Genka menggeleng,
''Ini tidak sakit tuan Kenan aku tidak apa-apa...''
Namun Kenan sudah mengulurkan tangan dan itu perintah untuknya.....Genka melangkah mendekat dan Kenan membuka penutup lehernya dan membeku melihat bekas cekikannya membiru disana....
Saat itulah keduanya bertatapan...
''Aku sudah mengompresnya aku akan baik-baik saja....''
Kenan terdiam...
''Cepat ikut aku sekarang.....''
Genka mengangguk dengan cepat..
''Baik tuan Kenan........''
*************
Mereka keluar dari rumah sakit dengan membawa setumpuk obat untuk Genka....pria itu tak menyangka dengan kekuatannya ia menyakiti gadis ini..ada sedikit rasa bersalah...Dokter bilang tidak mengapa namun ia tak boleh melakukan kesalahan yang lama atau leher Genka akan mengalami cedera serius...
__ADS_1
Kenan menatap Genka dengan tajam....
''Pastikan kau menutup lukamu dengan baik, minum obat sesuai petujuk..dan untuk sementara kau istirahat saja di kamar...''
''Baik tuan Kenan....''balas Genka menundukan kepala..
Mereka lalu melangkah beringan menuju mobil, satu hal yang membuat Kenan sedikit heran adalah Genka selalu menghindari untuk menatap matanya...jika mereka sedang bicara atau tak sengaja bertatapan..dan kenyataan itu membuat Kenan sedikit nyeri....
Mereka lalu melangkah menuju mobil...Genka langsung membuka pintu untuk Kenan dan mempersilahkan pria itu masuk sementara ia dan akan duduk di samping supir dan ketika ia hendak melangkah Genka sedikit terkejut ketika Kenan menahan langkahnya..
''Duduklah bersamaku di belakang...''titahnya...
Genka hanya menganggukan kepalanya patuh lalu dengan ragu masuk dan duduk bersama Kenan di bagian bangku penumpang...mobilpun melaju menuju kediaman Darren Hugo....
Sepajang perjalanan Genka hanya menundukan kepalanya lalu jika bosan ia akan memandang keluar jendela...ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun....
Sementara Kenan pun tenggelam dengan berbagai tugasnya, ada banyak email yang masuk dan menuntut balasan..pria itu menghela nafas, yah...ada email yang masuk salah satunya adalah Sandra...mantan kekasihnya di luar negri...ia akan datang ke negara ini untuk menemui Kenan...dan pria itu hanya mampu menghela nafas...
Sandra.....?? desah Kenan menyandarkan tubuhnya..pria itu memejamkan matanya dengan tubuh yang bersandar pada jok mobil....
Saat itulah Genka mengangkat wajahnya dan menatap sosok Kenan yang tertidur dan memejamkan matanya , tanpa sadar Genka tersenyum mengagumi betapa tampannya pria ini...meski sangat mustahil mengharapkannya..dia hanyalah seorang gadis yang di benci..mereka bermusuhan dan tak mungkin jika tuan Kenan dan dirinya....
Deg!!!!
Apa yang kau pikirkan Genka, kau sama sekali tak boleh merasakan perasaan ini tidak boleh...dia adalah tuanmu kau adalah seorang budak....
Wajah Genka berubah lagi...senyumnya menghilang seketika sambil mengetuk pikirannya sendiri..di saat yang sama Kenan membuka mata dan menatap Genka yang sedang memejamkan matanya, ia terlihat sedang mengumpat entah apa...sebentar ia mengangguk lalu menggeleng lalu mengangguk lagi..
Kenan merasa lucu dengan ekspresi yang di tunjukan wajah Genka yang manis saat ini...dan di saat yang sama ketika Kenan masih menatap mata Genka..saat itulah gadis itu membuka mata
Deg!!!!!
Genka sungguh terkejut ketika mendapati Kenan sedang menatapnya tajam..mata coklat terang milik Genka terlihat panik...lalu buru-buru menundukan kepalanya dengan takut...betapa gugupnya Genka saat ini...
''Maafkan aku tuan Kenan.....''
Kenan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia kembali menurunkan pandangan melihat ada pesan lagi dari Sandra..
Aku merindukanmu sayang....aku sungguh rindu..minggu depan aku akan tiba jadi....bisakah kita bertemu....?
Sandra..
Kenan menggeleng...lalu kembali menatap sosok Genka yang sudah menundukan kepalanya...lalu Kenan kembali membalas Sandra....
Aku juga merindukanmu.....sayang...aku pasti menunggumu, mari kita memulai ini semua dari awal........
Kenan...
Kenan menyimpan ponselnya di saku jass dan kali ini ia menatap ke arah Genka yang sedang tersenyum memandang ke arah jendela..pantulan wajahnya yang tersenyum tterlihat jelas....
Itu senyuman yang manis.....
__ADS_1
Deg!!!
Mengapa ia terlihat sangat manis....??