
Please yah...yang lagi puasa jangan di baca, nanti setelah buka puasa yah....
1
2
3
4
5
Darius sungguh kehilangan kesabaran ketika melihat Tiara sedang kedapatan memakain ponselnya, jemari Darius terkepal, ia sudah pusing dengan masalah baru yang datang dari putranya Darren dan menantunya Alea, Darius bermaksud datang dan menghilangkan stresnya namun bukan penyambutan manis yang dia dapatkan malah ia menemukan Tiara berhianat dengan mencari bantuan, memang sudah 3 hari ini dia tidak datang menemui Tiara di ruang bawah tanah ini karna Darren dan Alea yang mulai curiga kepadanya, belum lagi perusahaan yang butuh pikirannya yang membuat Darius sangat stres..
Darius melihat kesempatan untuk menemui Tiara ketika ia taku jika Darren dan Alea tampak sibuk dengan masalah baru mereka, ia rindu dengan kehangatan Tiara, ia rindu memasuki wanita itu namun...
Apa yang ia lihat sungguh membuatnya marah, Darius lantas mendekati Tiara, menunduk sebentar dan memungut ponsel yang selama ini di sembunyikan Tiara entah dimana Darius sama sekali tidak menyadarinya.
Darius menurunkan pandangan dan menyadari penggilan telp itu belum di putus dan ia bermaksud untuk mendengarnya lebih jelas..Darius menempelkan ponsel itu di telinganya..dan mendengar..
Sayangku Tiara...kau bisa memukulnya jika dia sedang lemah, bukankah kau punya obat perangsang di dalam saku jaketmu sayang, buat si pria tua itu menelan obat itu dan buat dia tersiksa dan kemudian lari dari sana..aku akan menjemputmu di rumah Darius Hugo dan kita akan mempermalukannya.....
Darius menatap penuh rasa kecewa kepada Tiara, beraninya Tiara menghianatinya di belakangnya, padahal dia sangat menaruh harap pada hubungan mereka, Darius mendekat kemudian menjambak rambut Tiara dan memaksanya menjawab Ya..di telp agar pria itu tidak curiga...
Airmata Tiara menetes ketakutan.....ia lalu bicara kepada pria itu di telp dan tentu saja di bawah ancaman seorang Darius Hugo.
Ya,.....aku akan melakukannya sayang...
Darius lalu menghancurkan ponsel itu dengan kuat hingga hancur berkeping-keping di lantai dan membuat Tiara hampir pingsan karna takut..
Darius kemudian menarik tubuh Tiara menadekat dengan tatapan membunuh yang kentara...dengan gerakan mencekik ia mencengkra, Tiara dengan murka..
''Katakan dari mana kau mendapatkan ponsel itu..katakan dari mana....''
Tiara menjerit ketakutan ketika ia merasakan sakit di lehernya namun Darius jauh dari kata berhenti...
''Darius lepas...aku meminta salah satu pelayan untuk mengirim pesan....'' rintih Tiara dengan menahan sakit..
''Kepada siapa...siapa pria itu....'' teriaknya lantang.
''Kekasihku Darius...aku punya kekasih dan aku muak bersama denganmu..ini sudah lebih dari dua minggu karna itu lepaskan aku...''
''Wanita murahan..kau ternyata punya kekasih, lalu dengan sengaja ingin merusak rumah tangga anakku....begitu...'' teriak Darius tak mampu menahan emosinya...
Tiara memejamkan matanya..ia sungguh frustasi di kurung seperti ini...rasanya sangat lama Tiara tidak melihat matahari...dan Tiara tak sanggup hidup lama lagi bersama Darius...
''Aku akan mati jika di kurung selamanya disini Darius...aku butuh udara luar...aku depresi, bunuh saja aku Drius itu lebih baik...''
''Kau bisa jujur kepadaku Tiara, mengapa kau malah berhianat....''
''Kita tak punya hubungan apapun mana mungkin aku di sebut penghianat...''
''Diam......''
Darius menghempaskan tubuh Tiara ke atas ranjang dan berdiri dengan aura kekuasaan yang begitu nyata...
''Tubuhmu adalah milikku Tiara dan aku tak ingin kau membaginya dengan orang lain...''
__ADS_1
''Kau sakit Darius...'' jerit Tiara meronta....
Darius lalu menoleh ke sebuah gelas berisi cairan aneh yang ia yakini itu adalah obat perangsang yang sudah di siapkan Tiara untuknya...
mata Darius bersinar tajam....lalu mengambil gelas itu dan mendekati Tiara...
''Minum.....''
Tiara menggeleng, ia tau itu obat perangsang dalam dosis tinggi dan jika ia minum maka dia akan menjadi gila karna menginginkan percintaan panas..
''Tidak...'' Tiara menggeleng menolak...
Namun....siapa yang bisa menolak seorang Darius..? pria itu lalu mendekat, mencengkram tubuh Tiara dan memaksanya minum...
Tiara mau tak mau langsung meneguk minuman itu sampai habis tak bersisa dan Darius merasa sangat puas..kini dia akan menunggu bagaimana Tiara akan menyerahkan tubuhnya dengan sukarela bahkan akan mengemis meminta di puaskan...terdengar jahat namun, itulah akibatnya jika Tiara menguji seorang Darius...
10 menit.....
15 menit.......
30 menit............
Tiara memejamkan matanya ketika tubuhnya mulai merasa panas, obat itu telah mengambil alih logikanya sedikit demi sedikit...
dan Darius duduk disana dengan tubuh yang polos, menunjukan kej*ntanannya yang tegak lurus seolah menantang Tiara...
''Panas.....''desah Tiara mulai membuka ujung gaun tipisnya dan mulai meliukan tubuhnya menggoda, hingga Darius hanya mampu melonggarkan tenggorokannya, ketika ia seperti sedang menonton pertunjukan sensual di hadapannya...
Gaun itu terlepas dan memperlihatkan tubuh Tiara yang polos dan menggoda, pa yu da ra nya tampak membusung di hadapan Darius, dan Tiara lalu menyentuh pa yu da ra nya sendiri dengan gerakan yang panas dan membuat pandangan Darius hilang fokus..
''Mendekatlah sayang....''
Darius memperlihatkan tubuhnya yang perkasa di usianya yang matang. Darius duduk di sofa dan menatap Tiara yang bangkit dengan tubuh tel*nj*ngnya mendekati Darius....
''Darius.......tolong aku....'' desah Tiara dengan suara ******* na*su yang mulai menguasai dirinya sepenuhnya....
Wanita itu langsung menjatuhkan tubuhnya di lantai dan menatap dengan mata berbinar pada kej*ntanan Darius yang begitu menggoda..
Hingga..jemari lentiknya menangkap kej*ntanan itu dan mulai mengusapnya lembut....
Suara ******* keluar dari mulut Darius, jemarinya tak tahan untuk menyentuh pa yu da ra Tiara yang menggoda dan p*ting yang kemerahan yang indah...
Darius segera menarik tubuh Tiara yang pasrah untuk duduk di pangkuannya dan membiarkan kedua jemari Tiara menyentuh miliknya dengan posesif dengan gerakan naik turun yang membuat Darius terbakar....
Segera...dengan kedua tangannya kedua pa yu da ra Tiara segera di lahapnya, lidahnya membelai permukaan p*ting pa yu da ra Tiara yang indah dan menggilasnya tanpa ampun...
''Aarrrrggghh...Darius...tolong....jangan membuatku tersiksa..'' erang Tiara seakan gila...
Darius sengaja mempermainkan p*ting pa yu da ra nya dengan lidah, meninggalkan kenikmatan yang terlalu indah bagi Tiara....Darius terus dan terus memberi sensasi nikmat seringat bulu...''
''H*sap Darius...tolong...aku tidak tahan lagi..'' Tiara terus memohon namun Darius seolah sengaja membuatnya semakin tersiksa dalam gairahnya sendiri..
Darius menarik tubuhnya..,.menatap wajah Tiara yang memerah di kuasai gairah yang besar, tubuhnya terlalu panas, terlalu bergairah ketika di sentuh....
''Katakan kau membutuhkanku Tiara,...''
''Darius.....''
__ADS_1
''Katakan kau membutuhkan aku....katakan..atau aku tak akan menyentuhmu..''
''Sialan...Darius yah...aku membutuhkanmu...tolong sentuh aku...tubuhku kesakitan...''
Darius tertawa dengan kemenangan yang begitu nyata di wajahnya....
Ia menatap bukit kembar Tiara dan membiarkan ujung lidahnya kembali menyentuh p*ting pa yu da ra Tiara dengan gerakan pelan, kembali menggoda Tiara yang sudah menggila di pangkuannya,...
''Darius aku akan membunuhmu...''
Darrius tertawa...dan kali ini ia merasa cukup untuk menyiksa Tiara lebih lama lagi....bibirnya lantas mengul** p*ting pa yu da ra Tiara dan segera mengh*sapnya seperti permintaan Tiara yang sudah menegang...
Bertubi-tubi pa yu da ra Tiara di h*sap berganti-ganti oleh Darius yang semakin menggila...sementara jemari Tiara juga semakin mempercepat gerakannya pada kej*ntanan Darius yang sekeras batu..
Sesaat kemudian...
Tiara mendorong wajah Darius menjauh sekaligus melepas h*span Darius pada pa yu da ra ya...
Darius menoleh protes..
''Tiara.....''
''Giliranku.....'' desis Tiara lalu menunduk..
Menyentuh bibirnya dan menyentuh kej*ntanan Darius dengan menggoda..
Darius yang tak menyangka mengerang nikmat ketika intinya di lum** habis oleh Tiara...
Lama..........
Akhirnya Darius menyerah seakan meledak saat irtu juga namun tidak..ia ingin memasuki Tiara dengan segera..
ketika Tiara masih menikmati cumbuannya pada milik Darius yang mengeras..pria itu mengangkatnya dan membalikan posisi, masih di atas sofa...
Darius membuka paha Tiara dan segera menyatukan dirinya...
''Hufrtt.....''
Tubuh keduanya menyatu dengan senyuman puas di masing-masing wajah mereka....sembari Darius menggerakan tubuhnya..ia menatap Tiara yang terlihat begitu manis...
''Kau adalah milikku Tiara milik seorang Darius Hugo kau harus ingat itu...
Tiara sedikit memekik ketika Darius kembali melum** bibirnya disela penyatuan mereka sementara jemarinya yang lain memainkan p*ting pa yu da ra Tiara dengan intens...
''Pria tua sialan...kau selalu membuatku tak berdaya...miliki aku sebelum aku lepas darimu suatu saat nanti..'' balas Tiara menantang...
Darius mengerang memacu gerakan tubuhnya sedikit lebih cepat dan membuat erangan demi erangan lolos dari bibir Tiara..
Tak ada yang bisa memisahkan mereka, karna memang Tiara adalah miliknya,...
Darius segera membawa tubuh Tiara menuju puncak kepuasan bersama.....
*******************************************
Aiden menemeplkan sidik jarinya di depan sebuah pintu rahasia miliknya..sesaat kemudian pintu tertutup..pria itu lantas masuk dan pintu di belakangnya kembali tertutup rapat, melangkah menuju brangkas, Aiden lalu menekan pasword dan pintu brangkas terbuka..
Aiden lalu mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam dan membukanya, Aiden tersenyum melihat sebuah kotak berisi sampel rambut dan sekotak cairan yang telah di bekukan.. Aiden lalu mengambilnya dengan gerakan pelan dan hati-hati,....
__ADS_1