Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Penggoda


__ADS_3

Melania masih memeluk tubuh Alan dengan begitu erat sambil menangis..ia yakin senjatanya adalah menangis sekarang dan tak ada yang bisa menghalanginya....ia akan mendapatkan apa yang dia inginkan sekarang..


''Apa yang terjadi Nia...''


''Pria itu...dia menyiksa dan memukulku Alan...'' tangis Nia di pelukan Alan...


Pria itu mengusap punggung sahabatnya dan melepaskannya sesaat, untuk menatapnya...berusaha menenangkan Nia dari tangisan panjangnya yang seolah tak habis..


Nia adalah sahabatnya di sekolah dari masa ia kecil dan mereka sering menghabiskan waktu bersama..Nia adalah gadis yang mandiri dan berasal dari panti asuhan, dia mempunyai sebuah toko bunga di dekat perusahaan yang sedang berkembang saat ini...


''Bukankah sudah aku bilang jangan temui pria itu lagi....dia jahat tapi kau terlalu buta dan tak mau mendengar siapapapun...''


''Aku minta maaf..aku sudah putus dengannya...''


Alan pun mengangguk setuju...


''Baguslah aku senang kau sudah sadar sekarang Nia...''


Gadis itu tersenyum dan menganggukan kepalanya lalu menatap wajah Alan yang memang begitu tampan saat ini..


''Kau...darimana Alan...''


Alan menghela nafas sembari melirik jam di tangannya...


''Aku sedang melakukan fiting gaun pengantin bersama calon istriku Kanaya...''


Deg!!!!


''Calon istri....'' ulang Nia dengan jemari yang mengepal di belakang punggungnya..


Kanaya...gadis itu akan merebut Alan darinya...sinar mata Nia membara, bagaimana mungkin ia bisa membiarkannya..?? memang Nia tau kalau Alan sudah di jodohkan bahkan sejak ia di lahirkan namun mereka hidup di jaman apa...Nia pikir itu hanyalah sekedar omongan belakang tidak secepat ini...sejak sekolah ia memendam perasaannya kepada Alan dan ketika ia berani mengutarakan isi hatinya Alan malah ingin menikahi gadis lain dan bukan dirinya...??


''Mengapa terkejut begitu astaga,...ayo masuk ke mobil..aku akan mengantarmu ke tokomu lalu aku akan kembali ke butik...''


Alan lalu menarik jemari Nia dan menggenggamnya membawanya ke dalam mobil dan Alan menghidupkan mesin mobil..


''Kanaya pasti cantik, aku juga ingin menjadi temannya....apakah kau bisa memberikan nomor ponselnya padaku...? aku ingin mengenalnya...''


Alan menoleh dan mempertimbangkan permintaan Nia...


Sementara itu di Butik...


Kanaya tak lelah menatap ke arah jalan...kemana Alan, siapakah yang menelfonnya hingga ia bisa pergi meninggalkan Kanaya dan Mommy begitu saja bahkan Alan tak sempat pamit kepadanya...


Kanaya menghela nafas dan hal itu membuat Alea menoleh..


''Ada apa dengan wajahmu sayang..''


Kanaya menoleh....


''Kemana Alan Mom.....mengapa dia lama sekali sih...''


Alea tersenyum...


''Apa kau merindukannya...''


Kanaya tersipu malu..


''Aku hanya sedikit kesal..mengapa dia tidak pamit padaku...''


Alea tersenyum ketika melihat mobil Alan kembali berhenti di depan mereka..

__ADS_1


''Calon suamimu datang sayang..jangan cemberut lagi...''bisik Alea membujuk..


Kanaya lantas mengangkat wajahnya dan tersenyum ketika Alan keluar dari mobil dan mendekati mereka..


''Mommy aku tak percaya Mommy dan Alana masih menunggu..''


Alea menghela nafas...bagaimana bisa kami pergi kalau Kanaya ingin menunggumu...''goda Alea..


Sontak kata-kata sang Mommy membuat Kanaya menggeleng..


''Oh.....Mom...please...''


Alea dan Alan tertawa, dan Alanpun mendekap Kanaya..mengusap rambutnya dan menenangkannya...saat itulah Kanaya bisa mencium bau parfum lain di jass Alan...wajahnya berubah.....


''Alan......''


''Yah.......''


Hening...keduanya bertatapan...


''Mengapa wajahmu serius sekali sayang....'' Alan masih menatap Kanaya dengan kerutan di dahinya...


Kanaya membeku, tidak mungkin...jangan berpikiran buruk Kanaya, mungkin saja Alan mengganti parfumnya..lagipula tidak mungkin Alan menemui gadis lain bukan...??


''Tidak....aku hanya lapar....''


''Bagaimana kalau kita makan bersama..''tawar Alea dengan senyuman..


Kanaya pun menganggukan kepalanya, walau ia masih sedikit terganjal tentang parfum yang berbeda....


Ada apa dengannnya...mengapa dia malah curiga...???


****************


''Aku menang..'' teriak Delvaro dengan suara yang lantang..


Tak menunggu pria itu segera merengkuh Alana ke dalam pelukannya, dan menciuminya tak perduli jika mereka menjadi tontona iri sang dokter Clif...


''Aku mencintaimu sayang.....''


Alana benar-benar terkejut hingga ia tak bisa berpikir...hamil adalah jauh dari bayangannya, bagaimana mungkin dia hamil secepat ini..Alana masih terus berkelana dengan pikirannya namun pelukan Delvaro yang terlalu kuat sanggup membuat ia mengerang...


''Aku tak bisa bernafas,...'' desah Alana dengan suara rintihan..


Saat itu juga Delvaro tersadar dengan apa yang di lakukannya dan buru-buru melepaskan pelukannya..


''Sayang....''


''Arrrgghhh...aku kesal sekali...''


Delvaro tersenyum, ia pun pasrah ketika Alana memukul dan mencubitnya....Clift pun ikut senang melihat pemandangan di depannya, yah...sudah lama dia berteman dengan Delvaro jadi ketika melihat sang sahabat bahagia maka dia juga akan bahagia...


''Duduk dulu Delvaro..astaga kau sangat tidak sabar...''


Delvaro menurut dengan membantu Alana turun dari ranjang dan menuntunnya untuk duduk, sambil menunggu dokter Clift menuliskan resep..


''Baiklah berdasarkan pemeriksaan, bayi kalian berusia 8 minggu..jadi aku hanya bisa menyarankan kalau mulai sekarang, jaga kandunganmu dengan baik nyonya Alana Hugo, dan untukmu tuan Delvaro...aku minta...''


''Aku akan menjaga istriku dengan baik dokter Clif..astaga aku senang sekali...'' Delvaro tak henti-hentinya menciumi Alana....


''Terimakasih dokter ini sangat mengejutkan untukku namun aku senang sekali....terimakasih..''ucap Alana dengan mata berkaca-kaca...

__ADS_1


''Yah....tentu saja nyonya Alana....''


''Oya Clift carilah pasangan, dan kau akan merasakan bahagia sepertiku...'' ucap Delvaro mengedipkan matanya...


Clift menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaranya...


''Sulit bagiku menemukannya....tapi akan ku coba..aku tak ingin tertinggal terlalu jauh..''


Merekapun tertawa dengan santai dan melanjutkan pembicaraan seputar kehamilan Alana......


**************


''Turunkan aku Delvaro, astaga aku tidak sakit...aku hanya sedang hamil....aku bisa jalan...''


''No.....bukankah kita sudah berjanji kalau kau akan menurutiku.....''


''Tapi.......''


''Sssstt.........diamlah dan jangan membantah apapun sayangku.....''


Delvaro menggendong tubuh Alana dan membawanya ke kamar utama dan menurunkan tubuhnya di atas ranjang....


Delvaro menatap mata Alana dengan lekat dan tak berhenti tersenyum bahagia...ia pun menggenggam jemari Alana dan menatap matanya...


''Terimakasih sayang...terimakasih karna sudah memberikan kebahagiaan kepadaku...''


Mata Alana menjadi panas....


''Aku mencintaimu Delvaro...sangat mencintaimu...aku senang bisa memberikanmu seorang anak..aku sangat bahagia.''bisik Alana dengan senyuman di wajahnya..


Delvaro kembali meraih tubuh Alana di dalam pelukannya...


''Aku akan menyerahkan hidupku kepadamu sayang.......''


Alana pun mengangguk...


''Tentu saja kau harus...''


Keduanya tertawa seketika......Alana membiarkan Delvaro memeluknya dengan erat....


''Aku mecintaimu Alana Hugo...istriku....''


*****************


Liam begitu marah dan mengangkat pistolnya lalu menempelkannya di kepala seorang pria asing yang tertangkap karna mengarahkan pistrol padanya..


''Siapa kau..katakan........''


''Aku adalah....anak buah Nona Elif...''


''Siapa Elif........''teriak Liam dengan gertakan gigi......


''Putri tuan Devan.......''


''Tuan Devan...'' ulang Liam mengeraskan wajahnya.....


*****************


Jangan lupa Mampir yah.....


__ADS_1


***********


__ADS_2