Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Hasil Tes


__ADS_3

Makan malam tiba dan semua berkumpul di satu meja termasuk Genka..Sandra duduk disana di sebelah Kenan sekaligus ingin menegaskan bahwa Kenan adalah miliknya...


''Ehm...tadi siang ada seorang pria datang dan mencarimu Genka...saat itu kau sedang pergi bersama Alana...dia ingin bertemu denganmu dan Kenan...''


Deg!!!


Sendok makan Genka jatuh dari genggamannya dengan lemah..apakah dia adalah Devan..? gadis itu memejamkan matanya sesaat ketika nafsu makannya menghilang dalam sekejap ia terlihat ketakutan...


Di saat yang sama Kenan melihat perubahan wajah Genka yang pucat dan penasaran...siapa pria itu...??


''Siapa namanya Sandra...''


''Dia bilang namanya Devano, dia pria yang sangat tampan, dan terlihat kalau dia menyukaimu Genka...'' Sandra tersenyum dengan kemenangan di wajahnya..


Genka menyudahi makannya dan berdiri....


''Aku harus ke kamar sekarang, permisi.......'' ucap Genka lalu melangkah begitu saja dari ruang makan...


Sandra tertawa dengan kecang...


''Aku rasa dia sedang takut sesuatu....aku rasa dia adalah simpanan pria itu, mungkin saja pria itu datang dan menginginkannya....''


Deg!!!


Hasutan Sandra berhasil membuat Kenan melepaskan makananya..ia menoleh..

__ADS_1


''Kau membuat makan malamku tidak berselera Sandra....''


Kenan meletakan sendoknya kemudian bangkit dan meninggalkan ruang makan itu dengan tatapan beku...meninggalkan Sandra yang mengepalkan tangannya...


Genka....dia akan memastikan Genka terusir dari rumah ini...dan pria kejam yang datang tadi...adalah senjata untuk menjauhkan Genka dari rumah ini...


Sandra tertawa dengan lantang sambil mengambil garpu lalu menik*m potongan daging dengan tatapan membunuh...


''Aku akan menghancurkanmu Genka...gadis rendahan sialan....''


Sandra memejamkan matanya penuh dendam...


*******


Malam itu Genka tdak bisa tertidur, apalagi Devan terus saja menghubungi ponselnya...


Angkat telp dariku atau....ibumu tak akan selamat Genka sayang.......


Deg!!!


Genka langsung menyambar ponsel dan menjawab telp dari Devan....


Genka : Aku mohon...jangan sakiti ibuku....( Menangis..)


Devan : Karna itu aku mengingatkanmu agar tidak bermain-main denganku Genka...besok aku akan mendatangimu dan di hadapan Kenan kau harus mengakui bahwa kita sudah bertunangan,...apa kau mengerti...

__ADS_1


Genka : Baik..aku akan melakukan segalanya namun jangan sakiti ibuku aku mohon.......


Devan : Nasib ibumu tergantung sikapmu Genka sayang....aku ingin kita bisa menikah segera....


Genka : Devan...bisakah aku meminta waktu sampai minggu depan hingga Alana kembali kerumahnya...jangan memintaku pergi sampai saat itu terjadi...aku mohon..


Devan : Tentu saja sayang...tapi...besok aku akan datang kesana dan menjelaskan hubungan kita berdua lalu minggu depan aku akan menjemputmu...sayang.....''


Genka baru saja akan menjawab namun ponsel di matikan begitu saja oleh Devan hingga Genka benar-benar ketakutan..


Apa yang harus ia lakukan sekarang bagaimana ini...? menikah dengan pria yang bahkan tidak di kenalnya dengan baik....Genka sungguh ketakutan...namun, mungkin itu lebih baik, dia bisa pergi dari rumah ini bukan...??


Genka kembali meringkuk di ranjang sembari memeluk tubuhnya berusaha untuk tertidur...


********


Kenan menatap kearah sang dokter yang sedang memeriksa hasil ur*ne milik Genka sembari pikirannya melayang..


Tadi pagi sikap Genka benar-benar aneh, ia terlihat sangat pendiam ketika menyerahkan kotak ur*ne itu kepadanya dan buru-buru pergi ketika Kenan masih ingin bicara....


Disaat yang sama dokter keluar dari ruangannya dan menatap Kenan dengan kerutan di dahinya...


''Tuan Kenan hasil tesnya adalah......''


Next yah......😘😘😘

__ADS_1


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


__ADS_2