Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Mengalah Demi Cinta


__ADS_3

Darren sudah menduga kalau Alea akan mencoba pergi darinya.


''Alea...ikut aku sekarang...''ucap Darren dengan tegas..


Alea akhirnya mengangguk patuh dan keluar dari kamar anak-anak mengikuti langkah Darren menuju kamar mereka..Alea pasrah ketika Darren menariknya masuk dan mengunci pintu...


''Kau mau pergi lagi Alea.....kau mau meninggalkan aku lagi....''


Alea tak menjawab melaikan memutar bolamatanya ke arah lain seolah dia tidak bersalah...


''Alea....jangan mulai lagi, kau bukan anak-anak lagi sayang..jika kau pergi lalu bagaimana denganku...''


Darren mulai merajuk..


Alea lalu memutar bolamatanya dengan jengah....dengan acuh ia melangkah menuju ranjang dan berbaring disana dan membelakangi Darren yang berbicara sendiri....karna Alea mengacuhkannya Darren lantas menaiki ranjang dan menarik tubuh istrinya bangun..mereka kembali saling menatap..


''Alea...'


''Aku harus jawab apa...semua yang kau katakan itu benar...aku ingin pergi dan membawa anak-anak...aku kesal sekali padamu ya Darren, kau bertingkah seolah kau paling benar sendiri...padahal kesalahan yang kau lakukan sangat fatal...'' ucap Alea membuang muka...


Darren menyerah...ini baru Alea yang di hadapi belum lagi jika Alana tau besok...?? Darren akan habis.....


''Baiklah....apa yang kau inginkan dariku Alea...kau selalu menang seperti biasa....''


Alea menyembunyikan senyuman kemenangan di balik wajahnya yang tertunduk...Alea pun mengangkat wajahnya dan menatap Darren...

__ADS_1


''Aku tidak ingin menjadi menang atau kalah...tak ada gunanya...kita suami istri dan kita adalah satu Darren, aku hanya ingin hidup kita damai...kau sudah menerima maaf dariku, saatnya kau membuka hatimu untuk memaafkan Luke...beri dia kesempatan...semua orang berhak...''


Darren akhirnya menyerah...lalu menatap Alea..


''Baiklah...aku akan mencoba Alea..tapi jangan memintaku untuk bersikap baik padanya...aku masih butuh waktu...''


Senyum di wajah Alea mengembang... Yess...


''Apakah itu artinya kita akan menghadiri pestanya...''


Darren menghela nafas....mengapa wanita selalu memaksa kehendak...??


''Terserah kau saja...tapi aku yakin kau dan Alana akan merengek untuk ikut...''


''Yah...kau paling mengerti aku....''balas Alea dengan tak sabar,


Alea tidak menunggu..ia langsung melompat dari ranjang dan hendak menuju pintu keluar namun,...Darren langsung menangkap tubuh Alea hingga jatuh ke atas ranjang dan pria itu segera naik dan setengah menindih tubuhnya....


Mereka saling bertatapan dengan sangat tajam........


''Ini tengah malam Alea...''


Alea terkekeh...


''Aku lupa...tapi...aku bisa menyiapkan barang-barangku seperti gaun....''

__ADS_1


''No....biarkan para pelayan yang melakukannya sayang...setidaknya kau harus memberiku hadiah...tak mudah seorang Darren Hugo menurunkan egonya untuk memberi maaf...


''Aku sedang lelah...'' bisik Alea sengaja memberi alasan..


Sementara Darren pun tak kalah licik...ia menyipitkan matanya dengan tajam..


''Istriku sedang lelah jadi bagaimana kalau kita batal ke pesta itu...? aku tak ingin terjadi sesuatu kepadamu seperti kau sakit...aku akan sakit Alea....''


''Hah........''


Alea mengerang ketika Darren kembali menjebaknya....Alea tersenyum...


''Kata-katamu seperti vitamin..aku baik-baik saja sayang...kau mau hadiah apa..'' bisik Alea mendekatkan wajahnya..


Darren menaikan sudut bibirnya...


''Aku lapar sayang...''


Mata Alea membulat sempurna...


''Baiklah...aku akan menyiapkan makanan...''


Alea hendak beranjak dari ranjang namun..Darren kembali menekan tubuh Alea kembali jatuh di bawah rengkuhannya..


''Aku ingin memakanmu bagaimana...'' Luke menyeringai dan membuat Alea gugup..

__ADS_1


''Darren....kau........''


''Apa.....'' jeritnya p


__ADS_2