Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Keputusan Kenan


__ADS_3

Kenan sungguh tak sanggup melihat wajah Genka yang terlihat begitu terpukul..bagaimana jadinya jika ia mengatakan dengan jujur, Genka akan terguncang dan bayi mereka...terlalu besar resiko yang harus di ambil oleh Kenan jika ia memberitau semua yang terjadi kepada Genka tentang apa yang terjadi..


Genka melangkah menghampiri Kenan yang sedang berdiri....mendekatinya dengan rapuh..bahkan ketika jemari Genka menyentuh lengan Kenan terasa dingin dan sedikit bergetar..


''Kenan...kau baik-baik saja....? pandangan Genka terarah penuh ucapan terimakasih kepada Darren dengan menunduk...''


''Kakak,....terimakasih...''


Darren tersenyum lembut...


''Kenan akan mengatakan semuanya kepadamu....Kenan, sebaiknya kau membawa Genka ke kamar dan sekaligus istirahat....''


Darren memberi isyarat kepada Kenan, dan ia pun menurut...


''Sayang kita ke kamar dan aku akan menjelaskan semua yang terjadi...''


Genka mengangguk lalu keduanya melangkah menuju lift dan ke lantai 2,...sementara Alea mendekat dan menatap Darren..


''Jangan bilang kau dan Kenan sedang menyembunyikan sesuatu darinya sayang...''ucap Alea bersedekap..


Darren mengusap wajahnya dengan kasar...

__ADS_1


''Ibu Genka sudah meninggal...''


''Apa...'' Alea begitu terkejut dan terlihat sedih, sembari memegang dadanya ia menatap Darren lagi...


''Ibunya meninggal karna serangan jantung ketika Devan membawa paksa dirinya dari rumah sakit...''


Mata Alea menjadi basah, sungguh Genka akn hancur ketika mendengar semuanya...


''Aku harus menemaninya Sayang....kita harus menguatkannya dalam posisi saat ini,....aayo..kita ke kamar...''


Namun,....langkah Alea terhenti ketika Darren menahannya, ia menolah...


''Alea....''


''Kenan memutuskan akan merahasiakan kematian ibu Genka sampai kehamilan Genka lebih kuat....''


Alea menghela nafas,....


''Tidak sayang, bagaimana bisa Kenan akan merahasiakan hal sebesar itu hanya karna Genka sedang hamil....bukankah akan lebih menyakitkan ketika satu saat Genka tau kalau Kenan membohonginya...mengapa kau tidak memberinya saran Darren..'' Alea sungguh kesal..


''Aku sudah mengatannya tapi...Kenan terlalu mengkhawatirkan kondisi anaknya....lalu aku bisa apa...keputusan tetap berada di tangan Kenan...meski mau ku kita jujur Alea,....karna aku benar-benar belajar dari peristiwa kita dulu...''

__ADS_1


''Kenan...mengapa dia sangat ceroboh, itu tindakan yang egois....dengan membiarkan Genka hidup dalam dunia mimpi tentang ibunya....dia akan semakin terluka...''


Darren mendekati Alea...dan memegang pundaknya..


''Aku yakin Kenan punya alasan yang kuat sayang, mari kita menghormati keputusannya...kau liat sendiri kondisi Genka..jika dia tau ibunya meninggal mungkin ia akan mengalami hal paling buruk, dan Kenan benar-benar menghindari semua itu...biar bagaimanapun dia sangat menginginkan anak ini lahir dengan sehat dan selamat..''


Airmata Alea menetes...ia menggeleng masih sedih...


''Aku tak tau lagi Darren,....namun bukankah kejam jika kita melihat Genka hidup dalam harapan kosong tentang ibunya...bagaimana kalau dia tidak terima......bagaimana kalau......''


''Ssstt..kita hanya bisa berharap dan tentu berdoa agar sampai saat itu Genka kuat menghadapi kenyataan...''


Alea mengangguk walau ia masih sangat ragu...


''Semoga saja sayang...'' jawab Alea pasrah...


***************


''Ibu masih hidup....'' mata Genka berbinar bahagia lalu memeluk Kenan dengan erat..airmatanya menetes....


''Aku sangat bahagia Kenan....aku tak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada ibuku aku akan mati....aku bahagia,.....terimakasih Tuhan...terimakasih Kenan...aku mencintaimu.....'' bisik Genka dengan kelegaan luar biasa, perasaannya yang dari tadi tidak tenang terhapus oleh berita bahagia...ia sungguh bahagia karna Ibunya masih hidup dan sedang dirawt..

__ADS_1


Sedangkan Kenan memejamkan matany...ya ampun...semoga Genka memaafkannya satu saat nanti....


__ADS_2